
PEKANBARU- Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit petani mitra swadaya di Riau kembali mengalami kenaikan pada periode 2-8 September 2026.
Kenaikan terjadi pada seluruh kelompok umur tanaman. Harga tertinggi tercatat pada tanaman umur 9 tahun sebesar Rp3.884,84 per kilogram.
Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau, Defris Hatmaja, mengatakan penguatan harga TBS terutama dipengaruhi kenaikan harga kernel.

“Dengan kenaikan tersebut, harga TBS kelapa sawit mitra swadaya umur 9 tahun di Riau ditetapkan menjadi Rp3.884,84 per kilogram,” kata Defris, Selasa (1/9/2026).
Menurut Defris, harga kernel pada periode ini meningkat Rp230,20 per kilogram dibandingkan pekan sebelumnya. Sementara harga penjualan crude palm oil (CPO) justru turun Rp26,49 per kilogram.
Berdasarkan hasil rapat Tim Penetapan Harga TBS, harga CPO yang digunakan mencapai Rp15.810,98 per kilogram. Sedangkan harga kernel ditetapkan Rp13.543,50 per kilogram.
Indeks K tetap berada di angka 93,34 persen. Adapun BOTL ditetapkan 0,93 persen dan harga cangkang Rp24,76 per kilogram.
Untuk tanaman umur 3 tahun, harga TBS ditetapkan Rp3.004,05 per kilogram. Umur 4 tahun sebesar Rp3.352,96 dan umur 5 tahun Rp3.600,89 per kilogram.
Selanjutnya, harga TBS umur 6 tahun mencapai Rp3.740,45 per kilogram. Tanaman umur 7 tahun Rp3.824,56 dan umur 8 tahun Rp3.871,15 per kilogram.
Harga tertinggi berada pada tanaman umur 9 tahun, yakni Rp3.884,84 per kilogram. Sedangkan tanaman umur 10-20 tahun ditetapkan Rp3.843,30 per kilogram.
Memasuki usia tanaman yang lebih tua, harga TBS kembali menurun. Tanaman umur 21 tahun ditetapkan Rp3.777,51 per kilogram.
Kemudian umur 22 tahun Rp3.702,04, umur 23 tahun Rp3.616,23 dan umur 24 tahun Rp3.551,29 per kilogram.
Untuk umur 25 tahun, harga TBS ditetapkan Rp3.497,95 per kilogram. Umur 26 tahun Rp3.478,77 dan umur 27 tahun Rp3.449,04 per kilogram.
Sementara itu, harga tanaman umur 28 tahun mencapai Rp3.392,75 per kilogram. Umur 29 tahun Rp3.351,42 dan umur 30 tahun Rp3.256,97 per kilogram.
Penetapan harga tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pembelian Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Produksi Pekebun Mitra.
Selain itu, tim berpedoman pada Keputusan Direktur Jenderal Perkebunan Nomor 144/Kpts./PP.320/E/12/2025. Penetapan juga menggunakan tabel rendemen harga baru hasil kajian Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan yang telah disepakati tim.
Dalam penetapan periode ini, terdapat sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS) yang tidak melakukan penjualan. Kondisi tersebut membuat harga CPO dan kernel mengacu pada harga rata-rata tim sesuai ketentuan Permentan Nomor 13 Tahun 2024 Pasal 16.
Apabila masuk validasi kedua, harga yang digunakan mengacu pada harga rata-rata KPBN. Defris menyebut harga rata-rata CPO KPBN pada periode ini sebesar Rp15.800 per kilogram.
Sedangkan harga kernel KPBN berada di angka Rp13.505 per kilogram.
“Adapun harga rata-rata CPO KPBN pada periode ini sebesar Rp15.800 per kilogram dan harga kernel KPBN sebesar Rp13.505 per kilogram,” tandasnya.
Kenaikan harga TBS tersebut menjadi kabar positif bagi petani sawit mitra swadaya di Riau. Penguatan harga kernel menjadi salah satu faktor utama yang menopang kenaikan harga TBS pada awal September 2026.(*)




PEKANBARU- Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit petani mitra swadaya di Riau kembali mengalami kenaikan pada periode 2-8 September 2026.
Kenaikan terjadi pada seluruh kelompok umur tanaman. Harga tertinggi tercatat pada tanaman umur 9 tahun sebesar Rp3.884,84 per kilogram.
Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau, Defris Hatmaja, mengatakan penguatan harga TBS terutama dipengaruhi kenaikan harga kernel.
“Dengan kenaikan tersebut, harga TBS kelapa sawit mitra swadaya umur 9 tahun di Riau ditetapkan menjadi Rp3.884,84 per kilogram,” kata Defris, Selasa (1/9/2026).
Menurut Defris, harga kernel pada periode ini meningkat Rp230,20 per kilogram dibandingkan pekan sebelumnya. Sementara harga penjualan crude palm oil (CPO) justru turun Rp26,49 per kilogram.
Berdasarkan hasil rapat Tim Penetapan Harga TBS, harga CPO yang digunakan mencapai Rp15.810,98 per kilogram. Sedangkan harga kernel ditetapkan Rp13.543,50 per kilogram.
Indeks K tetap berada di angka 93,34 persen. Adapun BOTL ditetapkan 0,93 persen dan harga cangkang Rp24,76 per kilogram.
Untuk tanaman umur 3 tahun, harga TBS ditetapkan Rp3.004,05 per kilogram. Umur 4 tahun sebesar Rp3.352,96 dan umur 5 tahun Rp3.600,89 per kilogram.
Selanjutnya, harga TBS umur 6 tahun mencapai Rp3.740,45 per kilogram. Tanaman umur 7 tahun Rp3.824,56 dan umur 8 tahun Rp3.871,15 per kilogram.
Harga tertinggi berada pada tanaman umur 9 tahun, yakni Rp3.884,84 per kilogram. Sedangkan tanaman umur 10-20 tahun ditetapkan Rp3.843,30 per kilogram.
Memasuki usia tanaman yang lebih tua, harga TBS kembali menurun. Tanaman umur 21 tahun ditetapkan Rp3.777,51 per kilogram.
Kemudian umur 22 tahun Rp3.702,04, umur 23 tahun Rp3.616,23 dan umur 24 tahun Rp3.551,29 per kilogram.
Untuk umur 25 tahun, harga TBS ditetapkan Rp3.497,95 per kilogram. Umur 26 tahun Rp3.478,77 dan umur 27 tahun Rp3.449,04 per kilogram.
Sementara itu, harga tanaman umur 28 tahun mencapai Rp3.392,75 per kilogram. Umur 29 tahun Rp3.351,42 dan umur 30 tahun Rp3.256,97 per kilogram.
Penetapan harga tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pembelian Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Produksi Pekebun Mitra.
Selain itu, tim berpedoman pada Keputusan Direktur Jenderal Perkebunan Nomor 144/Kpts./PP.320/E/12/2025. Penetapan juga menggunakan tabel rendemen harga baru hasil kajian Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan yang telah disepakati tim.
Dalam penetapan periode ini, terdapat sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS) yang tidak melakukan penjualan. Kondisi tersebut membuat harga CPO dan kernel mengacu pada harga rata-rata tim sesuai ketentuan Permentan Nomor 13 Tahun 2024 Pasal 16.
Apabila masuk validasi kedua, harga yang digunakan mengacu pada harga rata-rata KPBN. Defris menyebut harga rata-rata CPO KPBN pada periode ini sebesar Rp15.800 per kilogram.
Sedangkan harga kernel KPBN berada di angka Rp13.505 per kilogram.
“Adapun harga rata-rata CPO KPBN pada periode ini sebesar Rp15.800 per kilogram dan harga kernel KPBN sebesar Rp13.505 per kilogram,” tandasnya.
Kenaikan harga TBS tersebut menjadi kabar positif bagi petani sawit mitra swadaya di Riau. Penguatan harga kernel menjadi salah satu faktor utama yang menopang kenaikan harga TBS pada awal September 2026.(*)