logo
Hotspot Sumatera Merosot, BMKG Ingatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang di Riau Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kemenkes: 174 Ribu Warga Terserang ISPA, 40.363 di Antaranya Balita Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPRD dan Pemko Pekanbaru Sepakati APBD-P 2026 Rp3,26 Triliun, Banjir Jadi Sorota Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi UPDATE: Satu Korban Galodo Arosuka Ditemukan Tewas, Jalur Padang-Solok Masih Ter Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Melemah ke Rp17.884, Investor Cermati Arah Suku Bunga The Fed dan BI Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sekolah di Pekanbaru Kembali Belajar Tatap Muka Terbatas Mulai Besok Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi HUT Lalu Lintas ke-71, Kapolda Riau Soroti Karhutla yang Terus Berulang: Apa Tak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Harga TBS Sawit Riau Periode 23-29 September Turun Rp27 per Kg Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
Pencarian 129 Korban Kapal Virgo Transport 8: Basarnas Siapkan Penyelaman Khusus Bersama Kopaska dan BSG
Basarnas menerjunkan tim khusus Kopaska TNI AL dan Basarnas Special Group untuk mengoptimalkan operasi pencarian bawah air terhadap 129 korban tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang belum ditemukan.
Pencarian 129 Korban Kapal Virgo Transport 8: Basarnas Siapkan Penyelaman Khusus Bersama Kopaska dan BSG
Editor: putrajaya
Rubrik: news | 14 September 2026 | 13:02:00

Banjarmasin - Operasi SAR pencarian bawah air (underwater) disiapkan secara intensif guna menemukan 129 korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 yang hingga kini belum ditemukan. Dalam misi pencarian ini, Basarnas melibatkan personel berkemampuan khusus dari Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL, Basarnas Special Group (BSG), serta tim penyelam lainnya.

Operasi penyelaman tersebut didukung oleh keberadaan KRI Canopus milik Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) yang telah berada di titik lokasi pencarian. Kapal ini dibekali teknologi pencarian bawah air serta drone khusus yang dapat dioperasikan di bawah permukaan laut.

Kepala Basarnas Mohammad Syafii menegaskan peran vital KRI Canopus dalam mendukung efektivitas pencarian di kedalaman laut.

iklan-view

“Khusus untuk KRI Canopus, ini merupakan kapal terbaru dari TNI AL yang dimiliki oleh Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal). Kami berharap dari kapal ini kita nanti bisa melaksanakan operasi underwater dengan optimal,” kata Mohammad Syafii dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), Senin (14/9/2026).

Meski armada pendukung dan kualifikasi personel penyelam telah disiagakan, penurunan tim ke dalam air belum dapat dilakukan secara langsung. Faktor keselamatan personel menjadi pertimbangan utama Basarnas lantaran kondisi arus di lokasi perairan masih cukup kuat.

Mengenai belum diturunkannya personel ke dalam laut, Mohammad Syafii menyampaikan penjelasan terkait kendala teknis cuaca dan arus tersebut.

“KRI Canopus yang memiliki kemampuan untuk melaksanakan searching underwater sudah ada di lokasi. Namun untuk menurunkan personel-personel yang memiliki kemampuan underwater, karena memang kondisi arus tidak memungkinkan, sampai di jam ini belum kita turunkan,” ucapnya.

Saat ini, Basarnas terus menginventarisasi dan mendatangkan personel berkemampuan penyelaman khusus. Tambahan personel dari BSG juga sedang dalam perjalanan menuju Banjarmasin untuk memperkuat keseluruhan proses pencarian korban Kapal Virgo Transport 8. (*)

Home / News
Pencarian 129 Korban Kapal Virgo Transport 8: Basarnas Siapkan Penyelaman Khusus Bersama Kopaska dan BSG
Editor: putrajaya
Rubrik: news | 14 September 2026 | 13:02:00
Pencarian 129 Korban Kapal Virgo Transport 8: Basarnas Siapkan Penyelaman Khusus Bersama Kopaska dan BSG
Basarnas menerjunkan tim khusus Kopaska TNI AL dan Basarnas Special Group untuk mengoptimalkan operasi pencarian bawah air terhadap 129 korban tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang belum ditemukan.

Banjarmasin - Operasi SAR pencarian bawah air (underwater) disiapkan secara intensif guna menemukan 129 korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 yang hingga kini belum ditemukan. Dalam misi pencarian ini, Basarnas melibatkan personel berkemampuan khusus dari Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL, Basarnas Special Group (BSG), serta tim penyelam lainnya.

Operasi penyelaman tersebut didukung oleh keberadaan KRI Canopus milik Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) yang telah berada di titik lokasi pencarian. Kapal ini dibekali teknologi pencarian bawah air serta drone khusus yang dapat dioperasikan di bawah permukaan laut.

Kepala Basarnas Mohammad Syafii menegaskan peran vital KRI Canopus dalam mendukung efektivitas pencarian di kedalaman laut.

“Khusus untuk KRI Canopus, ini merupakan kapal terbaru dari TNI AL yang dimiliki oleh Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal). Kami berharap dari kapal ini kita nanti bisa melaksanakan operasi underwater dengan optimal,” kata Mohammad Syafii dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), Senin (14/9/2026).

Meski armada pendukung dan kualifikasi personel penyelam telah disiagakan, penurunan tim ke dalam air belum dapat dilakukan secara langsung. Faktor keselamatan personel menjadi pertimbangan utama Basarnas lantaran kondisi arus di lokasi perairan masih cukup kuat.

Mengenai belum diturunkannya personel ke dalam laut, Mohammad Syafii menyampaikan penjelasan terkait kendala teknis cuaca dan arus tersebut.

“KRI Canopus yang memiliki kemampuan untuk melaksanakan searching underwater sudah ada di lokasi. Namun untuk menurunkan personel-personel yang memiliki kemampuan underwater, karena memang kondisi arus tidak memungkinkan, sampai di jam ini belum kita turunkan,” ucapnya.

Saat ini, Basarnas terus menginventarisasi dan mendatangkan personel berkemampuan penyelaman khusus. Tambahan personel dari BSG juga sedang dalam perjalanan menuju Banjarmasin untuk memperkuat keseluruhan proses pencarian korban Kapal Virgo Transport 8. (*)