logo
Blackout Pekanbaru, Dua Pria Kepergok Polisi Lagi Pesta Ganja di Kafe Naga Sakti Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sambangi Peternak Lokal di Tampan, Polsek Payung Sekaki Perkuat Ketahanan Pangan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Cuaca Riau Hari Ini: BMKG Prediksi Hujan Lokal, Pekanbaru dan Dumai Berpotensi D Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Viral Isu Pocong Bawa Sajam di Manggala Rohil, Datuk Penghulu Tegaskan Hoaks! ‎ Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Harga Emas Hari Ini 23 Mei 2026 Turun Serentak, Antam di Pegadaian Tembus Rp2,8 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Blackout Sumatera! Sebagian Listrik Pekanbaru Masih Padam, Banyak Warga "Ngungsi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Blackout Sumatera, Ditlantas Polda Riau Siaga Penuh: Patroli Blue Light Ditingka Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sumatera Blackout! Pekanbaru Gelap Gulita, Diduga Gangguan Jaringan 275 kV di Mu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Pekanbaru
3 Pesawat Dikerahkan, Operasi Modifikasi Cuaca di Riau Dikebut Cegah Karhutla
Tiga pesawat digunakan untuk penerapan OMC di Riau. (Foto: Istimewa)
3 Pesawat Dikerahkan, Operasi Modifikasi Cuaca di Riau Dikebut Cegah Karhutla
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: boy surya hamta
21 April 2026 | 14:27:42

PEKANBARU-Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau terus diperkuat. Tiga pesawat dikerahkan untuk menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna memicu hujan buatan di wilayah rawan.

Kegiatan ini melibatkan kolaborasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Kehutanan, dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Operasi dilakukan secara intensif dengan memanfaatkan awan potensial, baik siang maupun malam hari.

Kepala BPBD Damkar Riau melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Jim Gafur, menjelaskan bahwa OMC menjadi langkah strategis untuk menjaga kelembapan lahan, khususnya di daerah rawan karhutla. “Saat ini ada tiga pesawat yang aktif melakukan OMC di Riau. Dua berasal dari BNPB dan satu dari Kemenhut bersama BMKG,” ujarnya, Selasa.

Pesawat pertama, Cessna C208 PK-JVH milik BNPB, telah beroperasi selama 21 hari. Selama periode tersebut, pesawat ini mencatat 43 kali penerbangan (sortie) dengan total 43 ton bahan semai berupa garam yang telah disebarkan ke awan.

iklan-view

Pesawat kedua, jenis THRUSH S2R-T34 PK-KHH, juga milik BNPB, telah menjalankan misi selama 11 hari. Pesawat ini mencatat 10 sortie dengan total penyemaian 10 ton garam.

Sementara itu, pesawat ketiga, Casa 212-200 A-2107 milik Kementerian Kehutanan yang berkolaborasi dengan BMKG, baru beroperasi selama empat hari. Meski demikian, pesawat ini sudah melakukan enam sortie dengan total 4,8 ton garam yang disemai.

Jim menegaskan, operasi modifikasi cuaca ini akan terus dilanjutkan selama kondisi atmosfer mendukung. “Kami akan memaksimalkan setiap peluang awan potensial agar hujan bisa turun dan membasahi lahan,” katanya.

Fokus operasi saat ini diarahkan ke wilayah pesisir timur Riau yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap karhutla. Daerah tersebut meliputi Kabupaten Bengkalis, Indragiri Hilir, Siak, Pelalawan, hingga Kota Dumai.

OMC tahap kedua ini menjadi lanjutan dari operasi serupa yang telah dilaksanakan pada awal Februari lalu. Pemerintah berharap langkah ini mampu menekan potensi kebakaran sejak dini, sekaligus mengurangi dampak kabut asap yang kerap terjadi saat musim kemarau. (mcr)

Home / News
3 Pesawat Dikerahkan, Operasi Modifikasi Cuaca di Riau Dikebut Cegah Karhutla
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: boy surya hamta
Rubrik: news | 21 April 2026 | 14:27:42
3 Pesawat Dikerahkan, Operasi Modifikasi Cuaca di Riau Dikebut Cegah Karhutla
Tiga pesawat digunakan untuk penerapan OMC di Riau. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU-Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau terus diperkuat. Tiga pesawat dikerahkan untuk menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna memicu hujan buatan di wilayah rawan.

Kegiatan ini melibatkan kolaborasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Kehutanan, dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Operasi dilakukan secara intensif dengan memanfaatkan awan potensial, baik siang maupun malam hari.

Kepala BPBD Damkar Riau melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Jim Gafur, menjelaskan bahwa OMC menjadi langkah strategis untuk menjaga kelembapan lahan, khususnya di daerah rawan karhutla. “Saat ini ada tiga pesawat yang aktif melakukan OMC di Riau. Dua berasal dari BNPB dan satu dari Kemenhut bersama BMKG,” ujarnya, Selasa.

Pesawat pertama, Cessna C208 PK-JVH milik BNPB, telah beroperasi selama 21 hari. Selama periode tersebut, pesawat ini mencatat 43 kali penerbangan (sortie) dengan total 43 ton bahan semai berupa garam yang telah disebarkan ke awan.

Pesawat kedua, jenis THRUSH S2R-T34 PK-KHH, juga milik BNPB, telah menjalankan misi selama 11 hari. Pesawat ini mencatat 10 sortie dengan total penyemaian 10 ton garam.

Sementara itu, pesawat ketiga, Casa 212-200 A-2107 milik Kementerian Kehutanan yang berkolaborasi dengan BMKG, baru beroperasi selama empat hari. Meski demikian, pesawat ini sudah melakukan enam sortie dengan total 4,8 ton garam yang disemai.

Jim menegaskan, operasi modifikasi cuaca ini akan terus dilanjutkan selama kondisi atmosfer mendukung. “Kami akan memaksimalkan setiap peluang awan potensial agar hujan bisa turun dan membasahi lahan,” katanya.

Fokus operasi saat ini diarahkan ke wilayah pesisir timur Riau yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap karhutla. Daerah tersebut meliputi Kabupaten Bengkalis, Indragiri Hilir, Siak, Pelalawan, hingga Kota Dumai.

OMC tahap kedua ini menjadi lanjutan dari operasi serupa yang telah dilaksanakan pada awal Februari lalu. Pemerintah berharap langkah ini mampu menekan potensi kebakaran sejak dini, sekaligus mengurangi dampak kabut asap yang kerap terjadi saat musim kemarau. (mcr)