
SIAK - Universitas Riau (Unri) menunjukkan perhatian serius terhadap penanganan kasus kematian seorang mahasiswa S2 Anestesi Fakultas Kedokteran Unri yang ditemukan meninggal dunia di samping RSUD Tengku Rafian, Kabupaten Siak, Riau, pada Kamis (14/7/2026).
Perwakilan pimpinan Universitas Riau mendatangi Polres Siak untuk memperoleh penjelasan langsung mengenai perkembangan penyelidikan. Rombongan terdiri dari Wakil Rektor I, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, serta Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Riau.
Kasatreskrim Polres Siak AKP Raja Kosmos mengatakan, kedatangan pihak Universitas Riau merupakan bentuk kepedulian terhadap mahasiswanya sekaligus untuk mengetahui secara rinci langkah-langkah yang telah dilakukan penyidik.

"Kita kedatangan tamu dari Universitas Riau terkait penemuan mayat mahasiswa S2 Anestesi di Fakultas Kedokteran Universitas Riau. Di sini ada Wakil Rektor I, Dekan, dan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan. Intinya, mereka ingin mengetahui lebih detail terkait penanganan perkara ini," kata Raja Kosmos, Sabtu (18/7/2026).
Menurutnya, penyidik telah memaparkan kronologi penemuan korban, proses olah tempat kejadian perkara (TKP), serta tahapan penyelidikan yang telah dilakukan sejak awal penanganan kasus.
"Tadi bapak-bapak sudah hadir juga di Polres didampingi Biddokkes untuk mengetahui kronologis dan apa saja yang sudah dilakukan oleh Polres Siak. Kami juga menjelaskan proses olah TKP sehingga pihak Universitas Riau mengetahui secara utuh penanganan perkara terhadap mahasiswanya," ujarnya.
Raja Kosmos menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Universitas Riau terhadap proses penyelidikan yang sedang berlangsung.
Ia juga menegaskan bahwa kepolisian belum dapat menyimpulkan penyebab kematian korban. Terkait temuan memar di beberapa bagian tubuh yang sempat ditanyakan awak media, penyidik masih menunggu hasil autopsi lengkap dari tim Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Riau.
"Nanti akan dijelaskan karena hasil autopsi itu belum keluar secara utuh. Penjelasan lengkapnya akan disampaikan oleh ahlinya dari Biddokkes," tegas Raja Kosmos.
Hingga kini, Satreskrim Polres Siak masih menunggu hasil pemeriksaan forensik lengkap sebagai dasar untuk mengungkap penyebab pasti kematian mahasiswa S2 Anestesi Fakultas Kedokteran Universitas Riau tersebut. (ric)


SIAK - Universitas Riau (Unri) menunjukkan perhatian serius terhadap penanganan kasus kematian seorang mahasiswa S2 Anestesi Fakultas Kedokteran Unri yang ditemukan meninggal dunia di samping RSUD Tengku Rafian, Kabupaten Siak, Riau, pada Kamis (14/7/2026).
Perwakilan pimpinan Universitas Riau mendatangi Polres Siak untuk memperoleh penjelasan langsung mengenai perkembangan penyelidikan. Rombongan terdiri dari Wakil Rektor I, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, serta Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Riau.
Kasatreskrim Polres Siak AKP Raja Kosmos mengatakan, kedatangan pihak Universitas Riau merupakan bentuk kepedulian terhadap mahasiswanya sekaligus untuk mengetahui secara rinci langkah-langkah yang telah dilakukan penyidik.
"Kita kedatangan tamu dari Universitas Riau terkait penemuan mayat mahasiswa S2 Anestesi di Fakultas Kedokteran Universitas Riau. Di sini ada Wakil Rektor I, Dekan, dan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan. Intinya, mereka ingin mengetahui lebih detail terkait penanganan perkara ini," kata Raja Kosmos, Sabtu (18/7/2026).
Menurutnya, penyidik telah memaparkan kronologi penemuan korban, proses olah tempat kejadian perkara (TKP), serta tahapan penyelidikan yang telah dilakukan sejak awal penanganan kasus.
"Tadi bapak-bapak sudah hadir juga di Polres didampingi Biddokkes untuk mengetahui kronologis dan apa saja yang sudah dilakukan oleh Polres Siak. Kami juga menjelaskan proses olah TKP sehingga pihak Universitas Riau mengetahui secara utuh penanganan perkara terhadap mahasiswanya," ujarnya.
Raja Kosmos menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Universitas Riau terhadap proses penyelidikan yang sedang berlangsung.
Ia juga menegaskan bahwa kepolisian belum dapat menyimpulkan penyebab kematian korban. Terkait temuan memar di beberapa bagian tubuh yang sempat ditanyakan awak media, penyidik masih menunggu hasil autopsi lengkap dari tim Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Riau.
"Nanti akan dijelaskan karena hasil autopsi itu belum keluar secara utuh. Penjelasan lengkapnya akan disampaikan oleh ahlinya dari Biddokkes," tegas Raja Kosmos.
Hingga kini, Satreskrim Polres Siak masih menunggu hasil pemeriksaan forensik lengkap sebagai dasar untuk mengungkap penyebab pasti kematian mahasiswa S2 Anestesi Fakultas Kedokteran Universitas Riau tersebut. (ric)