logo
Kasino di Nagoya Batam Digerebek: 10 WNA dan 187 WNI Diamankan, Polisi Sita Rp7, Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polres Pelalawan Gerebek Transaksi Narkoba di Kebun Sawit, Dua Pria Ditangkap Ba Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi UPDATE: Kapal Tenggelam di Perairan Rupat Bawa 15 PMI Ilegal, 13 Orang Selamat d Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Warga RW 016 Tobekgodang Semarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dengan Beragam Kegi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Speedboat Berpenumpang PMI Ilegal Terbalik Dihantam Badai di Perairan Rupat, 3 O Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ratusan Gempa Susulan Menggoyang NTT, Terbaru Berkekuatan M5,2 Minggu Pagi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Harimau Belum Masuk Perangkap, Warga Danai Diminta Tak Lengah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Giliran Simalungun Sumut Diguncang Gempa Magnitudo 6,4, Terasa Hingga Sumbar dan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / HUKUM
Pimpinan Unri Datangi Polres Siak, Minta Penjelasan Penanganan Kasus Kematian Mahasiswa S2 Anestesi
Pimpinan Universitas Riau mendatangi Polres Siak untuk meminta penjelasan langsung mengenai perkembangan penyelidikan kematian seorang mahasiswa S2 Anestesi Fakultas Kedokteran Unri. (Foto: Rico)
Pimpinan Unri Datangi Polres Siak, Minta Penjelasan Penanganan Kasus Kematian Mahasiswa S2 Anestesi
Editor: Arya Mahendra | Penulis: rico syahputra
Rubrik: news | 18 Juli 2026 | 17:10:17

SIAK - Universitas Riau (Unri) menunjukkan perhatian serius terhadap penanganan kasus kematian seorang mahasiswa S2 Anestesi Fakultas Kedokteran Unri yang ditemukan meninggal dunia di samping RSUD Tengku Rafian, Kabupaten Siak, Riau, pada Kamis (14/7/2026).

Perwakilan pimpinan Universitas Riau mendatangi Polres Siak untuk memperoleh penjelasan langsung mengenai perkembangan penyelidikan. Rombongan terdiri dari Wakil Rektor I, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, serta Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Riau.

Kasatreskrim Polres Siak AKP Raja Kosmos mengatakan, kedatangan pihak Universitas Riau merupakan bentuk kepedulian terhadap mahasiswanya sekaligus untuk mengetahui secara rinci langkah-langkah yang telah dilakukan penyidik.

iklan-view

"Kita kedatangan tamu dari Universitas Riau terkait penemuan mayat mahasiswa S2 Anestesi di Fakultas Kedokteran Universitas Riau. Di sini ada Wakil Rektor I, Dekan, dan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan. Intinya, mereka ingin mengetahui lebih detail terkait penanganan perkara ini," kata Raja Kosmos, Sabtu (18/7/2026).

Menurutnya, penyidik telah memaparkan kronologi penemuan korban, proses olah tempat kejadian perkara (TKP), serta tahapan penyelidikan yang telah dilakukan sejak awal penanganan kasus.

"Tadi bapak-bapak sudah hadir juga di Polres didampingi Biddokkes untuk mengetahui kronologis dan apa saja yang sudah dilakukan oleh Polres Siak. Kami juga menjelaskan proses olah TKP sehingga pihak Universitas Riau mengetahui secara utuh penanganan perkara terhadap mahasiswanya," ujarnya.

Raja Kosmos menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Universitas Riau terhadap proses penyelidikan yang sedang berlangsung.

Ia juga menegaskan bahwa kepolisian belum dapat menyimpulkan penyebab kematian korban. Terkait temuan memar di beberapa bagian tubuh yang sempat ditanyakan awak media, penyidik masih menunggu hasil autopsi lengkap dari tim Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Riau.

"Nanti akan dijelaskan karena hasil autopsi itu belum keluar secara utuh. Penjelasan lengkapnya akan disampaikan oleh ahlinya dari Biddokkes," tegas Raja Kosmos.

Hingga kini, Satreskrim Polres Siak masih menunggu hasil pemeriksaan forensik lengkap sebagai dasar untuk mengungkap penyebab pasti kematian mahasiswa S2 Anestesi Fakultas Kedokteran Universitas Riau tersebut. (ric)

Home / News
Pimpinan Unri Datangi Polres Siak, Minta Penjelasan Penanganan Kasus Kematian Mahasiswa S2 Anestesi
Editor: Arya Mahendra | Penulis: rico syahputra
Rubrik: news | 18 Juli 2026 | 17:10:17
Pimpinan Unri Datangi Polres Siak, Minta Penjelasan Penanganan Kasus Kematian Mahasiswa S2 Anestesi
Pimpinan Universitas Riau mendatangi Polres Siak untuk meminta penjelasan langsung mengenai perkembangan penyelidikan kematian seorang mahasiswa S2 Anestesi Fakultas Kedokteran Unri. (Foto: Rico)

SIAK - Universitas Riau (Unri) menunjukkan perhatian serius terhadap penanganan kasus kematian seorang mahasiswa S2 Anestesi Fakultas Kedokteran Unri yang ditemukan meninggal dunia di samping RSUD Tengku Rafian, Kabupaten Siak, Riau, pada Kamis (14/7/2026).

Perwakilan pimpinan Universitas Riau mendatangi Polres Siak untuk memperoleh penjelasan langsung mengenai perkembangan penyelidikan. Rombongan terdiri dari Wakil Rektor I, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, serta Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Riau.

Kasatreskrim Polres Siak AKP Raja Kosmos mengatakan, kedatangan pihak Universitas Riau merupakan bentuk kepedulian terhadap mahasiswanya sekaligus untuk mengetahui secara rinci langkah-langkah yang telah dilakukan penyidik.

"Kita kedatangan tamu dari Universitas Riau terkait penemuan mayat mahasiswa S2 Anestesi di Fakultas Kedokteran Universitas Riau. Di sini ada Wakil Rektor I, Dekan, dan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan. Intinya, mereka ingin mengetahui lebih detail terkait penanganan perkara ini," kata Raja Kosmos, Sabtu (18/7/2026).

Menurutnya, penyidik telah memaparkan kronologi penemuan korban, proses olah tempat kejadian perkara (TKP), serta tahapan penyelidikan yang telah dilakukan sejak awal penanganan kasus.

"Tadi bapak-bapak sudah hadir juga di Polres didampingi Biddokkes untuk mengetahui kronologis dan apa saja yang sudah dilakukan oleh Polres Siak. Kami juga menjelaskan proses olah TKP sehingga pihak Universitas Riau mengetahui secara utuh penanganan perkara terhadap mahasiswanya," ujarnya.

Raja Kosmos menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Universitas Riau terhadap proses penyelidikan yang sedang berlangsung.

Ia juga menegaskan bahwa kepolisian belum dapat menyimpulkan penyebab kematian korban. Terkait temuan memar di beberapa bagian tubuh yang sempat ditanyakan awak media, penyidik masih menunggu hasil autopsi lengkap dari tim Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Riau.

"Nanti akan dijelaskan karena hasil autopsi itu belum keluar secara utuh. Penjelasan lengkapnya akan disampaikan oleh ahlinya dari Biddokkes," tegas Raja Kosmos.

Hingga kini, Satreskrim Polres Siak masih menunggu hasil pemeriksaan forensik lengkap sebagai dasar untuk mengungkap penyebab pasti kematian mahasiswa S2 Anestesi Fakultas Kedokteran Universitas Riau tersebut. (ric)