
JAKARTA - Penjaga gawang berdarah Lombok, Nusa Tenggara Barat, tersebut dipercaya tampil sejak menit pertama hingga peluit panjang berbunyi di Stadion Coliseum, Madrid, pada Senin malam waktu setempat. Kiper utama tersebut berhasil melakukan total tiga kali penyelamatan krusial serta mencatatkan satu kali aksi tinju bola dan akurasi operan mencapai tujuh puluh dua persen sepanjang jalannya pertandingan.
Dalam duel sengit tersebut, tim tamu Rayo Vallecano sempat membuka keunggulan terlebih dahulu sebelum akhirnya tuan rumah Getafe berhasil mengejar ketertinggalan.
Skuad asuhan tamu sebenarnya diuntungkan setelah wasit mengeluarkan kartu merah bagi bek Getafe, Djene Dakonam, yang membuat mereka unggul jumlah pemain sejak menit ke-28, tetapi keuntungan tersebut gagal dimanfaatkan secara maksimal untuk meraih kemenangan.

Akibat hasil seri ini, posisi Rayo Vallecano di papan klasemen sementara Liga Spanyol tertahan di peringkat ke-13 dengan mengoleksi sembilan poin dari delapan pertandingan yang telah dilakoni, mempunyai angka yang identik dengan Getafe yang berada tepat di bawahnya pada tangga ke-14.
Gol pembuka bagi tim tamu tercipta ketika pertandingan baru memasuki menit ke-11, saat Alvaro Garcia Rivera sukses memaksimalkan umpan matang dari Jorge de Frutos untuk mengubah kedudukan menjadi 1-0.
Petaka bagi tuan rumah hadir pada menit ke-28 ketika kapten sekaligus pilar lini belakang Getafe, Djene Dakonam, diganjar kartu kuning kedua akibat tekel keras terhadap pencetak gol pertama lawan, Alvaro Garcia, sehingga harus meninggalkan lapangan lebih cepat.
Meskipun terpaksa melanjutkan sisa pertandingan dengan sepuluh orang pemain saja, lini pertahanan Getafe menunjukkan penampilan yang sangat disiplin hingga akhirnya mampu mencetak gol penyeimbang pada babak kedua tepatnya menit ke-56.
Gol balasan tuan rumah bermula dari aksi serangan balik cepat di mana Francho Serrano mengirimkan umpan silang terukur yang langsung diselesaikan dengan sempurna oleh Martin Satriano dari jarak dekat untuk mengubah papan skor menjadi 1-1.
Situasi tertinggal jumlah personel membuat kubu tamu terus menggempur dan mengurung lini pertahanan tuan rumah, namun ketangguhan serta kedisiplinan barisan belakang Getafe mampu mematahkan berbagai gelombang serangan hingga skor sama kuat satu sama bertahan hingga laga selesai. (*)







JAKARTA - Penjaga gawang berdarah Lombok, Nusa Tenggara Barat, tersebut dipercaya tampil sejak menit pertama hingga peluit panjang berbunyi di Stadion Coliseum, Madrid, pada Senin malam waktu setempat. Kiper utama tersebut berhasil melakukan total tiga kali penyelamatan krusial serta mencatatkan satu kali aksi tinju bola dan akurasi operan mencapai tujuh puluh dua persen sepanjang jalannya pertandingan.
Dalam duel sengit tersebut, tim tamu Rayo Vallecano sempat membuka keunggulan terlebih dahulu sebelum akhirnya tuan rumah Getafe berhasil mengejar ketertinggalan.
Skuad asuhan tamu sebenarnya diuntungkan setelah wasit mengeluarkan kartu merah bagi bek Getafe, Djene Dakonam, yang membuat mereka unggul jumlah pemain sejak menit ke-28, tetapi keuntungan tersebut gagal dimanfaatkan secara maksimal untuk meraih kemenangan.
Akibat hasil seri ini, posisi Rayo Vallecano di papan klasemen sementara Liga Spanyol tertahan di peringkat ke-13 dengan mengoleksi sembilan poin dari delapan pertandingan yang telah dilakoni, mempunyai angka yang identik dengan Getafe yang berada tepat di bawahnya pada tangga ke-14.
Gol pembuka bagi tim tamu tercipta ketika pertandingan baru memasuki menit ke-11, saat Alvaro Garcia Rivera sukses memaksimalkan umpan matang dari Jorge de Frutos untuk mengubah kedudukan menjadi 1-0.
Petaka bagi tuan rumah hadir pada menit ke-28 ketika kapten sekaligus pilar lini belakang Getafe, Djene Dakonam, diganjar kartu kuning kedua akibat tekel keras terhadap pencetak gol pertama lawan, Alvaro Garcia, sehingga harus meninggalkan lapangan lebih cepat.
Meskipun terpaksa melanjutkan sisa pertandingan dengan sepuluh orang pemain saja, lini pertahanan Getafe menunjukkan penampilan yang sangat disiplin hingga akhirnya mampu mencetak gol penyeimbang pada babak kedua tepatnya menit ke-56.
Gol balasan tuan rumah bermula dari aksi serangan balik cepat di mana Francho Serrano mengirimkan umpan silang terukur yang langsung diselesaikan dengan sempurna oleh Martin Satriano dari jarak dekat untuk mengubah papan skor menjadi 1-1.
Situasi tertinggal jumlah personel membuat kubu tamu terus menggempur dan mengurung lini pertahanan tuan rumah, namun ketangguhan serta kedisiplinan barisan belakang Getafe mampu mematahkan berbagai gelombang serangan hingga skor sama kuat satu sama bertahan hingga laga selesai. (*)