logo
● PSPS Pekanbaru Tantang Persikad, Tiga Poin Bisa Perkokoh Posisi Puncak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Wawako Pekanbaru Ingatkan Personel Satpol PP, Jangan Nodai Seragam dengan Pungli Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Gegara Uang Judi Online Rp500 Ribu, Ayah di Bandung Tega Habisi Nyawa Anak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Akhir Pekan yang Berat bagi Rupiah, Dolar AS Bertengger di Rp18.080 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Hilang Usai Kericuhan di Kebun PT ADEI, Sampe Simarmata Diduga Jadi Korban Pembu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Nasib Upah Pekerja Riau Tahun 2027 Belum Jelas, Disnakertrans Tunggu Aturan Pusa Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Puluhan Mahasiswa UNRI Gelar Demonstrasi, Desak Pemerintah Serius Tangani Karhut Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Empat Warga Bersaksi dalam Sidang Budi Darmawan, Fasos dan Akses Jalan Jadi Soro Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Hukum / BENGKALIS
Hilang Usai Kericuhan di Kebun PT ADEI, Sampe Simarmata Diduga Jadi Korban Pembunuhan?
Kuasa hukum keluarga, Suardi, di Kantor Polres Bengkalis mencari informasi tentang Sampe Simarmata, yang tak diketahui nasibnya pasca-kericuhan di kebun PT ADEI Plantation. (Foto: Rico/Pekanbarutv.com)
Hilang Usai Kericuhan di Kebun PT ADEI, Sampe Simarmata Diduga Jadi Korban Pembunuhan?
Editor: Arya Mahendra | Penulis: rico syahputra
Rubrik: hukum | 23 Oktober 2026 | 17:13:56

BENGKALIS - Misteri hilangnya Sampe Simarmata, warga yang tak diketahui keberadaannya setelah rangkaian kericuhan di kawasan perkebunan PT ADEI Plantation, Kabupaten Bengkalis, Riau, kian mengundang kecemasan. Penemuan jenazah laki-laki tanpa identitas di area perkebunan, disusul temuan pakaian yang dikenali keluarga sebagai milik Sampe, memunculkan dugaan bahwa pria tersebut mengalami nasib tragis.

Namun, hingga Jumat (23/10/2026), identitas jenazah itu belum dipastikan. Pemeriksaan DNA masih menjadi kunci untuk menjawab apakah jenazah tersebut benar Sampe Simarmata atau orang lain.

iklan-view

Keluarga berharap proses identifikasi segera dituntaskan. Mereka juga meminta aparat penegak hukum mengungkap secara menyeluruh rangkaian peristiwa yang mendahului hilangnya Sampe, termasuk kemungkinan adanya tindak pidana.

Hilang Setelah Kericuhan

Berdasarkan keterangan keluarga, rangkaian peristiwa bermula pada 3 Oktober 2026. Saat itu, sejumlah petugas keamanan PT STRUM disebut mendatangi kawasan sekitar rumah Sampe menggunakan mobil double cabin berwarna putih.

Kedatangan mereka, menurut keterangan keluarga, diduga diwarnai aksi membawa senjata tajam dan teriakan yang memicu keributan. Sampe yang sedang tidur terbangun dan berusaha melerai situasi.

Setelah kejadian tersebut, Sampe mendatangi Polsek Pinggir untuk melaporkan dugaan perbuatan membawa senjata tajam. Keluarga menyebut laporan itu sempat belum diterima karena polisi akan terlebih dahulu melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP).

Laporan tersebut kemudian diterima dengan nomor LP/40/X/2026/SPKT/RIAU/BKS/SEK-PGR. Dua hari berselang, polisi mendatangi rumah Sampe untuk melakukan olah TKP.

Situasi di kawasan itu kemudian memanas menyusul bentrokan antara warga dan petugas keamanan mitra kerja PT ADEI. Di tengah kondisi tersebut, Sampe disebut pergi ke arah perkebunan perusahaan pada 5 Oktober 2026.

Sejak saat itu, keberadaannya tak lagi diketahui. Keluarga kemudian melaporkan kehilangan Sampe ke Polsek Pinggir dengan nomor B/08/X/2026/SPKT/RIAU/BKS/SEK-PGR.

Jenazah Tanpa Identitas, Pakaian Diduga Milik Sampe Ditemukan

Harapan keluarga untuk menemukan Sampe dalam keadaan selamat mulai dibayangi kecemasan setelah ditemukan jenazah laki-laki tanpa identitas di area perkebunan PT ADEI.

Menurut informasi yang diterima keluarga, jenazah tersebut ditemukan tanpa pakaian dan dalam kondisi sulit dikenali. Kondisi itu membuat identifikasi secara visual menjadi sulit sehingga diperlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Untuk memastikan identitas jenazah, keluarga bersama pihak kepolisian menempuh pemeriksaan DNA. Seorang anak dari adik kandung Sampe dilaporkan berangkat ke Pekanbaru pada Kamis (8/10/2026) untuk menjalani pengambilan sampel DNA.

Pada hari yang sama, keluarga kembali menerima kabar penemuan pakaian yang diduga milik Sampe. Pakaian tersebut, berdasarkan informasi warga yang diterima keluarga, ditemukan pekerja perusahaan di lokasi yang berjarak puluhan meter dari tempat penemuan jenazah.

M. Simarmata, kakak kandung Sampe, mengaku mengenali pakaian tersebut sebagai milik adiknya. Temuan itu semakin memperbesar kecemasan keluarga, meski belum cukup untuk memastikan bahwa jenazah yang ditemukan merupakan Sampe.

“Kami masih berdoa, semoga bukan beliau. Namun, ditemukannya pakaian ini membuat kami semakin cemas. Kami takut apa yang kami khawatirkan ternyata benar,” ujar M. Simarmata, sebagaimana keterangannya pada 8 Oktober 2026.

Bagi keluarga, hasil pemeriksaan DNA menjadi penentu untuk mengakhiri ketidakpastian yang telah berlangsung sejak Sampe dilaporkan hilang. Mereka juga berharap penyelidikan tidak berhenti pada identifikasi jenazah, tetapi turut mengungkap apa yang sebenarnya terjadi.

Kuasa Hukum Desak Kapolda Riau Beri Atensi

Kuasa hukum keluarga, Suardi, menyatakan telah menyurati Polres Bengkalis untuk meminta penjelasan mengenai perkembangan penanganan perkara tersebut.

Ia juga menyurati RSUD Mandau guna meminta rekam medis jenazah yang diduga berkaitan dengan hilangnya Sampe Simarmata.

Suardi mendesak Kapolda Riau memberikan perhatian khusus terhadap kasus ini, terutama untuk memastikan percepatan pemeriksaan DNA dan kejelasan proses penyelidikan.

Menurutnya, keluarga berhak memperoleh informasi yang jelas mengenai perkembangan penanganan perkara, termasuk kepastian identitas jenazah serta penyebab kematian apabila nantinya terbukti berkaitan dengan Sampe.

Tak berhenti di situ, pihak kuasa hukum berencana menyurati Kapolri untuk meminta agar perkara tersebut ditindaklanjuti melalui gelar perkara khusus di Mabes Polri. Mereka juga mempertimbangkan membawa persoalan itu ke Komisi III DPR RI.

“Kebenaran harus terungkap. Siapa pun yang bersalah harus bertanggung jawab. Jika ini benar klien saya, kami tidak akan diam saja,” tegas Suardi, Jumat (23/10/2026) siang.

Menunggu Kepastian, Dugaan Pembunuhan Harus Diusut

Hingga berita ini ditulis, identitas jenazah masih menunggu kepastian hasil pemeriksaan DNA. Belum ada kepastian bahwa jenazah tersebut merupakan Sampe Simarmata, demikian pula belum ada kesimpulan resmi mengenai penyebab kematiannya.

Karena itu, dugaan bahwa Sampe menjadi korban pembunuhan masih harus dibuktikan melalui hasil pemeriksaan forensik dan penyelidikan aparat penegak hukum.

Keluarga meminta polisi mengusut perkara ini secara profesional, transparan, dan menyeluruh. Rangkaian peristiwa sejak kericuhan pada awal Oktober, hilangnya Sampe, hingga penemuan jenazah dan pakaian yang diduga miliknya di kawasan perkebunan perlu mendapat penjelasan yang terang.

Bagi keluarga, persoalannya bukan semata-mata memastikan identitas jenazah. Mereka ingin mengetahui nasib Sampe, mengungkap penyebab jika benar terjadi kematian yang berkaitan dengannya, serta memastikan pihak yang terbukti bersalah mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum.

Kini, hasil DNA dan perkembangan penyelidikan menjadi dua hal yang paling dinantikan untuk membuka tabir hilangnya Sampe Simarmata. (ric)

Home / Hukum
Hilang Usai Kericuhan di Kebun PT ADEI, Sampe Simarmata Diduga Jadi Korban Pembunuhan?
Editor: Arya Mahendra | Penulis: rico syahputra
Rubrik: hukum | 23 Oktober 2026 | 17:13:56
Hilang Usai Kericuhan di Kebun PT ADEI, Sampe Simarmata Diduga Jadi Korban Pembunuhan?
Kuasa hukum keluarga, Suardi, di Kantor Polres Bengkalis mencari informasi tentang Sampe Simarmata, yang tak diketahui nasibnya pasca-kericuhan di kebun PT ADEI Plantation. (Foto: Rico/Pekanbarutv.com)

BENGKALIS - Misteri hilangnya Sampe Simarmata, warga yang tak diketahui keberadaannya setelah rangkaian kericuhan di kawasan perkebunan PT ADEI Plantation, Kabupaten Bengkalis, Riau, kian mengundang kecemasan. Penemuan jenazah laki-laki tanpa identitas di area perkebunan, disusul temuan pakaian yang dikenali keluarga sebagai milik Sampe, memunculkan dugaan bahwa pria tersebut mengalami nasib tragis.

Namun, hingga Jumat (23/10/2026), identitas jenazah itu belum dipastikan. Pemeriksaan DNA masih menjadi kunci untuk menjawab apakah jenazah tersebut benar Sampe Simarmata atau orang lain.

Keluarga berharap proses identifikasi segera dituntaskan. Mereka juga meminta aparat penegak hukum mengungkap secara menyeluruh rangkaian peristiwa yang mendahului hilangnya Sampe, termasuk kemungkinan adanya tindak pidana.

Hilang Setelah Kericuhan

Berdasarkan keterangan keluarga, rangkaian peristiwa bermula pada 3 Oktober 2026. Saat itu, sejumlah petugas keamanan PT STRUM disebut mendatangi kawasan sekitar rumah Sampe menggunakan mobil double cabin berwarna putih.

Kedatangan mereka, menurut keterangan keluarga, diduga diwarnai aksi membawa senjata tajam dan teriakan yang memicu keributan. Sampe yang sedang tidur terbangun dan berusaha melerai situasi.

Setelah kejadian tersebut, Sampe mendatangi Polsek Pinggir untuk melaporkan dugaan perbuatan membawa senjata tajam. Keluarga menyebut laporan itu sempat belum diterima karena polisi akan terlebih dahulu melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP).

Laporan tersebut kemudian diterima dengan nomor LP/40/X/2026/SPKT/RIAU/BKS/SEK-PGR. Dua hari berselang, polisi mendatangi rumah Sampe untuk melakukan olah TKP.

Situasi di kawasan itu kemudian memanas menyusul bentrokan antara warga dan petugas keamanan mitra kerja PT ADEI. Di tengah kondisi tersebut, Sampe disebut pergi ke arah perkebunan perusahaan pada 5 Oktober 2026.

Sejak saat itu, keberadaannya tak lagi diketahui. Keluarga kemudian melaporkan kehilangan Sampe ke Polsek Pinggir dengan nomor B/08/X/2026/SPKT/RIAU/BKS/SEK-PGR.

Jenazah Tanpa Identitas, Pakaian Diduga Milik Sampe Ditemukan

Harapan keluarga untuk menemukan Sampe dalam keadaan selamat mulai dibayangi kecemasan setelah ditemukan jenazah laki-laki tanpa identitas di area perkebunan PT ADEI.

Menurut informasi yang diterima keluarga, jenazah tersebut ditemukan tanpa pakaian dan dalam kondisi sulit dikenali. Kondisi itu membuat identifikasi secara visual menjadi sulit sehingga diperlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Untuk memastikan identitas jenazah, keluarga bersama pihak kepolisian menempuh pemeriksaan DNA. Seorang anak dari adik kandung Sampe dilaporkan berangkat ke Pekanbaru pada Kamis (8/10/2026) untuk menjalani pengambilan sampel DNA.

Pada hari yang sama, keluarga kembali menerima kabar penemuan pakaian yang diduga milik Sampe. Pakaian tersebut, berdasarkan informasi warga yang diterima keluarga, ditemukan pekerja perusahaan di lokasi yang berjarak puluhan meter dari tempat penemuan jenazah.

M. Simarmata, kakak kandung Sampe, mengaku mengenali pakaian tersebut sebagai milik adiknya. Temuan itu semakin memperbesar kecemasan keluarga, meski belum cukup untuk memastikan bahwa jenazah yang ditemukan merupakan Sampe.

“Kami masih berdoa, semoga bukan beliau. Namun, ditemukannya pakaian ini membuat kami semakin cemas. Kami takut apa yang kami khawatirkan ternyata benar,” ujar M. Simarmata, sebagaimana keterangannya pada 8 Oktober 2026.

Bagi keluarga, hasil pemeriksaan DNA menjadi penentu untuk mengakhiri ketidakpastian yang telah berlangsung sejak Sampe dilaporkan hilang. Mereka juga berharap penyelidikan tidak berhenti pada identifikasi jenazah, tetapi turut mengungkap apa yang sebenarnya terjadi.

Kuasa Hukum Desak Kapolda Riau Beri Atensi

Kuasa hukum keluarga, Suardi, menyatakan telah menyurati Polres Bengkalis untuk meminta penjelasan mengenai perkembangan penanganan perkara tersebut.

Ia juga menyurati RSUD Mandau guna meminta rekam medis jenazah yang diduga berkaitan dengan hilangnya Sampe Simarmata.

Suardi mendesak Kapolda Riau memberikan perhatian khusus terhadap kasus ini, terutama untuk memastikan percepatan pemeriksaan DNA dan kejelasan proses penyelidikan.

Menurutnya, keluarga berhak memperoleh informasi yang jelas mengenai perkembangan penanganan perkara, termasuk kepastian identitas jenazah serta penyebab kematian apabila nantinya terbukti berkaitan dengan Sampe.

Tak berhenti di situ, pihak kuasa hukum berencana menyurati Kapolri untuk meminta agar perkara tersebut ditindaklanjuti melalui gelar perkara khusus di Mabes Polri. Mereka juga mempertimbangkan membawa persoalan itu ke Komisi III DPR RI.

“Kebenaran harus terungkap. Siapa pun yang bersalah harus bertanggung jawab. Jika ini benar klien saya, kami tidak akan diam saja,” tegas Suardi, Jumat (23/10/2026) siang.

Menunggu Kepastian, Dugaan Pembunuhan Harus Diusut

Hingga berita ini ditulis, identitas jenazah masih menunggu kepastian hasil pemeriksaan DNA. Belum ada kepastian bahwa jenazah tersebut merupakan Sampe Simarmata, demikian pula belum ada kesimpulan resmi mengenai penyebab kematiannya.

Karena itu, dugaan bahwa Sampe menjadi korban pembunuhan masih harus dibuktikan melalui hasil pemeriksaan forensik dan penyelidikan aparat penegak hukum.

Keluarga meminta polisi mengusut perkara ini secara profesional, transparan, dan menyeluruh. Rangkaian peristiwa sejak kericuhan pada awal Oktober, hilangnya Sampe, hingga penemuan jenazah dan pakaian yang diduga miliknya di kawasan perkebunan perlu mendapat penjelasan yang terang.

Bagi keluarga, persoalannya bukan semata-mata memastikan identitas jenazah. Mereka ingin mengetahui nasib Sampe, mengungkap penyebab jika benar terjadi kematian yang berkaitan dengannya, serta memastikan pihak yang terbukti bersalah mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum.

Kini, hasil DNA dan perkembangan penyelidikan menjadi dua hal yang paling dinantikan untuk membuka tabir hilangnya Sampe Simarmata. (ric)