logo
● Rupiah Makin Terpuruk, Ditutup di Level Rp18.060 per Dolar AS Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Kejati Riau Tahan 8 Tersangka Korupsi Dana PI PT SPRH, Kerugian Negara Rp64,22 M Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Polda Riau Sita 2,1 Kg Sabu dan 284 Catridge Etomidate di Pekanbaru, Dua DPO Dib Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Pansel KPU 2027–2032 Segera Diumumkan, DPR Tekankan Integritas Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Residivis Narkoba Ditangkap di Pekanbaru, Polisi Sita 10 Paket Sabu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Riau Nihil Penanganan Karhutla, Personel Satgas BNPB Tetap Siaga Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Presiden Prabowo Soroti Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Kebakaran Huta Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Prabowo Ancam Cabut Izin Korporasi Pelanggar Aturan Kebakaran Hutan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Pekanbaru
Dampak Udara Memburuk, Pemko Pekanbaru Putuskan Perpanjangan PJJ PAUD-SMP Sore Ini
Kualitas udara di Pekanbaru masih berada di zona merah,Rabu (7/10/2026). (Foto: Boy Surya Hamta/PekanbaruTv.com)
Dampak Udara Memburuk, Pemko Pekanbaru Putuskan Perpanjangan PJJ PAUD-SMP Sore Ini
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: yob ayrus
Rubrik: news | 7 Oktober 2026 | 14:11:12

PEKANBARU-Kualitas udara di Pekanbaru masih berada di zona merah,Rabu (7/10/2026). Pemerintah mulai membuka kemungkinan memperpanjang pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi peserta didik PAUD sampai SMP.

Keputusan tersebut bergantung pada perkembangan kualitas udara dan potensi dampaknya terhadap kesehatan anak.

PJJ sebelumnya diberlakukan, Selasa (6/10/2026). Kebijakan itu diambil sebagai langkah perlindungan, setelah kondisi udara dinilai tidak lagi ideal bagi aktivitas anak-anak di luar ruangan.

iklan-view

Kini, satu hari setelah kebijakan tersebut berjalan, udara Pekanbaru belum menunjukkan tanda pemulihan.

Angka Kualitas Udara Jadi Penentu
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal mengatakan, pemerintah masih memantau perkembangan kualitas udara sebelum menentukan kebijakan berikutnya.

Jika indikator kualitas udara tetap berada pada tingkat yang berisiko bagi kesehatan, pembelajaran dari rumah akan diperpanjang.

“Kalau masih berdampak bagi kesehatan sesuai dengan edaran Kemendikdasmen, PJJ kita lanjutkan. Kalau masih di atas 200 grafik kualitas udara maka PJJ diperpanjang,” kata Abdul Jamal.

Angka tersebut menjadi salah satu rujukan dalam melihat kondisi udara sebelum peserta didik kembali mengikuti pembelajaran tatap muka.

Bagi pemerintah kota, persoalannya bukan sekadar apakah kegiatan belajar dapat kembali dilakukan di ruang kelas. Ada pertimbangan kesehatan anak yang harus ditempatkan di depan.

Libatkan Sejumlah Instansi
Keputusan mengenai kelanjutan PJJ tidak akan diambil Dinas Pendidikan sendiri. Pemko Pekanbaru akan menggelar pembahasan bersama sejumlah organisasi perangkat daerah dan instansi terkait.

Forum tersebut akan mengevaluasi perkembangan kualitas udara sekaligus melihat kondisi yang dihadapi masyarakat.

Menurut Abdul Jamal, pembahasan lanjutan dijadwalkan dilakukan, Rabu sore. “Nanti sore kami akan bahas kembali dengan sejumlah dinas dan instansi terkait, guna memastikan kualitas udara kota,” ujarnya.

Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan apakah peserta didik sudah aman kembali ke sekolah atau masih harus belajar dari rumah.

Belajar dari Rumah Tetap Berjalan
Meski tidak berada di ruang kelas, proses pendidikan tidak dihentikan. Selama PJJ berlangsung, peserta didik tetap mengikuti kegiatan belajar melalui modul dan penugasan yang dapat dikerjakan dari rumah.

Pola tersebut menjadi jalan tengah agar kegiatan akademik tetap berjalan ketika kondisi lingkungan belum memungkinkan anak-anak beraktivitas seperti biasa.

Bagi orang tua, situasi ini kembali menuntut pendampingan di rumah. Bagi sekolah, guru harus memastikan materi pembelajaran tetap tersampaikan meski tidak melalui pertemuan tatap muka.

Di tengah kualitas udara yang belum membaik, Dinas Pendidikan juga mengingatkan peserta didik agar menjaga kondisi tubuh.

Abdul Jamal mengimbau anak-anak menggunakan masker ketika beraktivitas.

“Kami imbau para peserta didik tetap menjaga kesehatan dengan mengenakan masker,” katanya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa persoalan kualitas udara tidak berhenti pada kebijakan sekolah. Selama udara belum kembali ke tingkat yang lebih aman, perlindungan terhadap anak tetap menjadi perhatian.

Pemko Pekanbaru kini berada di antara dua kebutuhan: menjaga keberlangsungan pembelajaran dan memastikan anak-anak tidak terpapar kondisi udara yang berisiko.

Jawabannya akan ditentukan melalui hasil pemantauan kualitas udara dan evaluasi lintas instansi. Jika kondisi belum berubah, ruang kelas bisa kembali ditinggalkan untuk sementara dan rumah menjadi tempat belajar bagi siswa PAUD hingga SMP di Pekanbaru. (rac)

Home / News
Dampak Udara Memburuk, Pemko Pekanbaru Putuskan Perpanjangan PJJ PAUD-SMP Sore Ini
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: yob ayrus
Rubrik: news | 7 Oktober 2026 | 14:11:12
Dampak Udara Memburuk, Pemko Pekanbaru Putuskan Perpanjangan PJJ PAUD-SMP Sore Ini
Kualitas udara di Pekanbaru masih berada di zona merah,Rabu (7/10/2026). (Foto: Boy Surya Hamta/PekanbaruTv.com)

PEKANBARU-Kualitas udara di Pekanbaru masih berada di zona merah,Rabu (7/10/2026). Pemerintah mulai membuka kemungkinan memperpanjang pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi peserta didik PAUD sampai SMP.

Keputusan tersebut bergantung pada perkembangan kualitas udara dan potensi dampaknya terhadap kesehatan anak.

PJJ sebelumnya diberlakukan, Selasa (6/10/2026). Kebijakan itu diambil sebagai langkah perlindungan, setelah kondisi udara dinilai tidak lagi ideal bagi aktivitas anak-anak di luar ruangan.

Kini, satu hari setelah kebijakan tersebut berjalan, udara Pekanbaru belum menunjukkan tanda pemulihan.

Angka Kualitas Udara Jadi Penentu
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal mengatakan, pemerintah masih memantau perkembangan kualitas udara sebelum menentukan kebijakan berikutnya.

Jika indikator kualitas udara tetap berada pada tingkat yang berisiko bagi kesehatan, pembelajaran dari rumah akan diperpanjang.

“Kalau masih berdampak bagi kesehatan sesuai dengan edaran Kemendikdasmen, PJJ kita lanjutkan. Kalau masih di atas 200 grafik kualitas udara maka PJJ diperpanjang,” kata Abdul Jamal.

Angka tersebut menjadi salah satu rujukan dalam melihat kondisi udara sebelum peserta didik kembali mengikuti pembelajaran tatap muka.

Bagi pemerintah kota, persoalannya bukan sekadar apakah kegiatan belajar dapat kembali dilakukan di ruang kelas. Ada pertimbangan kesehatan anak yang harus ditempatkan di depan.

Libatkan Sejumlah Instansi
Keputusan mengenai kelanjutan PJJ tidak akan diambil Dinas Pendidikan sendiri. Pemko Pekanbaru akan menggelar pembahasan bersama sejumlah organisasi perangkat daerah dan instansi terkait.

Forum tersebut akan mengevaluasi perkembangan kualitas udara sekaligus melihat kondisi yang dihadapi masyarakat.

Menurut Abdul Jamal, pembahasan lanjutan dijadwalkan dilakukan, Rabu sore. “Nanti sore kami akan bahas kembali dengan sejumlah dinas dan instansi terkait, guna memastikan kualitas udara kota,” ujarnya.

Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan apakah peserta didik sudah aman kembali ke sekolah atau masih harus belajar dari rumah.

Belajar dari Rumah Tetap Berjalan
Meski tidak berada di ruang kelas, proses pendidikan tidak dihentikan. Selama PJJ berlangsung, peserta didik tetap mengikuti kegiatan belajar melalui modul dan penugasan yang dapat dikerjakan dari rumah.

Pola tersebut menjadi jalan tengah agar kegiatan akademik tetap berjalan ketika kondisi lingkungan belum memungkinkan anak-anak beraktivitas seperti biasa.

Bagi orang tua, situasi ini kembali menuntut pendampingan di rumah. Bagi sekolah, guru harus memastikan materi pembelajaran tetap tersampaikan meski tidak melalui pertemuan tatap muka.

Di tengah kualitas udara yang belum membaik, Dinas Pendidikan juga mengingatkan peserta didik agar menjaga kondisi tubuh.

Abdul Jamal mengimbau anak-anak menggunakan masker ketika beraktivitas.

“Kami imbau para peserta didik tetap menjaga kesehatan dengan mengenakan masker,” katanya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa persoalan kualitas udara tidak berhenti pada kebijakan sekolah. Selama udara belum kembali ke tingkat yang lebih aman, perlindungan terhadap anak tetap menjadi perhatian.

Pemko Pekanbaru kini berada di antara dua kebutuhan: menjaga keberlangsungan pembelajaran dan memastikan anak-anak tidak terpapar kondisi udara yang berisiko.

Jawabannya akan ditentukan melalui hasil pemantauan kualitas udara dan evaluasi lintas instansi. Jika kondisi belum berubah, ruang kelas bisa kembali ditinggalkan untuk sementara dan rumah menjadi tempat belajar bagi siswa PAUD hingga SMP di Pekanbaru. (rac)