
PEKANBARU – Kabar duka kembali datang dari rombongan calon jemaah haji (CJH) Provinsi Riau. Seorang CJH asal Kota Pekanbaru, Mery Aganmar (54), wafat setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Awal Bros (RSAB) Botania Batam.
Mery mengembuskan napas terakhir pada Kamis (21/5/2026) pukul 06.41 WIB setelah dirawat sejak 24 April 2026 akibat anemia berat dan sejumlah penyakit penyerta lainnya.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon, mengatakan almarhumah merupakan jemaah yang tergabung dalam Kloter BTH 03 dengan nomor porsi 400102166. Almarhumah tercatat sebagai warga Jalan Payung Sekaki, Kelurahan Bambu Kuning, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru.
“Almarhumah sebelumnya dijadwalkan masuk Asrama Haji pada 23 April 2026 dan berangkat menuju Madinah pada 24 April bersama Kloter BTH 03,” kata Defizon.
Namun, kondisi kesehatan almarhumah tidak memungkinkan untuk diberangkatkan setelah hasil pemeriksaan medis menyatakan belum layak terbang. Selanjutnya, Mery menjalani perawatan di RSAB Botania Batam hingga akhirnya meninggal dunia.
Menurut Defizon, almarhumah didiagnosis mengalami anemia berat dengan kadar hemoglobin (Hb) 6 serta penyakit penyerta lainnya yang memerlukan penanganan intensif.
“Atas nama pribadi dan instansi, kami menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya almarhumah. Semoga husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujarnya. (mcr)
PEKANBARU – Kabar duka kembali datang dari rombongan calon jemaah haji (CJH) Provinsi Riau. Seorang CJH asal Kota Pekanbaru, Mery Aganmar (54), wafat setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Awal Bros (RSAB) Botania Batam.
Mery mengembuskan napas terakhir pada Kamis (21/5/2026) pukul 06.41 WIB setelah dirawat sejak 24 April 2026 akibat anemia berat dan sejumlah penyakit penyerta lainnya.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon, mengatakan almarhumah merupakan jemaah yang tergabung dalam Kloter BTH 03 dengan nomor porsi 400102166. Almarhumah tercatat sebagai warga Jalan Payung Sekaki, Kelurahan Bambu Kuning, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru.
“Almarhumah sebelumnya dijadwalkan masuk Asrama Haji pada 23 April 2026 dan berangkat menuju Madinah pada 24 April bersama Kloter BTH 03,” kata Defizon.
Namun, kondisi kesehatan almarhumah tidak memungkinkan untuk diberangkatkan setelah hasil pemeriksaan medis menyatakan belum layak terbang. Selanjutnya, Mery menjalani perawatan di RSAB Botania Batam hingga akhirnya meninggal dunia.
Menurut Defizon, almarhumah didiagnosis mengalami anemia berat dengan kadar hemoglobin (Hb) 6 serta penyakit penyerta lainnya yang memerlukan penanganan intensif.
“Atas nama pribadi dan instansi, kami menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya almarhumah. Semoga husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujarnya. (mcr)