logo
Harga Sawit Petani Riau Terjun Bebas, Dugaan Efek CPO dan Wacana Ekspor BUMN Men Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DBD Mengganas di Riau: 1.682 Warga Terjangkit, 12 Meninggal, Pekanbaru dan Rohil Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kabar dari Tanah Suci: Timwas DPR Temukan Kamar Jemaah Over Kapasitas, Standar H Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kabar dari Tanah Suci: Hilang sejak 15 Mei, Calhaj Kloter JKG 27 Ditemukan Menin Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Blackout Pekanbaru, Dua Pria Kepergok Polisi Lagi Pesta Ganja di Kafe Naga Sakti Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sambangi Peternak Lokal di Tampan, Polsek Payung Sekaki Perkuat Ketahanan Pangan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Cuaca Riau Hari Ini: BMKG Prediksi Hujan Lokal, Pekanbaru dan Dumai Berpotensi D Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Viral Isu Pocong Bawa Sajam di Manggala Rohil, Datuk Penghulu Tegaskan Hoaks! ‎ Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / INFO HAJI 2026
Kabar dari Tanah Suci: Timwas DPR Temukan Kamar Jemaah Over Kapasitas, Standar Haji Dipertanyakan
Anggota Timwas Haji DPR RI Sri Wulan menemukan sejumlah persoalan pelayanan jemaah haji saat melakukan peninjauan di Hotel 502 Safwat Alshuruq, Sektor 5 Raudhah, Makkah, Arab Saudi, Jumat (22/5/2026). Foto: Dok.SN)
Kabar dari Tanah Suci: Timwas DPR Temukan Kamar Jemaah Over Kapasitas, Standar Haji Dipertanyakan
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
23 Mei 2026 | 19:01:30

MAKKAH -- Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI tahun 2026 menyoroti potensi kepadatan kamar jemaah saat melakukan inspeksi di Hotel 502 Safwat Alshuruq, Sektor 5 Raudhah, Makkah, Jumat (22/5/2026) waktu setempat.

Anggota Timwas Haji DPR RI, Sri Wulan, mengatakan hotel dengan kapasitas sekitar 6.700 jemaah itu menjadi salah satu titik pemantauan pelayanan akomodasi jemaah Indonesia di Tanah Suci.

Dalam peninjauan tersebut, Timwas menemukan adanya kamar yang dihuni lima jemaah. Padahal, kesepakatan awal antara DPR RI dan pemerintah menetapkan kapasitas maksimal hanya empat orang per kamar.

"Kami menemukan ada kamar yang diisi lima orang, sementara kesepakatan awalnya empat orang per kamar. Ini tentu menjadi perhatian serius agar pelayanan kepada jemaah tetap sesuai standar," ujar politisi Fraksi Partai NasDem itu.

iklan-view

Menurut Sri Wulan, persoalan kepadatan kamar bukan sekadar menyangkut fasilitas penginapan, tetapi juga berdampak langsung pada kondisi fisik jemaah yang membutuhkan waktu istirahat optimal di tengah cuaca ekstrem dan padatnya rangkaian ibadah haji.

Ia menilai kenyamanan akomodasi menjadi faktor krusial, terutama menjelang puncak ibadah haji ketika aktivitas jemaah meningkat dan kebutuhan pemulihan fisik semakin besar.

Meski belum memperoleh data pasti terkait jumlah kamar yang melebihi kapasitas, Timwas DPR RI meminta penyelenggara haji segera melakukan verifikasi menyeluruh dan pengawasan ketat agar standar pelayanan tetap terjaga.

Sri Wulan menegaskan pengawasan langsung ke hotel-hotel jemaah akan terus dilakukan untuk memastikan kualitas layanan yang diterima jemaah tidak hanya sebatas laporan administrasi, tetapi benar-benar dirasakan di lapangan.

"Pengawasan ini penting supaya pelayanan kepada jemaah tetap sesuai komitmen dan standar yang sudah disepakati," tegasnya. (cnn)

Home / News
Kabar dari Tanah Suci: Timwas DPR Temukan Kamar Jemaah Over Kapasitas, Standar Haji Dipertanyakan
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
Rubrik: news | 23 Mei 2026 | 19:01:30
Kabar dari Tanah Suci: Timwas DPR Temukan Kamar Jemaah Over Kapasitas, Standar Haji Dipertanyakan
Anggota Timwas Haji DPR RI Sri Wulan menemukan sejumlah persoalan pelayanan jemaah haji saat melakukan peninjauan di Hotel 502 Safwat Alshuruq, Sektor 5 Raudhah, Makkah, Arab Saudi, Jumat (22/5/2026). Foto: Dok.SN)

MAKKAH -- Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI tahun 2026 menyoroti potensi kepadatan kamar jemaah saat melakukan inspeksi di Hotel 502 Safwat Alshuruq, Sektor 5 Raudhah, Makkah, Jumat (22/5/2026) waktu setempat.

Anggota Timwas Haji DPR RI, Sri Wulan, mengatakan hotel dengan kapasitas sekitar 6.700 jemaah itu menjadi salah satu titik pemantauan pelayanan akomodasi jemaah Indonesia di Tanah Suci.

Dalam peninjauan tersebut, Timwas menemukan adanya kamar yang dihuni lima jemaah. Padahal, kesepakatan awal antara DPR RI dan pemerintah menetapkan kapasitas maksimal hanya empat orang per kamar.

"Kami menemukan ada kamar yang diisi lima orang, sementara kesepakatan awalnya empat orang per kamar. Ini tentu menjadi perhatian serius agar pelayanan kepada jemaah tetap sesuai standar," ujar politisi Fraksi Partai NasDem itu.

Menurut Sri Wulan, persoalan kepadatan kamar bukan sekadar menyangkut fasilitas penginapan, tetapi juga berdampak langsung pada kondisi fisik jemaah yang membutuhkan waktu istirahat optimal di tengah cuaca ekstrem dan padatnya rangkaian ibadah haji.

Ia menilai kenyamanan akomodasi menjadi faktor krusial, terutama menjelang puncak ibadah haji ketika aktivitas jemaah meningkat dan kebutuhan pemulihan fisik semakin besar.

Meski belum memperoleh data pasti terkait jumlah kamar yang melebihi kapasitas, Timwas DPR RI meminta penyelenggara haji segera melakukan verifikasi menyeluruh dan pengawasan ketat agar standar pelayanan tetap terjaga.

Sri Wulan menegaskan pengawasan langsung ke hotel-hotel jemaah akan terus dilakukan untuk memastikan kualitas layanan yang diterima jemaah tidak hanya sebatas laporan administrasi, tetapi benar-benar dirasakan di lapangan.

"Pengawasan ini penting supaya pelayanan kepada jemaah tetap sesuai komitmen dan standar yang sudah disepakati," tegasnya. (cnn)