logo
Blackout Sumatera, Ditlantas Polda Riau Siaga Penuh: Patroli Blue Light Ditingka Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sumatera Blackout! Pekanbaru Gelap Gulita, Diduga Gangguan Jaringan 275 kV di Mu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Nekat Haji Lewat Jalur Nonprosedural, 6 WNI Dicegah Berangkat di Bandara SSK II Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Tersungkur ke Rp17.673 per Dolar AS, Jadi Mata Uang Terlemah Sepekan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ratusan Mahasiswa Demo Polda Riau, Desak Penindakan Mafia BBM Ilegal dan Copot K Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polresta Pekanbaru Dalami Kasus Dugaan Pengeroyokan di SMK Pertanian, Pihak Seko Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Toko Elektronik Online Palsu Tipu Korban Rp154 Juta, Polresta Pekanbaru Bekuk Pe Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Trump dan Netanyahu Perang Mulut di Telepon Gara-gara AS Tunda Serangan Besar ke Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Pekanbaru
Puasa Dzulhijah, Haruskah Dilakukan Penuh 9 Hari Berurutan?
Puasa Dzulhijah. (Foto: Istimewa)
Puasa Dzulhijah, Haruskah Dilakukan Penuh 9 Hari Berurutan?
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: boy surya hamta
21 Mei 2026 | 13:54:34

PEKANBARU-Memasuki awal Zulhijah, umat Islam disunnahkan untuk memperbanyak amal saleh, salah satunya berpuasa sunnah. Anjuran puasa ini dapat dilakukan mulai tanggal 1-9 Zulhijah.

Namun, banyak umat Islam yang bertanya, apakah puasa Zulhijah harus dilakukan secara penuh selama 9 hari berurutan? Jika tidak mampu melakukan semuanya, apakah tetap mendapatkan pahala?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, simak penjelasan hukum dan ketentuannya yang dirangkum detikHikmah berikut ini.

Dalam buku Rahasia dan Keutamaan Puasa Sunah karya Abdul Wahid dijelaskan, puasa Zulhijah merupakan ibadah puasa sunnah yang dilakukan pada awal bulan Zulhijah, yakni tanggal 1-9. Umat Islam diharamkan untuk berpuasa pada 10 Zulhijah, karena merupakan Hari Raya Idul Adha.

iklan-view

Dalam pelaksanaannya, sering kali umat Islam merasa ragu, apakah puasa Zulhijah harus dilakukan 9 hari penuh secara berurutan?

Jawabannya tidak. Puasa Zulhijah merupakan ibadah sunnah, umat Islam tidak diwajibkan untuk melakukan puasa Zulhijah sembilan hari penuh secara berurutan. Puasa Zulhijah bisa dilakukan pada hari-hari tertentu sesuai kemampuan masing-masing.

Untuk tata cara puasa Zulhijah sama dengan puasa lainnya. Puasa ini dilakukan sebanyak sembilan hari pada bulan Zulhijah.

Sama seperti puasa pada umumnya, hal-hal yang membatalkan puasa sunnah Zulhijah sama persis seperti hal-hal yang membatalkan puasa wajib. Perbedaan hanya terletak pada status hukum. Jika umat Islam melakukan puasa Zulhijah kemudian batal, maka tidak ada kewajiban untuk menggantinya di hari lain.

Bacaan Niat Puasa Zulhijah

Dikutip dari buku Siapa Berpuasa Dimudahkan Urusannya karya Khalifa Zain Nasrullah, berikut bacaan niat puasa sunnah bulan Zulhijah:

Niat Puasa Zulhijah Hari ke-1-7

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذُوالْحِجَّةٌ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى


Nawaitu shauma syahru dzulhijjah sunnatan lillaahi ta'aala.

Artinya: "Aku berniat puasa bulan Zulhijah, sunnah karena Allah Ta'ala."


Niat Puasa 8 Zulhijah (Puasa Tarwiyah)

نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى


Nawaitu shauma tarwiyatin sunnatan lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Aku berniat puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah Ta'ala."


Niat Puasa 9 Zulhijah (Puasa Arafah)

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى


Nawaitu shauma 'arafata sunnatan lillaahi ta'aala.

Artinya: "Aku berniat puasa Arafah, sunnah karena Allah Ta'ala."


Keutamaan Puasa Zulhijah

Masih mengutip dari sumber sebelumnya, keutamaan puasa 9 hari pertama bulan Zulhijah dijelaskan dalam sebuah hadits. Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada hari di mana suatu amal saleh lebih dicintai Allah melebihi amal saleh yang dilakukan di sepuluh hari ini (sepuluh hari pertama Zulhijah)."

Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, termasuk lebih utama dari jihad di jalan Allah?"

Rasulullah SAW menjawab, "Termasuk lebih utama dibanding jihad di jalan Allah, kecuali orang-orang yang berangkat berjihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada seorang pun yang kembali." (HR Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)

Puasa Arafah juga memiliki keutamaan diampuninya dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Rasulullah SAW bersabda, "Aku berharap kepada Allah agar puasa hari Arafah dapat menghapuskan (dosa) setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya." (HR Muslim). (dtc)

Home / News
Puasa Dzulhijah, Haruskah Dilakukan Penuh 9 Hari Berurutan?
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: boy surya hamta
Rubrik: news | 21 Mei 2026 | 13:54:34
Puasa Dzulhijah, Haruskah Dilakukan Penuh 9 Hari Berurutan?
Puasa Dzulhijah. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU-Memasuki awal Zulhijah, umat Islam disunnahkan untuk memperbanyak amal saleh, salah satunya berpuasa sunnah. Anjuran puasa ini dapat dilakukan mulai tanggal 1-9 Zulhijah.

Namun, banyak umat Islam yang bertanya, apakah puasa Zulhijah harus dilakukan secara penuh selama 9 hari berurutan? Jika tidak mampu melakukan semuanya, apakah tetap mendapatkan pahala?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, simak penjelasan hukum dan ketentuannya yang dirangkum detikHikmah berikut ini.

Dalam buku Rahasia dan Keutamaan Puasa Sunah karya Abdul Wahid dijelaskan, puasa Zulhijah merupakan ibadah puasa sunnah yang dilakukan pada awal bulan Zulhijah, yakni tanggal 1-9. Umat Islam diharamkan untuk berpuasa pada 10 Zulhijah, karena merupakan Hari Raya Idul Adha.

Dalam pelaksanaannya, sering kali umat Islam merasa ragu, apakah puasa Zulhijah harus dilakukan 9 hari penuh secara berurutan?

Jawabannya tidak. Puasa Zulhijah merupakan ibadah sunnah, umat Islam tidak diwajibkan untuk melakukan puasa Zulhijah sembilan hari penuh secara berurutan. Puasa Zulhijah bisa dilakukan pada hari-hari tertentu sesuai kemampuan masing-masing.

Untuk tata cara puasa Zulhijah sama dengan puasa lainnya. Puasa ini dilakukan sebanyak sembilan hari pada bulan Zulhijah.

Sama seperti puasa pada umumnya, hal-hal yang membatalkan puasa sunnah Zulhijah sama persis seperti hal-hal yang membatalkan puasa wajib. Perbedaan hanya terletak pada status hukum. Jika umat Islam melakukan puasa Zulhijah kemudian batal, maka tidak ada kewajiban untuk menggantinya di hari lain.

Bacaan Niat Puasa Zulhijah

Dikutip dari buku Siapa Berpuasa Dimudahkan Urusannya karya Khalifa Zain Nasrullah, berikut bacaan niat puasa sunnah bulan Zulhijah:

Niat Puasa Zulhijah Hari ke-1-7

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذُوالْحِجَّةٌ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى


Nawaitu shauma syahru dzulhijjah sunnatan lillaahi ta'aala.

Artinya: "Aku berniat puasa bulan Zulhijah, sunnah karena Allah Ta'ala."


Niat Puasa 8 Zulhijah (Puasa Tarwiyah)

نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى


Nawaitu shauma tarwiyatin sunnatan lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Aku berniat puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah Ta'ala."


Niat Puasa 9 Zulhijah (Puasa Arafah)

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى


Nawaitu shauma 'arafata sunnatan lillaahi ta'aala.

Artinya: "Aku berniat puasa Arafah, sunnah karena Allah Ta'ala."


Keutamaan Puasa Zulhijah

Masih mengutip dari sumber sebelumnya, keutamaan puasa 9 hari pertama bulan Zulhijah dijelaskan dalam sebuah hadits. Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada hari di mana suatu amal saleh lebih dicintai Allah melebihi amal saleh yang dilakukan di sepuluh hari ini (sepuluh hari pertama Zulhijah)."

Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, termasuk lebih utama dari jihad di jalan Allah?"

Rasulullah SAW menjawab, "Termasuk lebih utama dibanding jihad di jalan Allah, kecuali orang-orang yang berangkat berjihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada seorang pun yang kembali." (HR Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)

Puasa Arafah juga memiliki keutamaan diampuninya dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Rasulullah SAW bersabda, "Aku berharap kepada Allah agar puasa hari Arafah dapat menghapuskan (dosa) setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya." (HR Muslim). (dtc)