
SOLOK - Tim SAR gabungan akhirnya menemukan satu korban banjir bandang atau galodo yang menerjang Arosuka, ibukota Kabupaten Solok, Sumatera Barat, dalam kondisi meninggal dunia, Selasa (22/9/2026).
Korban ditemukan sekitar pukul 13.30 WIB di aliran Sungai Koto Gaek, yang berbatasan dengan kawasan Jawi-jawi, Kabupaten Solok. Jasad korban kemudian dievakuasi oleh tim SAR gabungan bersama masyarakat.
Kepala Kantor SAR Padang Abdul Malik mengatakan, identitas korban belum dapat dipastikan. Jenazah selanjutnya akan menjalani pemeriksaan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri untuk memastikan identitasnya.

"Korban ditemukan oleh tim SAR gabungan beserta masyarakat di aliran sungai dalam keadaan meninggal dunia," kata Abdul Malik di Padang, seperti dikutip dari antaranews.
Dengan ditemukannya satu korban tersebut, masih terdapat satu warga lainnya yang dilaporkan hilang dan hingga Selasa sore masih dalam pencarian. Sebelumnya, Kantor SAR Padang menerima laporan dua warga hilang setelah galodo menerjang sejumlah kawasan di Kecamatan Gunung Talang pada Senin (21/9/2026) malam.
Pencarian melibatkan sekitar 600 personel gabungan dari berbagai unsur, termasuk SAR, TNI, Polri, BPBD, serta masyarakat. Tim masih menyisir aliran sungai dan sejumlah titik yang terdampak material banjir.
Empat Warga Luka, Puluhan Mengungsi
Bencana yang terjadi setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah Solok tersebut juga menyebabkan empat warga mengalami luka-luka.
Berdasarkan pendataan BPBD Kabupaten Solok, tiga korban menjalani perawatan di RSUD Arosuka, sementara satu korban lainnya dirujuk ke rumah sakit di Kota Padang.
Selain korban luka dan meninggal dunia, sekitar 50 warga dilaporkan mengungsi ke sejumlah lokasi aman. Proses pendataan terhadap warga terdampak dan kerusakan masih dilakukan oleh pemerintah daerah bersama tim gabungan.
Belasan Kantor Pemerintahan Rusak
Dampak galodo juga cukup parah di kawasan Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok di Arosuka, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang.
Material berupa lumpur, pasir, batu, kayu dan air menerjang sejumlah gedung pemerintahan. Sedikitnya 11 hingga 12 kantor pemerintahan dilaporkan terdampak atau mengalami kerusakan, dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan sejumlah fasilitas lainnya termasuk yang terdampak cukup berat.
Material banjir bahkan masuk ke dalam sejumlah ruangan kantor dan merusak fasilitas serta peralatan kerja. Puluhan kendaraan yang berada di kawasan tersebut juga dilaporkan rusak atau terdampak terjangan material galodo.
Selain fasilitas pemerintahan, rumah-rumah warga di sekitar kawasan bencana turut terdampak. Tim gabungan masih melakukan pendataan untuk memastikan jumlah bangunan yang rusak maupun terdampak.
Jalur Padang-Solok Terputus
Galodo juga melumpuhkan akses utama Padang-Solok. Material batu, pasir, lumpur dan kayu menutup badan jalan di sekitar kawasan Arosuka sehingga kendaraan dari kedua arah belum dapat melintas secara normal.
Satu jembatan penghubung di kawasan terdampak juga tertutup material sehingga belum dapat digunakan. Pengendara dari Padang menuju Solok maupun sebaliknya sementara diarahkan menggunakan jalur alternatif melalui Padang Panjang.
Pembersihan material terus dilakukan dengan mengerahkan alat berat. Tim gabungan juga masih melakukan pencarian korban sekaligus memastikan kondisi kawasan yang terdampak bencana.
Bencana galodo tersebut dilaporkan terjadi pada Senin malam sekitar pukul 19.45 WIB setelah hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Solok. BMKG menyebut curah hujan yang memicu bencana mencapai sekitar 94 milimeter per hari.
Hingga Selasa sore, prioritas penanganan masih diarahkan pada pencarian satu korban yang belum ditemukan, evakuasi, penanganan warga terdampak, serta pembersihan material yang menutup akses jalan dan kawasan perkantoran. (*)




SOLOK - Tim SAR gabungan akhirnya menemukan satu korban banjir bandang atau galodo yang menerjang Arosuka, ibukota Kabupaten Solok, Sumatera Barat, dalam kondisi meninggal dunia, Selasa (22/9/2026).
Korban ditemukan sekitar pukul 13.30 WIB di aliran Sungai Koto Gaek, yang berbatasan dengan kawasan Jawi-jawi, Kabupaten Solok. Jasad korban kemudian dievakuasi oleh tim SAR gabungan bersama masyarakat.
Kepala Kantor SAR Padang Abdul Malik mengatakan, identitas korban belum dapat dipastikan. Jenazah selanjutnya akan menjalani pemeriksaan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri untuk memastikan identitasnya.
"Korban ditemukan oleh tim SAR gabungan beserta masyarakat di aliran sungai dalam keadaan meninggal dunia," kata Abdul Malik di Padang, seperti dikutip dari antaranews.
Dengan ditemukannya satu korban tersebut, masih terdapat satu warga lainnya yang dilaporkan hilang dan hingga Selasa sore masih dalam pencarian. Sebelumnya, Kantor SAR Padang menerima laporan dua warga hilang setelah galodo menerjang sejumlah kawasan di Kecamatan Gunung Talang pada Senin (21/9/2026) malam.
Pencarian melibatkan sekitar 600 personel gabungan dari berbagai unsur, termasuk SAR, TNI, Polri, BPBD, serta masyarakat. Tim masih menyisir aliran sungai dan sejumlah titik yang terdampak material banjir.
Empat Warga Luka, Puluhan Mengungsi
Bencana yang terjadi setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah Solok tersebut juga menyebabkan empat warga mengalami luka-luka.
Berdasarkan pendataan BPBD Kabupaten Solok, tiga korban menjalani perawatan di RSUD Arosuka, sementara satu korban lainnya dirujuk ke rumah sakit di Kota Padang.
Selain korban luka dan meninggal dunia, sekitar 50 warga dilaporkan mengungsi ke sejumlah lokasi aman. Proses pendataan terhadap warga terdampak dan kerusakan masih dilakukan oleh pemerintah daerah bersama tim gabungan.
Belasan Kantor Pemerintahan Rusak
Dampak galodo juga cukup parah di kawasan Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok di Arosuka, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang.
Material berupa lumpur, pasir, batu, kayu dan air menerjang sejumlah gedung pemerintahan. Sedikitnya 11 hingga 12 kantor pemerintahan dilaporkan terdampak atau mengalami kerusakan, dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan sejumlah fasilitas lainnya termasuk yang terdampak cukup berat.
Material banjir bahkan masuk ke dalam sejumlah ruangan kantor dan merusak fasilitas serta peralatan kerja. Puluhan kendaraan yang berada di kawasan tersebut juga dilaporkan rusak atau terdampak terjangan material galodo.
Selain fasilitas pemerintahan, rumah-rumah warga di sekitar kawasan bencana turut terdampak. Tim gabungan masih melakukan pendataan untuk memastikan jumlah bangunan yang rusak maupun terdampak.
Jalur Padang-Solok Terputus
Galodo juga melumpuhkan akses utama Padang-Solok. Material batu, pasir, lumpur dan kayu menutup badan jalan di sekitar kawasan Arosuka sehingga kendaraan dari kedua arah belum dapat melintas secara normal.
Satu jembatan penghubung di kawasan terdampak juga tertutup material sehingga belum dapat digunakan. Pengendara dari Padang menuju Solok maupun sebaliknya sementara diarahkan menggunakan jalur alternatif melalui Padang Panjang.
Pembersihan material terus dilakukan dengan mengerahkan alat berat. Tim gabungan juga masih melakukan pencarian korban sekaligus memastikan kondisi kawasan yang terdampak bencana.
Bencana galodo tersebut dilaporkan terjadi pada Senin malam sekitar pukul 19.45 WIB setelah hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Solok. BMKG menyebut curah hujan yang memicu bencana mencapai sekitar 94 milimeter per hari.
Hingga Selasa sore, prioritas penanganan masih diarahkan pada pencarian satu korban yang belum ditemukan, evakuasi, penanganan warga terdampak, serta pembersihan material yang menutup akses jalan dan kawasan perkantoran. (*)