logo
Polemik SPMB Siak Hulu, DPRD Kampar Soroti Kinerja Disdikpora hingga Dugaan Inte Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polda Riau Bongkar Modus Pengurangan Isi Truk Tangki BBM Bersubsidi, Tiga Orang Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Menhut Raja Juli Bungkam Soal Amplop Suhardiman, KPK Tegaskan Sudah Masuk Ranah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Menguat ke Rp17.888 per Dolar AS, Kekhawatiran Defisit APBN Mulai Mereda Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Dua Residivis Spesialis Bobol Ruko Kosong Ditangkap, Beraksi 12 Kali di Pekanbar Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kabar Baik untuk Petani Riau: Harga Sawit Naik, TBS Plasma Sentuh Rp3.930/Kg, Sw Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sebulan Dua Korban Tewas, Kini Harimau Sumatera Nyaris Menerkam Pekerja Sawit di Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Diduga Mabuk, Pengendara Motor Tabrak Pemotor Lain di Jalan Tengku Bey Pekanbaru Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Jakarta
Pemprov Riau dan BPH Migas Perketat Pengawasan BBM Subsidi untuk Cegah Kebocoran
Plt Gubri SF Hariyanto menyerahkan cenderamata. (Foto: Istimewa)
Pemprov Riau dan BPH Migas Perketat Pengawasan BBM Subsidi untuk Cegah Kebocoran
Editor: Yob Ayrus | Penulis: Boy Surya Hamta
20 Juni 2026 | 11:27:50

JAKARTA– Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) resmi memperkuat pengawasan distribusi BBM subsidi dan BBM kompensasi melalui penandatanganan kesepakatan bersama di Jakarta, Jumat (19/6/2026). Langkah ini dilakukan untuk mencegah kebocoran distribusi energi sekaligus memastikan subsidi negara tepat sasaran.

Kesepakatan tersebut ditandatangani langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto bersama Kepala BPH Migas Wahyudi Anas di Aula Cendrawasih Kantor BPH Migas, Jakarta Selatan.

Kerja sama ini berfokus pada pengendalian, pembinaan, dan pengawasan penyaluran Jenis BBM Tertentu (JBT) atau BBM subsidi serta Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) atau BBM kompensasi di seluruh wilayah Riau.

Melalui sinergi tersebut, Pemprov Riau dan BPH Migas berupaya memperkuat pengawasan terhadap distribusi energi yang selama ini menjadi perhatian pemerintah karena masih berpotensi terjadi penyimpangan di lapangan.

iklan-view

Selain itu, kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi distribusi energi dan memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dengan regulator sektor hilir migas.

Pemerintah menilai pengawasan yang lebih terintegrasi akan membantu memastikan setiap liter BBM subsidi tersalurkan kepada masyarakat yang berhak menerimanya sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam pelaksanaannya, pengawasan distribusi akan dilakukan secara berkala guna meminimalkan potensi penyalahgunaan maupun praktik spekulasi yang dapat merugikan masyarakat dan negara.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Riau, Ninno Wastikasari, yang turut mendampingi penandatanganan kesepakatan tersebut mengatakan pihaknya mendukung penuh implementasi kerja sama di sektor hilir migas daerah.

Menurut Ninno, kepastian distribusi energi memiliki keterkaitan langsung dengan stabilitas aktivitas ekonomi dan iklim usaha di daerah.

"Dengan pengawasan yang semakin optimal, kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi dengan baik, aktivitas ekonomi dapat berjalan lancar, serta kesejahteraan masyarakat di Provinsi Riau semakin meningkat," ujar Ninno.

Bagi masyarakat, kerja sama ini menjadi penting karena menyangkut akses terhadap BBM subsidi yang merupakan kebutuhan vital bagi sektor transportasi, usaha kecil, perikanan, hingga pertanian.

Pemerintah berharap kolaborasi tersebut mampu memperkuat tata kelola distribusi energi di Riau sehingga manfaat subsidi yang berasal dari anggaran negara benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang berhak menerima.

Ke depan, Pemprov Riau dan BPH Migas akan terus memperkuat koordinasi dalam pengawasan distribusi energi guna menjaga ketersediaan dan ketepatan sasaran penyaluran BBM subsidi di daerah. (mcr)

Home / News
Pemprov Riau dan BPH Migas Perketat Pengawasan BBM Subsidi untuk Cegah Kebocoran
Editor: Yob Ayrus | Penulis: Boy Surya Hamta
Rubrik: news | 20 Juni 2026 | 11:27:50
Pemprov Riau dan BPH Migas Perketat Pengawasan BBM Subsidi untuk Cegah Kebocoran
Plt Gubri SF Hariyanto menyerahkan cenderamata. (Foto: Istimewa)

JAKARTA– Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) resmi memperkuat pengawasan distribusi BBM subsidi dan BBM kompensasi melalui penandatanganan kesepakatan bersama di Jakarta, Jumat (19/6/2026). Langkah ini dilakukan untuk mencegah kebocoran distribusi energi sekaligus memastikan subsidi negara tepat sasaran.

Kesepakatan tersebut ditandatangani langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto bersama Kepala BPH Migas Wahyudi Anas di Aula Cendrawasih Kantor BPH Migas, Jakarta Selatan.

Kerja sama ini berfokus pada pengendalian, pembinaan, dan pengawasan penyaluran Jenis BBM Tertentu (JBT) atau BBM subsidi serta Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) atau BBM kompensasi di seluruh wilayah Riau.

Melalui sinergi tersebut, Pemprov Riau dan BPH Migas berupaya memperkuat pengawasan terhadap distribusi energi yang selama ini menjadi perhatian pemerintah karena masih berpotensi terjadi penyimpangan di lapangan.

Selain itu, kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi distribusi energi dan memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dengan regulator sektor hilir migas.

Pemerintah menilai pengawasan yang lebih terintegrasi akan membantu memastikan setiap liter BBM subsidi tersalurkan kepada masyarakat yang berhak menerimanya sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam pelaksanaannya, pengawasan distribusi akan dilakukan secara berkala guna meminimalkan potensi penyalahgunaan maupun praktik spekulasi yang dapat merugikan masyarakat dan negara.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Riau, Ninno Wastikasari, yang turut mendampingi penandatanganan kesepakatan tersebut mengatakan pihaknya mendukung penuh implementasi kerja sama di sektor hilir migas daerah.

Menurut Ninno, kepastian distribusi energi memiliki keterkaitan langsung dengan stabilitas aktivitas ekonomi dan iklim usaha di daerah.

"Dengan pengawasan yang semakin optimal, kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi dengan baik, aktivitas ekonomi dapat berjalan lancar, serta kesejahteraan masyarakat di Provinsi Riau semakin meningkat," ujar Ninno.

Bagi masyarakat, kerja sama ini menjadi penting karena menyangkut akses terhadap BBM subsidi yang merupakan kebutuhan vital bagi sektor transportasi, usaha kecil, perikanan, hingga pertanian.

Pemerintah berharap kolaborasi tersebut mampu memperkuat tata kelola distribusi energi di Riau sehingga manfaat subsidi yang berasal dari anggaran negara benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang berhak menerima.

Ke depan, Pemprov Riau dan BPH Migas akan terus memperkuat koordinasi dalam pengawasan distribusi energi guna menjaga ketersediaan dan ketepatan sasaran penyaluran BBM subsidi di daerah. (mcr)