
Banjarmasin - Operasi SAR pencarian bawah air (underwater) disiapkan secara intensif guna menemukan 129 korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 yang hingga kini belum ditemukan. Dalam misi pencarian ini, Basarnas melibatkan personel berkemampuan khusus dari Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL, Basarnas Special Group (BSG), serta tim penyelam lainnya.
Operasi penyelaman tersebut didukung oleh keberadaan KRI Canopus milik Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) yang telah berada di titik lokasi pencarian. Kapal ini dibekali teknologi pencarian bawah air serta drone khusus yang dapat dioperasikan di bawah permukaan laut.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii menegaskan peran vital KRI Canopus dalam mendukung efektivitas pencarian di kedalaman laut.

“Khusus untuk KRI Canopus, ini merupakan kapal terbaru dari TNI AL yang dimiliki oleh Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal). Kami berharap dari kapal ini kita nanti bisa melaksanakan operasi underwater dengan optimal,” kata Mohammad Syafii dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), Senin (14/9/2026).
Meski armada pendukung dan kualifikasi personel penyelam telah disiagakan, penurunan tim ke dalam air belum dapat dilakukan secara langsung. Faktor keselamatan personel menjadi pertimbangan utama Basarnas lantaran kondisi arus di lokasi perairan masih cukup kuat.
Mengenai belum diturunkannya personel ke dalam laut, Mohammad Syafii menyampaikan penjelasan terkait kendala teknis cuaca dan arus tersebut.
“KRI Canopus yang memiliki kemampuan untuk melaksanakan searching underwater sudah ada di lokasi. Namun untuk menurunkan personel-personel yang memiliki kemampuan underwater, karena memang kondisi arus tidak memungkinkan, sampai di jam ini belum kita turunkan,” ucapnya.
Saat ini, Basarnas terus menginventarisasi dan mendatangkan personel berkemampuan penyelaman khusus. Tambahan personel dari BSG juga sedang dalam perjalanan menuju Banjarmasin untuk memperkuat keseluruhan proses pencarian korban Kapal Virgo Transport 8. (*)




Banjarmasin - Operasi SAR pencarian bawah air (underwater) disiapkan secara intensif guna menemukan 129 korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 yang hingga kini belum ditemukan. Dalam misi pencarian ini, Basarnas melibatkan personel berkemampuan khusus dari Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL, Basarnas Special Group (BSG), serta tim penyelam lainnya.
Operasi penyelaman tersebut didukung oleh keberadaan KRI Canopus milik Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) yang telah berada di titik lokasi pencarian. Kapal ini dibekali teknologi pencarian bawah air serta drone khusus yang dapat dioperasikan di bawah permukaan laut.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii menegaskan peran vital KRI Canopus dalam mendukung efektivitas pencarian di kedalaman laut.
“Khusus untuk KRI Canopus, ini merupakan kapal terbaru dari TNI AL yang dimiliki oleh Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal). Kami berharap dari kapal ini kita nanti bisa melaksanakan operasi underwater dengan optimal,” kata Mohammad Syafii dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), Senin (14/9/2026).
Meski armada pendukung dan kualifikasi personel penyelam telah disiagakan, penurunan tim ke dalam air belum dapat dilakukan secara langsung. Faktor keselamatan personel menjadi pertimbangan utama Basarnas lantaran kondisi arus di lokasi perairan masih cukup kuat.
Mengenai belum diturunkannya personel ke dalam laut, Mohammad Syafii menyampaikan penjelasan terkait kendala teknis cuaca dan arus tersebut.
“KRI Canopus yang memiliki kemampuan untuk melaksanakan searching underwater sudah ada di lokasi. Namun untuk menurunkan personel-personel yang memiliki kemampuan underwater, karena memang kondisi arus tidak memungkinkan, sampai di jam ini belum kita turunkan,” ucapnya.
Saat ini, Basarnas terus menginventarisasi dan mendatangkan personel berkemampuan penyelaman khusus. Tambahan personel dari BSG juga sedang dalam perjalanan menuju Banjarmasin untuk memperkuat keseluruhan proses pencarian korban Kapal Virgo Transport 8. (*)