logo
Menag Hadiri MTQ Riau ke-44 di Kuansing, Pawai Ta'aruf Meriah, Diwarnai Insiden Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Perang AS-Iran Pecah Lagi, Kedua Negara Saling Serang usai Gencatan Senjata Runt Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi PIALA DUNIA 2026: Wakil Asia Terbelah, Mesir Lolos, Spanyol dan Prancis Perkasa Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Tanggapi Harapan DPRD Riau, Fazar Muhardi: Kita Sedang Jalankan Program Kerja 10 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Update Harga Emas Antam Sabtu 27 Juni 2026: Naik Rp5.000, Buyback Tembus Rp2,378 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BMKG Pantau 17 Hotspot di Riau, Rohil dan Inhu Jadi Wilayah Terbanyak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Efisiensi Anggaran MBG Jadi Sentimen Positif, Rupiah Berbalik Menguat di Akhir P Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Riau Kebut Penerbitan IPR, 34 Wilayah Pertambangan Rakyat di Kuansing Segera Dil Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Pekanbaru
Pemprov Riau Tiadakan Rekrutmen PNS 2026, Belanja Pegawai Lewati 30 Persen
Pemprov Riau meniadakan Rekrutmen PNS tahun 2026. (Foto: Istimewa)
Pemprov Riau Tiadakan Rekrutmen PNS 2026, Belanja Pegawai Lewati 30 Persen
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: boy surya hamta
10 Juni 2026 | 11:52:55

PEKANBARU-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau memastikan tidak membuka rekrutmen Pegawai Negeri Sipil (PNS) baru pada tahun anggaran 2026. Kebijakan tersebut diambil karena jumlah aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Riau dinilai sudah cukup besar, sementara beban belanja pegawai telah melampaui batas yang ditetapkan pemerintah pusat.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Riau, Budi Fakhri, mengatakan penghentian sementara penerimaan PNS dilakukan sebagai langkah penyesuaian terhadap kondisi keuangan daerah dan komposisi pegawai yang ada saat ini.

“Untuk tahun ini, Pemprov Riau dipastikan tidak akan melakukan rekrutmen PNS baru terlebih dahulu. Langkah ini harus diambil karena saat ini jumlah total pegawai di lingkungan pemerintah provinsi sudah terhitung cukup banyak dan padat,” kata Budi Fakhri di Pekanbaru, Rabu (10/6/2026).

Menurutnya, meningkatnya jumlah ASN merupakan dampak dari kebijakan pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dalam jumlah besar pada beberapa periode terakhir.

iklan-view

Selain faktor jumlah pegawai, kondisi fiskal daerah juga menjadi pertimbangan utama. Saat ini, porsi belanja pegawai dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Riau telah berada di atas 30 persen.

Budi menjelaskan, kondisi tersebut membuat pemerintah daerah harus lebih selektif dalam menambah beban anggaran agar program pembangunan tetap berjalan.

“Saat ini persentase belanja pegawai kita posisinya sudah berada di atas 30 persen. Mempertimbangkan kondisi kesehatan keuangan daerah saat ini, maka kebijakan yang paling rasional adalah tidak menambah beban lewat rekrutmen pegawai baru,” ujarnya.

Pemerintah pusat sebelumnya menetapkan batas maksimal belanja pegawai sebesar 30 persen dari total APBD. Ketentuan itu ditargetkan berlaku secara penuh mulai 1 Januari 2027.

Namun demikian, sejumlah daerah masih menghadapi kendala dalam memenuhi ketentuan tersebut. Termasuk Provinsi Riau yang saat ini masih berupaya menyesuaikan struktur anggaran agar sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Budi mengungkapkan pemerintah pusat tengah membahas skema relaksasi bagi daerah yang belum mampu menekan belanja pegawai hingga batas yang ditentukan.

Menurutnya, salah satu opsi yang sedang dibahas adalah pemberian tambahan waktu selama satu tahun agar pemerintah daerah dapat melakukan penyesuaian tanpa langsung dikenakan sanksi.

“Formulasi pemberian relaksasi tersebut sudah dibahas bersama di pusat. Salah satu opsi yang mengemuka adalah memberikan masa tenggang waktu tambahan selama satu tahun bagi daerah yang anggaran belanja pegawainya masih tersangkut di atas 30 persen agar tidak langsung terkena sanksi fiskal,” katanya.

Kebijakan penghentian sementara rekrutmen PNS ini menjadi bagian dari langkah Pemprov Riau untuk menjaga keseimbangan APBD sekaligus memastikan ruang fiskal tetap tersedia bagi pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik di daerah. (mcr)

Home / News
Pemprov Riau Tiadakan Rekrutmen PNS 2026, Belanja Pegawai Lewati 30 Persen
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: boy surya hamta
Rubrik: news | 10 Juni 2026 | 11:52:55
Pemprov Riau Tiadakan Rekrutmen PNS 2026, Belanja Pegawai Lewati 30 Persen
Pemprov Riau meniadakan Rekrutmen PNS tahun 2026. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau memastikan tidak membuka rekrutmen Pegawai Negeri Sipil (PNS) baru pada tahun anggaran 2026. Kebijakan tersebut diambil karena jumlah aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Riau dinilai sudah cukup besar, sementara beban belanja pegawai telah melampaui batas yang ditetapkan pemerintah pusat.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Riau, Budi Fakhri, mengatakan penghentian sementara penerimaan PNS dilakukan sebagai langkah penyesuaian terhadap kondisi keuangan daerah dan komposisi pegawai yang ada saat ini.

“Untuk tahun ini, Pemprov Riau dipastikan tidak akan melakukan rekrutmen PNS baru terlebih dahulu. Langkah ini harus diambil karena saat ini jumlah total pegawai di lingkungan pemerintah provinsi sudah terhitung cukup banyak dan padat,” kata Budi Fakhri di Pekanbaru, Rabu (10/6/2026).

Menurutnya, meningkatnya jumlah ASN merupakan dampak dari kebijakan pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dalam jumlah besar pada beberapa periode terakhir.

Selain faktor jumlah pegawai, kondisi fiskal daerah juga menjadi pertimbangan utama. Saat ini, porsi belanja pegawai dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Riau telah berada di atas 30 persen.

Budi menjelaskan, kondisi tersebut membuat pemerintah daerah harus lebih selektif dalam menambah beban anggaran agar program pembangunan tetap berjalan.

“Saat ini persentase belanja pegawai kita posisinya sudah berada di atas 30 persen. Mempertimbangkan kondisi kesehatan keuangan daerah saat ini, maka kebijakan yang paling rasional adalah tidak menambah beban lewat rekrutmen pegawai baru,” ujarnya.

Pemerintah pusat sebelumnya menetapkan batas maksimal belanja pegawai sebesar 30 persen dari total APBD. Ketentuan itu ditargetkan berlaku secara penuh mulai 1 Januari 2027.

Namun demikian, sejumlah daerah masih menghadapi kendala dalam memenuhi ketentuan tersebut. Termasuk Provinsi Riau yang saat ini masih berupaya menyesuaikan struktur anggaran agar sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Budi mengungkapkan pemerintah pusat tengah membahas skema relaksasi bagi daerah yang belum mampu menekan belanja pegawai hingga batas yang ditentukan.

Menurutnya, salah satu opsi yang sedang dibahas adalah pemberian tambahan waktu selama satu tahun agar pemerintah daerah dapat melakukan penyesuaian tanpa langsung dikenakan sanksi.

“Formulasi pemberian relaksasi tersebut sudah dibahas bersama di pusat. Salah satu opsi yang mengemuka adalah memberikan masa tenggang waktu tambahan selama satu tahun bagi daerah yang anggaran belanja pegawainya masih tersangkut di atas 30 persen agar tidak langsung terkena sanksi fiskal,” katanya.

Kebijakan penghentian sementara rekrutmen PNS ini menjadi bagian dari langkah Pemprov Riau untuk menjaga keseimbangan APBD sekaligus memastikan ruang fiskal tetap tersedia bagi pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik di daerah. (mcr)