logo
Kabar dari Tanah Suci: Hilang sejak 15 Mei, Calhaj Kloter JKG 27 Ditemukan Menin Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Blackout Pekanbaru, Dua Pria Kepergok Polisi Lagi Pesta Ganja di Kafe Naga Sakti Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sambangi Peternak Lokal di Tampan, Polsek Payung Sekaki Perkuat Ketahanan Pangan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Cuaca Riau Hari Ini: BMKG Prediksi Hujan Lokal, Pekanbaru dan Dumai Berpotensi D Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Viral Isu Pocong Bawa Sajam di Manggala Rohil, Datuk Penghulu Tegaskan Hoaks! ‎ Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Harga Emas Hari Ini 23 Mei 2026 Turun Serentak, Antam di Pegadaian Tembus Rp2,8 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Blackout Sumatera! Sebagian Listrik Pekanbaru Masih Padam, Banyak Warga "Ngungsi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Blackout Sumatera, Ditlantas Polda Riau Siaga Penuh: Patroli Blue Light Ditingka Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Pekanbaru
Mitigasi Kelistrikan Diperkuat, Pemko Pekanbaru dan PLN Bersinergi Tekan Risiko Kebakaran
Manajemen PLN bersama Pekanbaru rapat sinergitas. (Foto: Istimewa)
Mitigasi Kelistrikan Diperkuat, Pemko Pekanbaru dan PLN Bersinergi Tekan Risiko Kebakaran
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: boy surya hamta
28 April 2026 | 15:13:29

PEKANBARU-Pemerintah Kota Pekanbaru bersama PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Riau dan Kepulauan Riau menggelar rapat koordinasi lanjutan, Selasa (28/4/2026) guna memastikan sistem mitigasi kelistrikan berjalan lebih efektif dan menyentuh masyarakat berisiko tinggi.

Rapat yang berlangsung di Pekanbaru ini dihadiri General Manager PLN UID Riau dan Kepulauan Riau Didik Wicaksono serta jajaran Pemko Pekanbaru.

Pertemuan tersebut membahas langkah konkret memperkuat sinergi lintas sektor dalam mencegah kebakaran yang dipicu instalasi listrik bermasalah.

Didik Wicaksono menegaskan, kolaborasi antara PLN dan pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam mempercepat respons serta meningkatkan pencegahan.

iklan-view

Menurutnya, koordinasi berkelanjutan mampu menciptakan sistem mitigasi yang lebih terintegrasi dan responsif terhadap potensi gangguan.

PLN, lanjut Didik, terus mengedepankan langkah preventif melalui pemeliharaan jaringan secara rutin, edukasi keselamatan ketenagalistrikan, hingga peningkatan respons cepat terhadap laporan masyarakat.

Dia juga mengingatkan pentingnya penggunaan instalasi listrik sesuai standar untuk mencegah korsleting yang berpotensi memicu kebakaran.

Sementara itu, Plh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemko Pekanbaru, Zulhelmi Arifin, menyebut fokus mitigasi akan diarahkan ke wilayah rawan.

Sasaran utama meliputi kawasan padat penduduk, masyarakat kurang mampu, serta daerah yang sulit dijangkau armada pemadam kebakaran.

“Program inspeksi instalasi listrik bersama akan kami intensifkan. Langkah ini penting untuk mendeteksi potensi bahaya sejak dini dan mempercepat penanganan di lapangan,” ujarnya.

Dalam rakor tersebut, kedua pihak juga menyepakati peningkatan koordinasi teknis, khususnya dalam percepatan komunikasi pemadaman listrik saat terjadi kebakaran.

Hal ini dinilai krusial agar proses pemadaman oleh petugas tidak terkendala aliran listrik aktif.

Selain fokus mitigasi, PLN juga menyatakan kesiapan mendukung Hari Jadi Kota Pekanbaru ke-242 pada 23 Juni 2026 melalui keandalan pasokan listrik serta program promo tambah daya bagi masyarakat.

Penguatan sinergi ini diharapkan mampu menekan angka kebakaran akibat listrik di Pekanbaru, sekaligus meningkatkan keselamatan dan kenyamanan masyarakat secara menyeluruh. (*)

Home / News
Mitigasi Kelistrikan Diperkuat, Pemko Pekanbaru dan PLN Bersinergi Tekan Risiko Kebakaran
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: boy surya hamta
Rubrik: news | 28 April 2026 | 15:13:29
Mitigasi Kelistrikan Diperkuat, Pemko Pekanbaru dan PLN Bersinergi Tekan Risiko Kebakaran
Manajemen PLN bersama Pekanbaru rapat sinergitas. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU-Pemerintah Kota Pekanbaru bersama PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Riau dan Kepulauan Riau menggelar rapat koordinasi lanjutan, Selasa (28/4/2026) guna memastikan sistem mitigasi kelistrikan berjalan lebih efektif dan menyentuh masyarakat berisiko tinggi.

Rapat yang berlangsung di Pekanbaru ini dihadiri General Manager PLN UID Riau dan Kepulauan Riau Didik Wicaksono serta jajaran Pemko Pekanbaru.

Pertemuan tersebut membahas langkah konkret memperkuat sinergi lintas sektor dalam mencegah kebakaran yang dipicu instalasi listrik bermasalah.

Didik Wicaksono menegaskan, kolaborasi antara PLN dan pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam mempercepat respons serta meningkatkan pencegahan.

Menurutnya, koordinasi berkelanjutan mampu menciptakan sistem mitigasi yang lebih terintegrasi dan responsif terhadap potensi gangguan.

PLN, lanjut Didik, terus mengedepankan langkah preventif melalui pemeliharaan jaringan secara rutin, edukasi keselamatan ketenagalistrikan, hingga peningkatan respons cepat terhadap laporan masyarakat.

Dia juga mengingatkan pentingnya penggunaan instalasi listrik sesuai standar untuk mencegah korsleting yang berpotensi memicu kebakaran.

Sementara itu, Plh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemko Pekanbaru, Zulhelmi Arifin, menyebut fokus mitigasi akan diarahkan ke wilayah rawan.

Sasaran utama meliputi kawasan padat penduduk, masyarakat kurang mampu, serta daerah yang sulit dijangkau armada pemadam kebakaran.

“Program inspeksi instalasi listrik bersama akan kami intensifkan. Langkah ini penting untuk mendeteksi potensi bahaya sejak dini dan mempercepat penanganan di lapangan,” ujarnya.

Dalam rakor tersebut, kedua pihak juga menyepakati peningkatan koordinasi teknis, khususnya dalam percepatan komunikasi pemadaman listrik saat terjadi kebakaran.

Hal ini dinilai krusial agar proses pemadaman oleh petugas tidak terkendala aliran listrik aktif.

Selain fokus mitigasi, PLN juga menyatakan kesiapan mendukung Hari Jadi Kota Pekanbaru ke-242 pada 23 Juni 2026 melalui keandalan pasokan listrik serta program promo tambah daya bagi masyarakat.

Penguatan sinergi ini diharapkan mampu menekan angka kebakaran akibat listrik di Pekanbaru, sekaligus meningkatkan keselamatan dan kenyamanan masyarakat secara menyeluruh. (*)