logo
Sinyal Pemerintah untuk KPK: Periksa Nusron Wahid Jika Dibutuhkan dalam Kasus Su Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pendidikan Gratis dari TK hingga Kuliah Disiapkan, Pemerintah Hitung Anggaran da Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Program BSPS 2026 Berjalan, Pemprov Riau Sebut 31 Ribu Rumah Masih Butuh Bantuan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sidang Pemerasan dan Penipuan: Saksi Pelapor Ungkap Transfer Rp35 Juta ke Terdak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sembilan Hari Tertekan, Rupiah Akhirnya Bangkit ke Rp17.818 per Dolar AS Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Warga Temukan Pemuda Tergantung dalam Apotek di Salo Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pemko Pekanbaru Sudah Perbaiki 34 Km Jalan Rusak, Target 55 Km Tahun Ini Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Antrean Solar Tak Kunjung Terurai, Edy Natar Duga Ada Mafia, Polda Riau: Masih K Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
Gaun Balas Dendam Legendaris Putri Diana Bersiap Dilelang di New York dengan Harga Fantastis
Busana malam ikonis rancangan Christina Stambolian yang dikenakan Putri Diana pada malam pengakuan perselingkuhan Pangeran Charles akan ditawarkan dalam balai lelang Sotheby's New York bulan Desember mendatang.
Gaun Balas Dendam Legendaris Putri Diana Bersiap Dilelang di New York dengan Harga Fantastis
Editor: putrajaya
Rubrik: news | 12 September 2026 | 15:22:00

Ankara - Busana malam hitam yang dikenakan Putri Diana pada malam ketika suaminya yang telah berpisah dengannya, yang saat itu masih bergelar Pangeran Charles dan saat ini menjadi Raja Charles III, secara terbuka mengakui berselingkuh, akan dilelang untuk pertama kalinya.

Gaun berbahan sutra yang dirancang Christina Stambolian dan dikenal luas sebagai “gaun balas dendam” Diana itu diperkirakan terjual dengan harga 150.000 hingga 300.000 dolar AS (sekitar Rp 2,6 miliar sd Rp5,2 miliar) dalam lelang di Sotheby’s New York pada 9 Desember, menurut keterangan pers.

Diana mengenakan gaun tersebut dalam jamuan makan malam penggalangan dana yang diselenggarakan Vanity Fair di Serpentine Gallery, London, pada 29 Juni 1994. Kemunculan Diana pada malam yang sama, bertepatan dengan penayangan film dokumenter di televisi nasional yang memuat pengakuan Charles bahwa ia telah berselingkuh selama pernikahan mereka.

iklan-view

Saat itu, pasangan tersebut telah berpisah selama hampir dua tahun. Kedatangan Diana dengan gaun hitam yang pas di badan di hadapan kerumunan fotografer menjadi salah satu gambar dirinya yang paling dikenal luas sekaligus momen penting dalam sejarah mode modern.

Media kemudian menjuluki busana tersebut sebagai “gaun balas dendam”. Keputusan Diana mengenakannya dipandang sebagai bentuk kepercayaan diri di depan publik ketika berbagai detail pernikahannya menjadi sorotan yang intens.

Gaun dengan model bahu terbuka itu memiliki bagian dada berlipit, ujung asimetris, dan ekor sifon yang dramatis. Diana memadukannya dengan sepatu hak tinggi hitam dan tas genggam, serta kalung choker mutiara yang dihiasi bros safir dan berlian antik di bagian tengahnya. Bros tersebut merupakan hadiah pernikahan dari Ibu Suri.

Diana telah memiliki gaun tersebut selama tiga tahun, tetapi sebelumnya menganggapnya terlalu berani untuk dikenakan dalam penampilan publik. Ia dilaporkan mengganti pilihan busana pada menit-menit terakhir sebelum jamuan makan malam dan mengesampingkan gaun Valentino yang lebih tradisional.

Menurut penata gayanya saat itu, Anna Harvey, Diana "ingin tampil memukau dan luar biasa."

Kepala global divisi tas tangan dan mode Sotheby’s, Morgane Halimi, mengatakan Diana memahami bahwa pakaian dapat menjadi salah satu bentuk komunikasi.

“Atas caranya sendiri, Putri Diana mengubah gaun tersebut menjadi salah satu pesan paling kuat yang pernah ia sampaikan,” kata Halimi.

Gambar tersebut turut memunculkan gagasan tentang “revenge dressing (gaun balas dendam)”, istilah yang kini digunakan untuk menggambarkan pilihan busana yang dimaksudkan untuk menunjukkan kepercayaan diri, perubahan, atau kemandirian setelah putus cinta atau mengalami krisis pribadi.

Diana menyertakan gaun karya Stambolian tersebut dalam daftar 79 busana yang dia tawarkan secara pribadi pada sebuah acara lelang amal pada Juni 1997, tak lama sebelum dia meninggal dunia pada Agustus di tahun yang sama. Penjualan tersebut menggalang dana bagi organisasi amal kanker dan AIDS, dan gaun itu dibeli oleh pemiliknya saat ini, yang telah menyimpannya sejak saat itu.

Sebuah salinan langka dari katalog lelang asli tahun 1997, yang bernomor seri serta ditandatangani oleh Diana dan Stambolian, akan turut dijual bersama gaun tersebut. Katalog itu mencatat bahwa putra Diana, Pangeran William, adalah sosok yang mengusulkan penyelenggaraan acara penjualan untuk amal tersebut.

Sebagian hasil lelang pada Desember akan disumbangkan kepada NHS Lothian Charity atas nama Royal Edinburgh Hospital. Menjelang lelang, gaun tersebut akan menjalani tur pameran internasional. Gaun itu akan dipamerkan di Sotheby’s London pada 18-24 September dalam rangka London Fashion Week sebelum dibawa ke Hong Kong dan Jenewa.

Gaun tersebut kemudian akan dipamerkan di Gedung Breuer milik Sotheby’s di New York mulai 2 Desember, sebelum dilelang secara langsung pada 9 Desember. Gaun asli tersebut belum dipamerkan kepada publik selama hampir 30 tahun, meskipun replika gaun itu telah tampil dalam berbagai pameran dan produksi televisi, termasuk drama kerajaan Netflix, The Crown. (*)

Home / News
Gaun Balas Dendam Legendaris Putri Diana Bersiap Dilelang di New York dengan Harga Fantastis
Editor: putrajaya
Rubrik: news | 12 September 2026 | 15:22:00
Gaun Balas Dendam Legendaris Putri Diana Bersiap Dilelang di New York dengan Harga Fantastis
Busana malam ikonis rancangan Christina Stambolian yang dikenakan Putri Diana pada malam pengakuan perselingkuhan Pangeran Charles akan ditawarkan dalam balai lelang Sotheby's New York bulan Desember mendatang.

Ankara - Busana malam hitam yang dikenakan Putri Diana pada malam ketika suaminya yang telah berpisah dengannya, yang saat itu masih bergelar Pangeran Charles dan saat ini menjadi Raja Charles III, secara terbuka mengakui berselingkuh, akan dilelang untuk pertama kalinya.

Gaun berbahan sutra yang dirancang Christina Stambolian dan dikenal luas sebagai “gaun balas dendam” Diana itu diperkirakan terjual dengan harga 150.000 hingga 300.000 dolar AS (sekitar Rp 2,6 miliar sd Rp5,2 miliar) dalam lelang di Sotheby’s New York pada 9 Desember, menurut keterangan pers.

Diana mengenakan gaun tersebut dalam jamuan makan malam penggalangan dana yang diselenggarakan Vanity Fair di Serpentine Gallery, London, pada 29 Juni 1994. Kemunculan Diana pada malam yang sama, bertepatan dengan penayangan film dokumenter di televisi nasional yang memuat pengakuan Charles bahwa ia telah berselingkuh selama pernikahan mereka.

Saat itu, pasangan tersebut telah berpisah selama hampir dua tahun. Kedatangan Diana dengan gaun hitam yang pas di badan di hadapan kerumunan fotografer menjadi salah satu gambar dirinya yang paling dikenal luas sekaligus momen penting dalam sejarah mode modern.

Media kemudian menjuluki busana tersebut sebagai “gaun balas dendam”. Keputusan Diana mengenakannya dipandang sebagai bentuk kepercayaan diri di depan publik ketika berbagai detail pernikahannya menjadi sorotan yang intens.

Gaun dengan model bahu terbuka itu memiliki bagian dada berlipit, ujung asimetris, dan ekor sifon yang dramatis. Diana memadukannya dengan sepatu hak tinggi hitam dan tas genggam, serta kalung choker mutiara yang dihiasi bros safir dan berlian antik di bagian tengahnya. Bros tersebut merupakan hadiah pernikahan dari Ibu Suri.

Diana telah memiliki gaun tersebut selama tiga tahun, tetapi sebelumnya menganggapnya terlalu berani untuk dikenakan dalam penampilan publik. Ia dilaporkan mengganti pilihan busana pada menit-menit terakhir sebelum jamuan makan malam dan mengesampingkan gaun Valentino yang lebih tradisional.

Menurut penata gayanya saat itu, Anna Harvey, Diana "ingin tampil memukau dan luar biasa."

Kepala global divisi tas tangan dan mode Sotheby’s, Morgane Halimi, mengatakan Diana memahami bahwa pakaian dapat menjadi salah satu bentuk komunikasi.

“Atas caranya sendiri, Putri Diana mengubah gaun tersebut menjadi salah satu pesan paling kuat yang pernah ia sampaikan,” kata Halimi.

Gambar tersebut turut memunculkan gagasan tentang “revenge dressing (gaun balas dendam)”, istilah yang kini digunakan untuk menggambarkan pilihan busana yang dimaksudkan untuk menunjukkan kepercayaan diri, perubahan, atau kemandirian setelah putus cinta atau mengalami krisis pribadi.

Diana menyertakan gaun karya Stambolian tersebut dalam daftar 79 busana yang dia tawarkan secara pribadi pada sebuah acara lelang amal pada Juni 1997, tak lama sebelum dia meninggal dunia pada Agustus di tahun yang sama. Penjualan tersebut menggalang dana bagi organisasi amal kanker dan AIDS, dan gaun itu dibeli oleh pemiliknya saat ini, yang telah menyimpannya sejak saat itu.

Sebuah salinan langka dari katalog lelang asli tahun 1997, yang bernomor seri serta ditandatangani oleh Diana dan Stambolian, akan turut dijual bersama gaun tersebut. Katalog itu mencatat bahwa putra Diana, Pangeran William, adalah sosok yang mengusulkan penyelenggaraan acara penjualan untuk amal tersebut.

Sebagian hasil lelang pada Desember akan disumbangkan kepada NHS Lothian Charity atas nama Royal Edinburgh Hospital. Menjelang lelang, gaun tersebut akan menjalani tur pameran internasional. Gaun itu akan dipamerkan di Sotheby’s London pada 18-24 September dalam rangka London Fashion Week sebelum dibawa ke Hong Kong dan Jenewa.

Gaun tersebut kemudian akan dipamerkan di Gedung Breuer milik Sotheby’s di New York mulai 2 Desember, sebelum dilelang secara langsung pada 9 Desember. Gaun asli tersebut belum dipamerkan kepada publik selama hampir 30 tahun, meskipun replika gaun itu telah tampil dalam berbagai pameran dan produksi televisi, termasuk drama kerajaan Netflix, The Crown. (*)