logo
Akademisi Kritik Penanganan Karhutla Riau: Jangan Sekadar Padamkan Api Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kejar Kemiskinan 2 Persen, Pemko Pekanbaru Petakan Wilayah Prioritas Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kejagung Sita Rp5 Miliar, Nama Ferry Boboho Muncul dalam Penyidikan Kasus Febrie Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Istri Sedang Melahirkan, Pengurus Ponpes Ash-Sholihah Sleman Diduga Perkosa Eks Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kuasa Hukum PT SPRH Divonis 12 Tahun, Korupsi Dana PI PHR Rugikan Negara Rp64,2 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Melemah ke Rp17.585, Reli 5 Hari Terhenti di Akhir Pekan, Ancaman The Fed Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ombudsman Dorong DPM-PTSP Pekanbaru Jadi Benchmark Tata Kelola Investasi Nasiona Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Berawal dari Jajanan Viral, Mochillpku Raup Omzet Jutaan Rupiah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Lingkungan / Hotspot
Hotspot Riau Capai 67 Titik, Pelalawan Terbanyak dengan 50 Titik
Hotspot di Riau masih terpantau 67 titik. (Foto: Istimewa)
Hotspot Riau Capai 67 Titik, Pelalawan Terbanyak dengan 50 Titik
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: yob ayrus
Rubrik: lingkungan | 20 Agustus 2026 | 09:46:01

PEKANBARU-Sebanyak 67 titik panas atau hotspot masih terpantau di Riau. Hotspot terbanyak masih berada di Kabupaten Pelalawan dengan 50 titik.

Data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan, hotspot di Riau tersebar di lima wilayah. Selain Pelalawan, titik panas terpantau di Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Rokan Hulu dan Rokan Hilir.

Indragiri Hulu tercatat memiliki sembilan hotspot, disusul Indragiri Hilir dengan enam titik. Sementara Rokan Hulu dan Rokan Hilir masing-masing terpantau satu titik panas.

iklan-view

"Untuk Riau, hotspot terpantau di Kabupaten Pelalawan sebanyak 50 titik, Indragiri Hulu 9 titik, Indragiri Hilir 6 titik, serta Rokan Hulu dan Rokan Hilir masing-masing satu titik," urai Forecaster On Duty BMKG, Putri Santy S.

Jumlah tersebut menjadi bagian dari pemantauan hotspot di kawasan Sumatera. Hingga pukul 23.00 WIB, BMKG mencatat terdapat 863 titik panas yang tersebar di sejumlah provinsi di Pulau Sumatera.

Dari total tersebut, Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah hotspot terbanyak. Wilayah itu mencatat 271 titik panas berdasarkan hasil pemantauan yang disampaikan BMKG.

Setelah Sumatera Selatan, Bangka Belitung tercatat memiliki 183 hotspot. Jambi berada di posisi berikutnya dengan 118 titik, sedangkan Aceh mencatat 107 titik panas.

Lampung terpantau memiliki 84 hotspot, sementara Riau berada pada angka 67 titik. Data tersebut menunjukkan hotspot di Riau tersebar pada sejumlah kabupaten dengan konsentrasi tertinggi berada di Pelalawan.

Selain provinsi-provinsi tersebut, hotspot juga terpantau di Bengkulu sebanyak 13 titik. Sumatera Utara tercatat tujuh titik, Sumatera Barat lima titik dan Kepulauan Riau delapan titik.

Jika seluruh data tersebut dihimpun, total hotspot di wilayah Sumatera mencapai 863 titik. Riau menyumbang 67 titik dari jumlah pemantauan tersebut.

Sebaran hotspot di Riau menunjukkan konsentrasi yang cukup besar di Pelalawan. Dari total 67 titik panas di provinsi ini, sebanyak 50 titik berada di kabupaten tersebut.

Sementara empat wilayah lainnya mencatat jumlah yang lebih rendah. Indragiri Hulu memiliki sembilan titik, Indragiri Hilir enam titik, sedangkan Rokan Hulu dan Rokan Hilir masing-masing satu titik.

Data hotspot merupakan hasil pemantauan yang digunakan untuk melihat adanya indikasi titik panas di suatu wilayah. Karena itu, angka hotspot perlu dilihat berdasarkan lokasi dan hasil pemantauan pada periode tertentu.

Dalam data yang disampaikan BMKG, konsentrasi hotspot Riau paling banyak berada di Pelalawan. Kondisi tersebut membuat kabupaten itu menjadi wilayah dengan jumlah titik panas tertinggi di Riau pada pemantauan tersebut.

Indragiri Hulu menempati urutan kedua dengan sembilan hotspot. Selanjutnya Indragiri Hilir mencatat enam titik, sementara dua wilayah lainnya masing-masing hanya mencatat satu titik panas.

Sementara secara regional, jumlah hotspot Sumatera Selatan yang mencapai 271 titik menjadi yang tertinggi. Angka tersebut lebih besar dibandingkan seluruh hotspot yang tercatat di Riau.

Bangka Belitung dengan 183 titik juga mencatat jumlah yang cukup tinggi. Jambi kemudian berada pada angka 118 titik, disusul Aceh 107 titik dan Lampung 84 titik.

Riau dengan 67 hotspot berada di bawah lima provinsi tersebut berdasarkan data yang disampaikan. Di bawah Riau terdapat Bengkulu, Aceh? [No, Aceh above] Sumatera Utara, Kepulauan Riau dan Sumatera Barat berdasarkan jumlah titik panas yang tercatat.

Untuk Riau sendiri, distribusi hotspot memperlihatkan adanya perbedaan cukup besar antarkabupaten. Pelalawan menyumbang mayoritas titik panas, sedangkan empat kabupaten lainnya mencatat jumlah yang jauh lebih sedikit.

Pemantauan hotspot menjadi bagian dari informasi cuaca dan kondisi atmosfer yang disampaikan BMKG. Data tersebut dapat berubah mengikuti hasil pemantauan berikutnya serta perkembangan kondisi di lapangan.

Pada saat yang sama, data hotspot tidak menunjukkan seluruh wilayah Riau memiliki jumlah titik panas yang sama. Sebaran yang tercatat memperlihatkan konsentrasi paling besar berada di Pelalawan.

Dengan 67 titik panas di Riau, perhatian terbesar berdasarkan data tersebut berada di Pelalawan. Kabupaten itu mencatat 50 hotspot atau menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak di provinsi ini.

Sementara secara keseluruhan di Sumatera, terdapat 863 titik panas yang terpantau hingga pukul 23.00 WIB. Sumatera Selatan menjadi penyumbang terbesar dengan 271 titik, sedangkan Riau tercatat 67 titik. (*)

Hotspot Riau Capai 67 Titik, Pelalawan Terbanyak dengan 50 Titik
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: yob ayrus
Rubrik: lingkungan | 20 Agustus 2026 | 09:46:01
Hotspot Riau Capai 67 Titik, Pelalawan Terbanyak dengan 50 Titik
Hotspot di Riau masih terpantau 67 titik. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU-Sebanyak 67 titik panas atau hotspot masih terpantau di Riau. Hotspot terbanyak masih berada di Kabupaten Pelalawan dengan 50 titik.

Data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan, hotspot di Riau tersebar di lima wilayah. Selain Pelalawan, titik panas terpantau di Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Rokan Hulu dan Rokan Hilir.

Indragiri Hulu tercatat memiliki sembilan hotspot, disusul Indragiri Hilir dengan enam titik. Sementara Rokan Hulu dan Rokan Hilir masing-masing terpantau satu titik panas.

"Untuk Riau, hotspot terpantau di Kabupaten Pelalawan sebanyak 50 titik, Indragiri Hulu 9 titik, Indragiri Hilir 6 titik, serta Rokan Hulu dan Rokan Hilir masing-masing satu titik," urai Forecaster On Duty BMKG, Putri Santy S.

Jumlah tersebut menjadi bagian dari pemantauan hotspot di kawasan Sumatera. Hingga pukul 23.00 WIB, BMKG mencatat terdapat 863 titik panas yang tersebar di sejumlah provinsi di Pulau Sumatera.

Dari total tersebut, Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah hotspot terbanyak. Wilayah itu mencatat 271 titik panas berdasarkan hasil pemantauan yang disampaikan BMKG.

Setelah Sumatera Selatan, Bangka Belitung tercatat memiliki 183 hotspot. Jambi berada di posisi berikutnya dengan 118 titik, sedangkan Aceh mencatat 107 titik panas.

Lampung terpantau memiliki 84 hotspot, sementara Riau berada pada angka 67 titik. Data tersebut menunjukkan hotspot di Riau tersebar pada sejumlah kabupaten dengan konsentrasi tertinggi berada di Pelalawan.

Selain provinsi-provinsi tersebut, hotspot juga terpantau di Bengkulu sebanyak 13 titik. Sumatera Utara tercatat tujuh titik, Sumatera Barat lima titik dan Kepulauan Riau delapan titik.

Jika seluruh data tersebut dihimpun, total hotspot di wilayah Sumatera mencapai 863 titik. Riau menyumbang 67 titik dari jumlah pemantauan tersebut.

Sebaran hotspot di Riau menunjukkan konsentrasi yang cukup besar di Pelalawan. Dari total 67 titik panas di provinsi ini, sebanyak 50 titik berada di kabupaten tersebut.

Sementara empat wilayah lainnya mencatat jumlah yang lebih rendah. Indragiri Hulu memiliki sembilan titik, Indragiri Hilir enam titik, sedangkan Rokan Hulu dan Rokan Hilir masing-masing satu titik.

Data hotspot merupakan hasil pemantauan yang digunakan untuk melihat adanya indikasi titik panas di suatu wilayah. Karena itu, angka hotspot perlu dilihat berdasarkan lokasi dan hasil pemantauan pada periode tertentu.

Dalam data yang disampaikan BMKG, konsentrasi hotspot Riau paling banyak berada di Pelalawan. Kondisi tersebut membuat kabupaten itu menjadi wilayah dengan jumlah titik panas tertinggi di Riau pada pemantauan tersebut.

Indragiri Hulu menempati urutan kedua dengan sembilan hotspot. Selanjutnya Indragiri Hilir mencatat enam titik, sementara dua wilayah lainnya masing-masing hanya mencatat satu titik panas.

Sementara secara regional, jumlah hotspot Sumatera Selatan yang mencapai 271 titik menjadi yang tertinggi. Angka tersebut lebih besar dibandingkan seluruh hotspot yang tercatat di Riau.

Bangka Belitung dengan 183 titik juga mencatat jumlah yang cukup tinggi. Jambi kemudian berada pada angka 118 titik, disusul Aceh 107 titik dan Lampung 84 titik.

Riau dengan 67 hotspot berada di bawah lima provinsi tersebut berdasarkan data yang disampaikan. Di bawah Riau terdapat Bengkulu, Aceh? [No, Aceh above] Sumatera Utara, Kepulauan Riau dan Sumatera Barat berdasarkan jumlah titik panas yang tercatat.

Untuk Riau sendiri, distribusi hotspot memperlihatkan adanya perbedaan cukup besar antarkabupaten. Pelalawan menyumbang mayoritas titik panas, sedangkan empat kabupaten lainnya mencatat jumlah yang jauh lebih sedikit.

Pemantauan hotspot menjadi bagian dari informasi cuaca dan kondisi atmosfer yang disampaikan BMKG. Data tersebut dapat berubah mengikuti hasil pemantauan berikutnya serta perkembangan kondisi di lapangan.

Pada saat yang sama, data hotspot tidak menunjukkan seluruh wilayah Riau memiliki jumlah titik panas yang sama. Sebaran yang tercatat memperlihatkan konsentrasi paling besar berada di Pelalawan.

Dengan 67 titik panas di Riau, perhatian terbesar berdasarkan data tersebut berada di Pelalawan. Kabupaten itu mencatat 50 hotspot atau menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak di provinsi ini.

Sementara secara keseluruhan di Sumatera, terdapat 863 titik panas yang terpantau hingga pukul 23.00 WIB. Sumatera Selatan menjadi penyumbang terbesar dengan 271 titik, sedangkan Riau tercatat 67 titik. (*)