logo
● Ahli Ekonomi :Program MBG Gerakkan Ekonomi Desa dan Buka Lapangan Pekerjaan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● KPK Telusuri Kasus Dana Bencana Rp148 Miliar, Dua Anggota TNI Jadi Perhatian Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Rupiah Kembali Tersungkur di Atas Rp18.000, Sentimen Global Membayangi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Diduga Selundupkan Narkoba, Kapal Tanker Mongolia Diamankan di Belawan, 8 Orang Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● El Niño Pengaruhi Jadwal Musim Hujan, BMKG Minta Warga Bersiap Hadapi Cuaca Ekst Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Antisipasi Dampak Kabut Asap, Sekdaprov Riau Tinjau Posko Kesehatan dan Rumah Ok Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● AKP Zulhendra Resmi Jabat Kapolsek Pangkalan Kerinci, Kompol Shilton ke Polresta Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Antrean Solar Picu Kemacetan di Pekanbaru, Dishub Peringatkan Pengelola SPBU Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi

1.700 Hektare Terdampak Abrasi, Mangrove Jadi Benteng Kuala Selat

news | 16 Agustus 2026 | 20:13:00
Editor: Adrian Vandora | Videografer: Ade Prasetya | Ditonton: 539 kali

Ekspedisi Merah Putih Presisi menyambangi Desa Kuala Selat, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, membawa misi kemanusiaan sekaligus pemulihan lingkungan di kawasan yang terdampak abrasi parah. Sekitar 1.700 hektare kebun masyarakat dilaporkan mengalami kerusakan akibat abrasi sejak 2021. Rombongan yang dipimpin bersama sejumlah pejabat dan tokoh nasional mendorong rehabilitasi mangrove seluas 500 hektare yang ditargetkan dapat diperluas hingga 1.000 hektare. Program ini mencakup penanaman, pembibitan, dan pemeliharaan selama tiga tahun dengan melibatkan masyarakat pesisir serta membuka peluang green jobs. Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga menyerahkan bantuan sembako, perahu ketinting, dan matching grants kepada kelompok masyarakat, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan lingkungan dan kesejahteraan warga pesisir Riau.

LATEST NEWS
SPECIAL REPORT