Dua pelajar SMA di Payakumbuh, Sumatera Barat, berhasil menyulap limbah kain bordir menjadi produk fesyen bernilai ekonomi.
Berawal dari kepedulian terhadap banyaknya kain perca yang terbuang, mereka mengolahnya menjadi pakaian, tas, topi, hingga outerwear dengan sentuhan bordir khas. Produk tersebut kemudian dipasarkan melalui media sosial dan sejumlah pameran fesyen.
Menariknya, karya mereka juga membawa pesan budaya Minangkabau. Melalui kode batang pada label produk, konsumen dapat mengakses informasi mengenai adat dan budaya Minang.
Dijual dengan harga sekitar Rp100 ribu hingga Rp300 ribu, kreativitas dua pelajar ini membuktikan bahwa limbah dapat diubah menjadi peluang usaha sekaligus sarana melestarikan budaya lokal.
Milad ke 64 UNRI, Dorong Peningkatan Fasilitas dan Prestasi Mahasiswa
Razia Mendadak! 2 Pengunjung Terindikasi Narkotika
Berkenalan di MiChat, Pria di Pekanbaru Diduga Jadi Korban Pemerasan
Angkut Material untuk Perbaikan Jalan, Tronton Malah Terguling
Bayi Gajah Lahir, Harapan Baru Konservasi Tesso Nilo
63 ISP Bersaing di Riau, Konektivitas Jadi Kunci
Uji Kelayakan Jalan SMA Sultan Rengat, Sejumlah Kerusakan Ditemukan
Lalat Penuhi Rumah Warga, Peternakan Ayam Disorot
Wali Kota Pekanbaru ASN Adalah Pelayan Masyarakat
DPRD Riau Sahkan APBD Perubahan 2026 Rp8,378 Triliun
Massa Desak BPN Riau Buka Data Lahan PT THIP
Aksi Kejar kejaran Warnai Penertiban Gepeng dan Pengamen di Pekanbaru



