logo
● Miris, 649 Ijazah Siswa SMP di Pekanbaru Belum Diambil karena Menunggak, Walikot Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Hari ke-14 Tragedi KM Virgo: 11 Jasad Kembali Ditemukan, Total Korban Tewas Jadi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Comeback Dramatis PSPS Pekanbaru, Askar Bertuah Tundukkan Sumsel United 2-1 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Resmi Emban Amanah sebagai Wakapolda Riau, Brigjen Pol Simson Zet Ringu Bicara " Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● BMKG Pantau Kemunculan 8 Hotspot di Riau, Sebaran Terbanyak di Inhu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Warga Riau Diminta Waspada, BMKG Prediksi Hujan Lebat dan Angin Kencang Hari Ini Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● KKP Evakuasi Bangkai Diduga Paus di Inhil, Sampel Darah Dibawa ke Laboratorium Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● 11 Lokasi PETI Ditertibkan di Kuansing, Polisi Musnahkan 42 Rakit Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Ekonomi / KOMODITAS
Cabai Merah Kian
Harga jual cabai merah makin melambung di Pekanbaru. Tembus Rp80.000 Per-Kg. (Foto: Wahyu/Pekanbarutv)
Cabai Merah Kian "Pedas", Harga Jual Tembus Rp80 Ribu Per Kilogram, Cuaca Buruk Jadi Penyebab
Editor: Arya Mahendra | Penulis: wahyu falatehan
Rubrik: ekonomi | 24 September 2026 | 15:28:15

PEKANBARU - Harga komoditas cabai merah di sejumlah pasar tradisional Kota Pekanbaru, Riau, terus merangkak naik dan menembus angka Rp80.000 per kilogram. Lonjakan harga ini telah dirasakan masyarakat dalam 10 hari terakhir akibat gangguan cuaca buruk di sentra produksi.

Berdasarkan pantauan di Pasar Tradisional Cik Puan, Pekanbaru, pada Kamis, kenaikan paling signifikan terjadi pada cabai merah asal Bukittinggi, Sumatera Barat, yang melonjak dari harga sebelumnya Rp60.000 menjadi Rp80.000 per kilogram.

iklan-view

Sementara itu, cabai merah asal Jawa dan Medan juga mengalami lonjakan harga yang cukup tajam. Komoditas tersebut kini dijual seharga Rp55.000 per kilogram, naik dari harga normal sebelumnya yang berada di kisaran Rp35.000 per kilogram.

Salah satu pedagang di Pasar Cik Puan bernama Eka mengungkapkan bahwa kenaikan harga ini dipicu oleh faktor cuaca buruk yang mengganggu pasokan. Akibatnya, stok cabai merah di tingkat pedagang menjadi berkurang, sementara permintaan dari pembeli justru meningkat.

"Cuaca bang, selain itu peminatnya juga banyak" sebut Eka 

Lonjakan harga membuat pembeli terpaksa memutar otak. Eka menjelaskan, banyak konsumen yang mengurangi jumlah belanjaan mereka, dari yang biasanya membeli setengah kilogram kini dikurangi menjadi seperempat kilogram saja.

"Pembeli harian ni biasanya beli setengah kilo, sekarang dikurangi menjadi setempat atau se-ons" katanya.

Berkurangnya daya beli masyarakat turut berimbas pada omzet para pedagang pasar tradisional.

Di tengah lonjakan harga cabai merah, kabar baik datang dari komoditas bumbu dapur lainnya. Bawang merah dan tomat justru mengalami penurunan harga akibat pasokan yang melimpah di pasaran.

Bawang Merah turun dari harga biasanya Rp28.000 menjadi Rp24.000 per kilogram, sedangkan tomat turun dari Rp20.000 menjadi Rp10.000 per kilogram. (why)

Home / Ekonomi
Cabai Merah Kian "Pedas", Harga Jual Tembus Rp80 Ribu Per Kilogram, Cuaca Buruk Jadi Penyebab
Editor: Arya Mahendra | Penulis: wahyu falatehan
Rubrik: ekonomi | 24 September 2026 | 15:28:15
Cabai Merah Kian "Pedas", Harga Jual Tembus  Rp80 Ribu Per Kilogram, Cuaca Buruk Jadi Penyebab
Harga jual cabai merah makin melambung di Pekanbaru. Tembus Rp80.000 Per-Kg. (Foto: Wahyu/Pekanbarutv)

PEKANBARU - Harga komoditas cabai merah di sejumlah pasar tradisional Kota Pekanbaru, Riau, terus merangkak naik dan menembus angka Rp80.000 per kilogram. Lonjakan harga ini telah dirasakan masyarakat dalam 10 hari terakhir akibat gangguan cuaca buruk di sentra produksi.

Berdasarkan pantauan di Pasar Tradisional Cik Puan, Pekanbaru, pada Kamis, kenaikan paling signifikan terjadi pada cabai merah asal Bukittinggi, Sumatera Barat, yang melonjak dari harga sebelumnya Rp60.000 menjadi Rp80.000 per kilogram.

Sementara itu, cabai merah asal Jawa dan Medan juga mengalami lonjakan harga yang cukup tajam. Komoditas tersebut kini dijual seharga Rp55.000 per kilogram, naik dari harga normal sebelumnya yang berada di kisaran Rp35.000 per kilogram.

Salah satu pedagang di Pasar Cik Puan bernama Eka mengungkapkan bahwa kenaikan harga ini dipicu oleh faktor cuaca buruk yang mengganggu pasokan. Akibatnya, stok cabai merah di tingkat pedagang menjadi berkurang, sementara permintaan dari pembeli justru meningkat.

"Cuaca bang, selain itu peminatnya juga banyak" sebut Eka 

Lonjakan harga membuat pembeli terpaksa memutar otak. Eka menjelaskan, banyak konsumen yang mengurangi jumlah belanjaan mereka, dari yang biasanya membeli setengah kilogram kini dikurangi menjadi seperempat kilogram saja.

"Pembeli harian ni biasanya beli setengah kilo, sekarang dikurangi menjadi setempat atau se-ons" katanya.

Berkurangnya daya beli masyarakat turut berimbas pada omzet para pedagang pasar tradisional.

Di tengah lonjakan harga cabai merah, kabar baik datang dari komoditas bumbu dapur lainnya. Bawang merah dan tomat justru mengalami penurunan harga akibat pasokan yang melimpah di pasaran.

Bawang Merah turun dari harga biasanya Rp28.000 menjadi Rp24.000 per kilogram, sedangkan tomat turun dari Rp20.000 menjadi Rp10.000 per kilogram. (why)