logo
Terbitkan Surat Rekomendasi, ‎Bupati Rohil Resmi Dukung Pembentukan Provinsi Ria Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Dari Rekam Medis Menuju Rekam Pendidikan Nasional Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kualitas Udara Pekanbaru Mulai Membaik, Saatnya Kembali Sekolah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi PERBASASI Riau Tancap Gas, Matangkan Regenerasi Atlet hingga Kejuaraan Internasi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Hotspot Riau Melonjak Jadi 317 Titik, Indragiri Hulu Tertinggi Capai 154 Titik Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Dua Hari Dicari Belum Berjejak, Keberadaan 5 Jurnalis dan 3 Kru di Sekitar Anak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kopdes Merah Putih Diklaim Tak Matikan UMKM, Disperindagkop UKM: Justru Jadi Pen Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Optimalisasi Hak Kesehatan WBP, Lapas Bagansiapiapi Gandeng RS Cahaya Ujung Tanj Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Olahraga
Heboh! Federasi Korea Selatan Sediakan Layanan Seksual untuk Wasit Asing
ilustrasi wasit (ft:cnbc)
Heboh! Federasi Korea Selatan Sediakan Layanan Seksual untuk Wasit Asing
Editor: Ridho Haztil | Penulis: raka sagara
Rubrik: news | 11 Agustus 2026 | 18:53:09

SEOUL-Skandal lama yang melibatkan federasi sepak bola Korea Selatan kembali menjadi perhatian setelah laporan mengenai pemberian fasilitas tidak pantas kepada sejumlah wasit asing dalam pertandingan internasional kembali mencuat.

Laporan tersebut diungkap media Korea Selatan JTBC dan berkaitan dengan pertandingan yang berlangsung pada 2011 dan 2012. Dugaan pemberian fasilitas itu kemudian menjadi bagian dari investigasi Kementerian Olahraga Korea Selatan pada 2016.

Dalam penyelidikan tersebut, Federasi Sepak Bola Korea (KFA) disebut memberikan hiburan yang tidak semestinya kepada perangkat pertandingan asing. Kasus itu kemudian dikenal publik sebagai dugaan “suap seksual”.

iklan-view

Dikutip dari detik.com, sedikitnya tujuh pertandingan disebut masuk dalam laporan investigasi. Pertandingan tersebut terdiri atas laga kualifikasi Piala Dunia, kualifikasi Olimpiade, serta pertandingan persahabatan internasional.

Berdasarkan laporan tersebut, sekitar 10 wasit asing diduga menerima fasilitas yang dibiayai KFA. Pengeluaran dilakukan melalui fasilitas pembayaran federasi untuk berbagai layanan hiburan dan pijat di sejumlah wilayah Korea Selatan.

Salah satu kejadian yang tercatat berkaitan dengan pertandingan Korea Selatan melawan Kuwait dalam kualifikasi Piala Dunia 2014 pada 29 Februari 2012 di Seoul.

Dokumen pemerintah menyebut kartu kredit resmi KFA digunakan untuk membayar 500.000 won di sebuah tempat pijat di kawasan Gangnam. Berdasarkan pencocokan keterangan staf komite wasit, catatan transaksi dan dokumen KFA, pengeluaran tersebut dikaitkan dengan pemberian fasilitas seksual kepada dua perangkat pertandingan.

Wasit utama pertandingan itu adalah Yuichi Nishimura dari Jepang.

Kasus lainnya terjadi setelah pertandingan Korea Selatan melawan Oman dalam kualifikasi Olimpiade London 2012 di Changwon pada September 2011. Sekitar dua setengah jam setelah pertandingan berakhir, seorang pegawai KFA tercatat membayar 760.000 won di sebuah tempat pijat.

Wasit yang memimpin laga tersebut adalah Ravshan Irmatov dari Uzbekistan.

Transaksi serupa juga tercatat setelah pertandingan Korea Selatan menghadapi Qatar pada kualifikasi Olimpiade London 2012. Kartu kredit KFA digunakan untuk membayar 198.000 won di sebuah tempat pijat di Gangnam.

Laporan lain menyebut lebih dari 10 wasit internasional diduga terlibat dalam rangkaian kejadian tersebut. Seluruh kasus berlangsung ketika Cho Chung-yun menjabat sebagai presiden KFA.

KFA menyatakan kejadian tersebut telah berlangsung sekitar 15 tahun lalu. Federasi juga menyebut dokumen internal hanya disimpan selama lima tahun sehingga tidak lagi memiliki catatan lengkap untuk memastikan seluruh detail kasus.

Meski demikian, KFA menyatakan sistem pengawasan internal telah diperketat. Penggunaan kartu perusahaan dan pengeluaran hiburan kini berada di bawah kontrol yang lebih ketat.(*)

Home / News
Heboh! Federasi Korea Selatan Sediakan Layanan Seksual untuk Wasit Asing
Editor: Ridho Haztil | Penulis: raka sagara
Rubrik: news | 11 Agustus 2026 | 18:53:09
Heboh! Federasi Korea Selatan Sediakan Layanan Seksual untuk Wasit Asing
ilustrasi wasit (ft:cnbc)

SEOUL-Skandal lama yang melibatkan federasi sepak bola Korea Selatan kembali menjadi perhatian setelah laporan mengenai pemberian fasilitas tidak pantas kepada sejumlah wasit asing dalam pertandingan internasional kembali mencuat.

Laporan tersebut diungkap media Korea Selatan JTBC dan berkaitan dengan pertandingan yang berlangsung pada 2011 dan 2012. Dugaan pemberian fasilitas itu kemudian menjadi bagian dari investigasi Kementerian Olahraga Korea Selatan pada 2016.

Dalam penyelidikan tersebut, Federasi Sepak Bola Korea (KFA) disebut memberikan hiburan yang tidak semestinya kepada perangkat pertandingan asing. Kasus itu kemudian dikenal publik sebagai dugaan “suap seksual”.

Dikutip dari detik.com, sedikitnya tujuh pertandingan disebut masuk dalam laporan investigasi. Pertandingan tersebut terdiri atas laga kualifikasi Piala Dunia, kualifikasi Olimpiade, serta pertandingan persahabatan internasional.

Berdasarkan laporan tersebut, sekitar 10 wasit asing diduga menerima fasilitas yang dibiayai KFA. Pengeluaran dilakukan melalui fasilitas pembayaran federasi untuk berbagai layanan hiburan dan pijat di sejumlah wilayah Korea Selatan.

Salah satu kejadian yang tercatat berkaitan dengan pertandingan Korea Selatan melawan Kuwait dalam kualifikasi Piala Dunia 2014 pada 29 Februari 2012 di Seoul.

Dokumen pemerintah menyebut kartu kredit resmi KFA digunakan untuk membayar 500.000 won di sebuah tempat pijat di kawasan Gangnam. Berdasarkan pencocokan keterangan staf komite wasit, catatan transaksi dan dokumen KFA, pengeluaran tersebut dikaitkan dengan pemberian fasilitas seksual kepada dua perangkat pertandingan.

Wasit utama pertandingan itu adalah Yuichi Nishimura dari Jepang.

Kasus lainnya terjadi setelah pertandingan Korea Selatan melawan Oman dalam kualifikasi Olimpiade London 2012 di Changwon pada September 2011. Sekitar dua setengah jam setelah pertandingan berakhir, seorang pegawai KFA tercatat membayar 760.000 won di sebuah tempat pijat.

Wasit yang memimpin laga tersebut adalah Ravshan Irmatov dari Uzbekistan.

Transaksi serupa juga tercatat setelah pertandingan Korea Selatan menghadapi Qatar pada kualifikasi Olimpiade London 2012. Kartu kredit KFA digunakan untuk membayar 198.000 won di sebuah tempat pijat di Gangnam.

Laporan lain menyebut lebih dari 10 wasit internasional diduga terlibat dalam rangkaian kejadian tersebut. Seluruh kasus berlangsung ketika Cho Chung-yun menjabat sebagai presiden KFA.

KFA menyatakan kejadian tersebut telah berlangsung sekitar 15 tahun lalu. Federasi juga menyebut dokumen internal hanya disimpan selama lima tahun sehingga tidak lagi memiliki catatan lengkap untuk memastikan seluruh detail kasus.

Meski demikian, KFA menyatakan sistem pengawasan internal telah diperketat. Penggunaan kartu perusahaan dan pengeluaran hiburan kini berada di bawah kontrol yang lebih ketat.(*)