
PEKANBARU - Kondisi kelistrikan di Pulau Sumatera, khususnya wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) mulai dari Aceh, Sumut, Sumbar dan Riau, hingga Sabtu (23/5/2026) pagi ini belum normal. Sebagian hidup dan sebagian padam lagi.
Berdasarkan pantauan dan monitoring PekanbaruTV, di kawasan Garuda Sakti Kilometer 3 Pekanbaru, listrik masih padam. Sempat nyala sekitar pukul 21.30 WIB Jumat malam dan "mati hidup" pukul 23.00 WIB, namun pada Sabtu (23/5/2026) pukul 05.00 WIB usai azan Subuh, listrik kembali padam.
Kawasan Garuda Sakti sendiri tak jauh Gardu Induk Kelistrikan Sumbagut. Sebagai informasi, Gardu Induk Garuda Sakti di Pekanbaru berfungsi sebagai pusat pengatur, pengaman, dan pentransformasi tenaga listrik. Gardu ini menurunkan tegangan tinggi (150 kV) menjadi tegangan distribusi menengah, serta mengawasi operasi dan melindungi sistem jaringan listrik untuk wilayah Riau.
Sementara di kawasan lainnya, listrik dilaporkan sudah nyala sejak tengah malam tadi. Terutama di kawasan kota, seperti Jalan Tuanku Tambusai dan Sudirman.
Dari Rumbio, Kampar, listrik juga dilaporkan sudah menyala sejak tengah malam tadi. "Sudah bang, sudah nyala lagi," ujar Ujang, warga Rumbio pagi ini.
Sementara dari Medan, Sumut dilaporkan, akibat listrik yang padam dengan durasi panjang, banyak warga setempat yang memilih "pindah tidur" ke hotel-hotel. "Tak tahan aku, panas kali!" Ujar seorang warga yang mengungsi tidur ke hotel di kawasan Jalan Sisingamangaraja Medan.
Pihak PLN menyampaikan adanya gangguan yang menyebabkan sistem Sumatera Bagian Utara dan Sumatera Bagian Tengah terpisah sehingga berdampak pada padamnya pasokan listrik di sejumlah wilayah.
“Mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Info sementara pukul 18.44 WIB sistem Sumatera Bagian Utara-Sumatera Bagian Tengah terpisah dan Sumatera Bagian Utara padam total,” demikian pernyataan PLN yang diterima di Pekanbaru, Jumat malam.
PLN menyebut gangguan terjadi di sisi sistem transmisi 150 kiloVolt (kV) dan pembangkitan. Saat ini, tim teknis tengah melakukan penanganan untuk memulihkan kondisi sistem kelistrikan.
“Tim kami sedang melakukan penanganan secepat mungkin agar sistem dapat kembali normal,” tulis PLN.
PLN juga menyampaikan beban listrik yang terdampak pemadaman masih dalam proses pendataan. Pihak perusahaan meminta maaf kepada pelanggan atas gangguan layanan yang terjadi. (btn)
PEKANBARU - Kondisi kelistrikan di Pulau Sumatera, khususnya wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) mulai dari Aceh, Sumut, Sumbar dan Riau, hingga Sabtu (23/5/2026) pagi ini belum normal. Sebagian hidup dan sebagian padam lagi.
Berdasarkan pantauan dan monitoring PekanbaruTV, di kawasan Garuda Sakti Kilometer 3 Pekanbaru, listrik masih padam. Sempat nyala sekitar pukul 21.30 WIB Jumat malam dan "mati hidup" pukul 23.00 WIB, namun pada Sabtu (23/5/2026) pukul 05.00 WIB usai azan Subuh, listrik kembali padam.
Kawasan Garuda Sakti sendiri tak jauh Gardu Induk Kelistrikan Sumbagut. Sebagai informasi, Gardu Induk Garuda Sakti di Pekanbaru berfungsi sebagai pusat pengatur, pengaman, dan pentransformasi tenaga listrik. Gardu ini menurunkan tegangan tinggi (150 kV) menjadi tegangan distribusi menengah, serta mengawasi operasi dan melindungi sistem jaringan listrik untuk wilayah Riau.
Sementara di kawasan lainnya, listrik dilaporkan sudah nyala sejak tengah malam tadi. Terutama di kawasan kota, seperti Jalan Tuanku Tambusai dan Sudirman.
Dari Rumbio, Kampar, listrik juga dilaporkan sudah menyala sejak tengah malam tadi. "Sudah bang, sudah nyala lagi," ujar Ujang, warga Rumbio pagi ini.
Sementara dari Medan, Sumut dilaporkan, akibat listrik yang padam dengan durasi panjang, banyak warga setempat yang memilih "pindah tidur" ke hotel-hotel. "Tak tahan aku, panas kali!" Ujar seorang warga yang mengungsi tidur ke hotel di kawasan Jalan Sisingamangaraja Medan.
Pihak PLN menyampaikan adanya gangguan yang menyebabkan sistem Sumatera Bagian Utara dan Sumatera Bagian Tengah terpisah sehingga berdampak pada padamnya pasokan listrik di sejumlah wilayah.
“Mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Info sementara pukul 18.44 WIB sistem Sumatera Bagian Utara-Sumatera Bagian Tengah terpisah dan Sumatera Bagian Utara padam total,” demikian pernyataan PLN yang diterima di Pekanbaru, Jumat malam.
PLN menyebut gangguan terjadi di sisi sistem transmisi 150 kiloVolt (kV) dan pembangkitan. Saat ini, tim teknis tengah melakukan penanganan untuk memulihkan kondisi sistem kelistrikan.
“Tim kami sedang melakukan penanganan secepat mungkin agar sistem dapat kembali normal,” tulis PLN.
PLN juga menyampaikan beban listrik yang terdampak pemadaman masih dalam proses pendataan. Pihak perusahaan meminta maaf kepada pelanggan atas gangguan layanan yang terjadi. (btn)