
PENDEGLANG - Operasi pencarian kapal cepat Arupadhatu 1 yang mengalami hilang kontak di perairan Selat Sunda pada hari keenam difokuskan oleh Tim SAR Gabungan di Sektor X, yang terletak di kawasan perairan sebelah selatan Gunung Anak Krakatau (GAK).
Rizky Dwianto selaku Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Banten di Pandeglang, Banten, pada hari Minggu, menjelaskan bahwa ada delapan kapal yang diturunkan guna menyisir Sektor X dengan cakupan luas area pencarian mencapai sekitar 681 nautical mile (NM) persegi.
"Untuk hari keenam ini kita fokuskan di Sektor X. Karena dari pelaksanaan operasi SAR sebelumnya terdapat beberapa temuan yang menjadi pertimbangan untuk pelaksanaan operasi SAR hari ini," kata Rizky.

Lebih lanjut dirinya merinci bahwa delapan kapal yang diterjunkan untuk menyisir Sektor X tersebut terdiri atas KN SAR Tetuka, RBB Pecang, RIB 02 Basarnas Banten, RIB 02 Basarnas Lampung, KP 2016, KP 2013, KM Garuda, dan KM Bima.
"Untuk Sektor X kita kerahkan delapan kapal untuk melakukan penyisiran secara optimal," ucapnya.
Secara keseluruhan, Rizky menerangkan bahwa total area pencarian pada hari keenam ini mencapai 6.024 NM persegi yang dipecah ke dalam enam sektor, dengan rincian lima sektor menyisir jalur laut dan satu sektor melalui jalur udara.
Pada pelaksanaan operasi pencarian hari keenam ini, kekuatan total unsur yang diterjunkan mencapai 15 kapal serta satu unit helikopter yang didukung oleh sekitar 300 personel gabungan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geologi (BMKG) merilis data cuaca yang menunjukkan bahwa kondisi perairan Selat Sunda pada hari Minggu (13/9) berada dalam keadaan berawan dengan tiupan angin mengarah ke tenggara pada kecepatan 10-20 knot. Sementara itu, tinggi gelombang tercatat berada di kisaran 0,5-2,5 meter dan arus permukaan mengalir ke arah barat daya.
Sebelumnya, delapan orang dilaporkan bertolak menggunakan kapal cepat dari Dermaga Pegedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang pada hari Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB dengan tujuan kawasan Gunung Anak Krakatau.
Kelompok tersebut terdiri atas lima orang jurnalis yakni M Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu, serta Donal Husni yang berstatus sebagai jurnalis lepas.
Adapun tiga orang lainnya masing-masing adalah Warta bertindak sebagai nakhoda, Surakman sebagai anak buah kapal (ABK), serta Heriyanto yang bertugas sebagai pemandu.
Upaya pencarian terhadap delapan orang tersebut masih terus dilanjutkan oleh Tim SAR Gabungan sambil melakukan evaluasi terhadap setiap temuan yang berpotensi menghadirkan petunjuk terkait keberadaan mereka (*)




PENDEGLANG - Operasi pencarian kapal cepat Arupadhatu 1 yang mengalami hilang kontak di perairan Selat Sunda pada hari keenam difokuskan oleh Tim SAR Gabungan di Sektor X, yang terletak di kawasan perairan sebelah selatan Gunung Anak Krakatau (GAK).
Rizky Dwianto selaku Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Banten di Pandeglang, Banten, pada hari Minggu, menjelaskan bahwa ada delapan kapal yang diturunkan guna menyisir Sektor X dengan cakupan luas area pencarian mencapai sekitar 681 nautical mile (NM) persegi.
"Untuk hari keenam ini kita fokuskan di Sektor X. Karena dari pelaksanaan operasi SAR sebelumnya terdapat beberapa temuan yang menjadi pertimbangan untuk pelaksanaan operasi SAR hari ini," kata Rizky.
Lebih lanjut dirinya merinci bahwa delapan kapal yang diterjunkan untuk menyisir Sektor X tersebut terdiri atas KN SAR Tetuka, RBB Pecang, RIB 02 Basarnas Banten, RIB 02 Basarnas Lampung, KP 2016, KP 2013, KM Garuda, dan KM Bima.
"Untuk Sektor X kita kerahkan delapan kapal untuk melakukan penyisiran secara optimal," ucapnya.
Secara keseluruhan, Rizky menerangkan bahwa total area pencarian pada hari keenam ini mencapai 6.024 NM persegi yang dipecah ke dalam enam sektor, dengan rincian lima sektor menyisir jalur laut dan satu sektor melalui jalur udara.
Pada pelaksanaan operasi pencarian hari keenam ini, kekuatan total unsur yang diterjunkan mencapai 15 kapal serta satu unit helikopter yang didukung oleh sekitar 300 personel gabungan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geologi (BMKG) merilis data cuaca yang menunjukkan bahwa kondisi perairan Selat Sunda pada hari Minggu (13/9) berada dalam keadaan berawan dengan tiupan angin mengarah ke tenggara pada kecepatan 10-20 knot. Sementara itu, tinggi gelombang tercatat berada di kisaran 0,5-2,5 meter dan arus permukaan mengalir ke arah barat daya.
Sebelumnya, delapan orang dilaporkan bertolak menggunakan kapal cepat dari Dermaga Pegedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang pada hari Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB dengan tujuan kawasan Gunung Anak Krakatau.
Kelompok tersebut terdiri atas lima orang jurnalis yakni M Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu, serta Donal Husni yang berstatus sebagai jurnalis lepas.
Adapun tiga orang lainnya masing-masing adalah Warta bertindak sebagai nakhoda, Surakman sebagai anak buah kapal (ABK), serta Heriyanto yang bertugas sebagai pemandu.
Upaya pencarian terhadap delapan orang tersebut masih terus dilanjutkan oleh Tim SAR Gabungan sambil melakukan evaluasi terhadap setiap temuan yang berpotensi menghadirkan petunjuk terkait keberadaan mereka (*)