logo
Misteri Paus 8 Meter dan Berat 8 Ton di Hutan Bakau Inhil, Warga Mandah Mendadak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Semakin Terdesak, Tinggal Rp84 dari Level Psikologis Rp18.000 Per-Dolar A Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Razia Gabungan di Lapas Pekanbaru, Senjata Tajam Rakitan hingga Kompor Listrik D Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPD RI Desak Kemenlu Selamatkan Nandiya, TKI Jaksel yang Diduga Jadi Korban TPPO Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Cabai Merah Kian "Pedas", Harga Jual Tembus Rp80 Ribu Per Kilogram, Cuaca Buruk Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Cucu Dilaporkan Curi Sawit Milik Kakek Sendiri, Dugaan Kriminalisasi Ahli Waris Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Massa Fomari-Bebersi Desak Kejati Riau Usut Kasus Dugaan Ijazah Ketua DPRD Siak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Saat Antrean BBM Jadi Rezeki: Kisah Zurbainah, Penjual Pisang Molen di Pekanbaru Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi

Hotspot Turun, Pekanbaru Masih Berasap

news | 2 September 2026 | 20:05:00
Editor: Adrian Vandora | Videografer: Wahyu Falatehan | Ditonton: 158 kali

BMKG Stasiun Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru mendeteksi 26 titik panas atau hotspot yang tersebar di tujuh kabupaten di Riau. Jumlah ini turun drastis setelah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur sejumlah wilayah. Meski hotspot berkurang, kualitas udara di Kota Pekanbaru masih berada pada level tidak sehat dan kabut asap tipis masih terpantau. BMKG menyebut asap tersebut merupakan kiriman dari Pelalawan, Jambi, dan Sumatra Selatan akibat pergerakan angin dari selatan menuju utara. Masyarakat diimbau tetap menggunakan masker untuk mengantisipasi dampak kabut asap.

LATEST NEWS
SPECIAL REPORT