logo
● Razia Narkoba di Pangeran Hidayat Pekanbaru, Polisi Temukan 18 Klip Diduga Sabu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Titik Api Nihil, Riau Keluar dari Daftar Prioritas Karhutla Nasional Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● LGBT di Kalangan Remaja Pekanbaru Jadi Perhatian, Keluarga Diminta Lebih Peduli Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Pantang Menyerah! PSPS Comeback Dramatis dan Curi Tiga Poin di Markas Persikad Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Pemerintah Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Daerah Rambah Pasar Global Lewat Inovas Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Kemnaker Buka Pendaftaran Mitra MagangHub Batch 3 2026 Hingga 29 Oktober Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Udara Pekanbaru Tak Sehat, AQI Tembus 163, Warga Diminta Waspadai Asap Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Muhamad Adil Laska Terpilih Sebagai Ketua LPM Tobekgodang Periode 2026-2029 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Pekanbaru
Udara Pekanbaru Tak Sehat, AQI Tembus 163, Warga Diminta Waspadai Asap
Kualitas udara Pekanbaru masuk kategori tidak sehat dengan AQI 163. (Foto: Pekanbarutv.com)
Udara Pekanbaru Tak Sehat, AQI Tembus 163, Warga Diminta Waspadai Asap
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: yob ayrus
Rubrik: news | 24 Oktober 2026 | 10:56:45

PEKANBARU-Warga Kota Pekanbaru harus terus meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan asap karhutla. Sabtu (24/10/2026) pagi, kualitas udara masih berada dalam kategori tidak sehat.

Data IQAir pukul 10.00 Wib menunjukkan, Indeks Kualitas Udara (AQI) mencapai 162, dengan partikel halus PM2.5 sebagai polutan utama.

Di tengah kondisi tersebut, masyarakat diimbau membatasi kegiatan di luar ruangan, terutama aktivitas fisik yang menguras tenaga. Warga yang akan bepergian, disarankan menggunakan masker respirator N95 guna membantu menyaring partikel halus berbahaya bagi saluran pernapasan.

iklan-view

Berdasarkan data IQAir, konsentrasi PM2.5 di Pekanbaru pukul 10.00 WIB mencapai 71,5 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Angka tersebut menunjukkan tingginya paparan partikel halus yang dapat terhirup hingga ke bagian dalam paru-paru.

Paparan partikel PM2.5 berisiko mengganggu kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan atau penyakit jantung.

Data pemantauan juga mencatat, suhu udara berada di angka 25 derajat Celsius. Kecepatan angin sekitar 1 kilometer per jam, sedangkan kelembapan mencapai 98 persen.

Dalam kondisi udara tercemar, masyarakat dianjurkan mengurangi waktu beraktivitas di luar rumah. Jendela dan pintu juga sebaiknya ditutup ketika asap dari luar masuk ke lingkungan tempat tinggal.

Warga Diminta Tetap Waspada

Kondisi udara tidak sehat dan perubahan cuaca menjadi dua hal yang perlu diperhatikan masyarakat Pekanbaru sepanjang hari.

Hujan berpotensi turun di sejumlah daerah, tetapi masyarakat tetap perlu memantau perkembangan kualitas udara dan informasi cuaca terbaru. Jangan menganggap kondisi udara sudah aman hanya karena hujan turun.

Bagi warga yang mengalami batuk, sesak napas, iritasi mata, atau keluhan lain ketika terpapar asap, sebaiknya segera mengurangi paparan dan mencari pertolongan medis apabila gejala memburuk.

Kewaspadaan dan langkah pencegahan menjadi upaya yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi risiko kesehatan selama kualitas udara masih berada dalam kategori tidak sehat. (bsh)

Home / News
Udara Pekanbaru Tak Sehat, AQI Tembus 163, Warga Diminta Waspadai Asap
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: yob ayrus
Rubrik: news | 24 Oktober 2026 | 10:56:45
Udara Pekanbaru Tak Sehat, AQI Tembus 163, Warga Diminta Waspadai Asap
Kualitas udara Pekanbaru masuk kategori tidak sehat dengan AQI 163. (Foto: Pekanbarutv.com)

PEKANBARU-Warga Kota Pekanbaru harus terus meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan asap karhutla. Sabtu (24/10/2026) pagi, kualitas udara masih berada dalam kategori tidak sehat.

Data IQAir pukul 10.00 Wib menunjukkan, Indeks Kualitas Udara (AQI) mencapai 162, dengan partikel halus PM2.5 sebagai polutan utama.

Di tengah kondisi tersebut, masyarakat diimbau membatasi kegiatan di luar ruangan, terutama aktivitas fisik yang menguras tenaga. Warga yang akan bepergian, disarankan menggunakan masker respirator N95 guna membantu menyaring partikel halus berbahaya bagi saluran pernapasan.

Berdasarkan data IQAir, konsentrasi PM2.5 di Pekanbaru pukul 10.00 WIB mencapai 71,5 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Angka tersebut menunjukkan tingginya paparan partikel halus yang dapat terhirup hingga ke bagian dalam paru-paru.

Paparan partikel PM2.5 berisiko mengganggu kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan atau penyakit jantung.

Data pemantauan juga mencatat, suhu udara berada di angka 25 derajat Celsius. Kecepatan angin sekitar 1 kilometer per jam, sedangkan kelembapan mencapai 98 persen.

Dalam kondisi udara tercemar, masyarakat dianjurkan mengurangi waktu beraktivitas di luar rumah. Jendela dan pintu juga sebaiknya ditutup ketika asap dari luar masuk ke lingkungan tempat tinggal.

Warga Diminta Tetap Waspada

Kondisi udara tidak sehat dan perubahan cuaca menjadi dua hal yang perlu diperhatikan masyarakat Pekanbaru sepanjang hari.

Hujan berpotensi turun di sejumlah daerah, tetapi masyarakat tetap perlu memantau perkembangan kualitas udara dan informasi cuaca terbaru. Jangan menganggap kondisi udara sudah aman hanya karena hujan turun.

Bagi warga yang mengalami batuk, sesak napas, iritasi mata, atau keluhan lain ketika terpapar asap, sebaiknya segera mengurangi paparan dan mencari pertolongan medis apabila gejala memburuk.

Kewaspadaan dan langkah pencegahan menjadi upaya yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi risiko kesehatan selama kualitas udara masih berada dalam kategori tidak sehat. (bsh)