logo
Kabar dari Tanah Suci: 120 Jemaah Haji Kampar Latihan Lempar Jumrah di Jamarat, Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Harga Sawit Petani Riau Terjun Bebas, Dugaan Efek CPO dan Wacana Ekspor BUMN Men Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DBD Mengganas di Riau: 1.682 Warga Terjangkit, 12 Meninggal, Pekanbaru dan Rohil Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kabar dari Tanah Suci: Timwas DPR Temukan Kamar Jemaah Over Kapasitas, Standar H Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kabar dari Tanah Suci: Hilang sejak 15 Mei, Calhaj Kloter JKG 27 Ditemukan Menin Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Blackout Pekanbaru, Dua Pria Kepergok Polisi Lagi Pesta Ganja di Kafe Naga Sakti Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sambangi Peternak Lokal di Tampan, Polsek Payung Sekaki Perkuat Ketahanan Pangan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Cuaca Riau Hari Ini: BMKG Prediksi Hujan Lokal, Pekanbaru dan Dumai Berpotensi D Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Ekonomi / PERKEBUNAN
Harga Sawit Petani Riau Terjun Bebas, Dugaan Efek CPO dan Wacana Ekspor BUMN Mencuat
Ilustrasi. Harga sawit petani Riau terjun bebas.
Harga Sawit Petani Riau Terjun Bebas, Dugaan Efek CPO dan Wacana Ekspor BUMN Mencuat
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
23 Mei 2026 | 20:17:47

PEKANBARU — Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau meminta perusahaan perkebunan dan pabrik kelapa sawit tidak menurunkan harga tandan buah segar (TBS) sawit petani secara sepihak tanpa alasan yang jelas.

Permintaan itu menyusul anjloknya harga TBS sawit di sejumlah daerah di Riau dalam dua hari terakhir. Bahkan di beberapa wilayah, harga sawit petani jatuh drastis hingga di bawah Rp2.000 per kilogram.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Disbun Riau, Vera Virgianti, mengatakan pihaknya telah bergerak cepat merespons kondisi tersebut dengan melakukan koordinasi langsung serta mengirimkan surat kepada pihak terkait.

“Kepala Dinas sudah membuat surat ke kabupaten/kota untuk mengantisipasi penurunan harga TBS,” kata Vera di Pekanbaru, Sabtu (23/5/2026) seperti dikutip antaranews.

iklan-view

Surat itu ditujukan kepada dinas yang membidangi perkebunan di kabupaten/kota, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), perusahaan perkebunan lintas kabupaten/kota, hingga asosiasi petani sawit.

Dalam surat tersebut, Disbun Riau meminta seluruh pihak ikut mengawal harga sawit petani dan tidak melakukan penurunan harga TBS secara sepihak tanpa dasar yang jelas.

Perusahaan juga diminta tetap menerima TBS petani sesuai harga penetapan Disbun Riau periode 20–26 Mei 2026. Untuk kelompok umur tanaman 9 tahun, harga tertinggi ditetapkan sebesar Rp3.857,14 per kilogram.

Namun di lapangan, harga TBS justru terus merosot sejak Kamis (21/5). Di sejumlah daerah, harga sawit petani turun dari kisaran Rp2.800 per kilogram menjadi Rp2.200 per kilogram, bahkan ada yang terjun bebas di bawah Rp2.000 per kilogram.

Di Kecamatan Kubu, Kabupaten Rokan Hilir, harga TBS pada Sabtu (23/5) hanya dihargai Rp1.750 per kilogram. Sementara di Toro Jaya, Kabupaten Pelalawan, harga sawit berada di kisaran Rp1.800 per kilogram.

Penurunan harga TBS ini tidak hanya terjadi di Riau, tetapi juga secara nasional. Kondisi tersebut diduga dipicu melemahnya harga crude palm oil (CPO) dunia serta kebijakan pemerintah terkait wacana BUMN sebagai eksportir tunggal, yang disebut-sebut berdampak pada pemotongan harga pembelian TBS di tingkat pabrik. (ntr)

Home / Ekonomi
Harga Sawit Petani Riau Terjun Bebas, Dugaan Efek CPO dan Wacana Ekspor BUMN Mencuat
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
Rubrik: ekonomi | 23 Mei 2026 | 20:17:47
Harga Sawit Petani Riau Terjun Bebas, Dugaan Efek CPO dan Wacana Ekspor BUMN Mencuat
Ilustrasi. Harga sawit petani Riau terjun bebas.

PEKANBARU — Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau meminta perusahaan perkebunan dan pabrik kelapa sawit tidak menurunkan harga tandan buah segar (TBS) sawit petani secara sepihak tanpa alasan yang jelas.

Permintaan itu menyusul anjloknya harga TBS sawit di sejumlah daerah di Riau dalam dua hari terakhir. Bahkan di beberapa wilayah, harga sawit petani jatuh drastis hingga di bawah Rp2.000 per kilogram.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Disbun Riau, Vera Virgianti, mengatakan pihaknya telah bergerak cepat merespons kondisi tersebut dengan melakukan koordinasi langsung serta mengirimkan surat kepada pihak terkait.

“Kepala Dinas sudah membuat surat ke kabupaten/kota untuk mengantisipasi penurunan harga TBS,” kata Vera di Pekanbaru, Sabtu (23/5/2026) seperti dikutip antaranews.

Surat itu ditujukan kepada dinas yang membidangi perkebunan di kabupaten/kota, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), perusahaan perkebunan lintas kabupaten/kota, hingga asosiasi petani sawit.

Dalam surat tersebut, Disbun Riau meminta seluruh pihak ikut mengawal harga sawit petani dan tidak melakukan penurunan harga TBS secara sepihak tanpa dasar yang jelas.

Perusahaan juga diminta tetap menerima TBS petani sesuai harga penetapan Disbun Riau periode 20–26 Mei 2026. Untuk kelompok umur tanaman 9 tahun, harga tertinggi ditetapkan sebesar Rp3.857,14 per kilogram.

Namun di lapangan, harga TBS justru terus merosot sejak Kamis (21/5). Di sejumlah daerah, harga sawit petani turun dari kisaran Rp2.800 per kilogram menjadi Rp2.200 per kilogram, bahkan ada yang terjun bebas di bawah Rp2.000 per kilogram.

Di Kecamatan Kubu, Kabupaten Rokan Hilir, harga TBS pada Sabtu (23/5) hanya dihargai Rp1.750 per kilogram. Sementara di Toro Jaya, Kabupaten Pelalawan, harga sawit berada di kisaran Rp1.800 per kilogram.

Penurunan harga TBS ini tidak hanya terjadi di Riau, tetapi juga secara nasional. Kondisi tersebut diduga dipicu melemahnya harga crude palm oil (CPO) dunia serta kebijakan pemerintah terkait wacana BUMN sebagai eksportir tunggal, yang disebut-sebut berdampak pada pemotongan harga pembelian TBS di tingkat pabrik. (ntr)