logo
● Kabar Bahagia dari Tesso Nilo, Anak Gajah Sumatera Jantan Lahir Sehat di Camp EF Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Tahan Imbang Malaysia 0-0, Posisi Garuda Tak Bergeming di Klasemen Grup A Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Disiplin Pertahanan Tembok Kokoh Indonesia Paksa Malaysia Imbang di SUGBK Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Farewell Parade Kapolres Pelalawan: John Louis Letedara Pergi, Ahmad Nur Ari Lan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Gagal Pinjam HP, Pria di Sorek Todong Kasir Pakai Gunting dan Lukai Anak 9 Tahun Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Konflik Iran-AS Memanas, Rupiah Kembali Merosot Menuju Rp18.000 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Lima Remaja Diciduk Polisi Usai Dugaan Begal di Air Dingin Pekanbaru Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● JMSI Riau Buka UKW Semua Jenjang, Kesempatan Terbuka bagi Wartawan Non-JMSI Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Pekanbaru
Ribuan Warga Riau Terserang DBD, 23 Meninggal Dunia hingga Juli 2026
Nyamuk Aides Aygepti (ft:dok Pekanbaru)
Ribuan Warga Riau Terserang DBD, 23 Meninggal Dunia hingga Juli 2026
Editor: Ridho Haztil | Penulis: raka sagara
Rubrik: news | 27 September 2026 | 18:27:16

PEKANBARU-Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Provinsi Riau mencapai 4.614 kasus sepanjang Januari hingga Juli 2026. Dari ribuan kasus tersebut, sebanyak 23 orang dilaporkan meninggal dunia.
Data Dinas Kesehatan Provinsi Riau menunjukkan, kasus DBD telah ditemukan di seluruh kabupaten dan kota di Riau.
Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) mencatat jumlah kasus paling banyak dengan 992 penderita. Dari jumlah tersebut, enam orang meninggal dunia.
Kabupaten Bengkalis berada di urutan berikutnya dengan 701 kasus dan dua kematian. Sementara Kota Dumai mencatat 610 kasus dengan dua korban meninggal dunia.
Di Kota Pekanbaru, tercatat 566 kasus DBD dengan satu kematian.
Kasus juga ditemukan di sejumlah daerah lainnya. Kuantan Singingi mencatat 399 kasus tanpa kematian, sedangkan Kampar sebanyak 297 kasus dengan empat kematian.
Kemudian Indragiri Hilir mencatat 250 kasus dan dua kematian, sementara Rokan Hulu terdapat 228 kasus dengan dua penderita meninggal dunia.
Selanjutnya, Indragiri Hulu mencatat 167 kasus dengan satu kematian. Siak sebanyak 162 kasus dengan dua kematian, Pelalawan 131 kasus tanpa kematian, dan Kepulauan Meranti 111 kasus dengan satu kematian.
Secara keseluruhan, angka kejadian DBD atau Incidence Rate (IR) di Riau mencapai 63,2 kasus per 100 ribu penduduk. Sedangkan angka kematian atau Case Fatality Rate (CFR) tercatat 0,5 persen.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli, mengatakan pihaknya terus meminta pemerintah kabupaten dan kota meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan kasus DBD.
"Kabupaten dan kota sudah kami minta agar meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat langkah-langkah pencegahan terhadap perkembangan kasus DBD," ujar Zulkifli, Minggu (27/9/2026).
Menurut Zulkifli, hingga kini belum ada daerah di Riau yang menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD.
"Belum ada yang KLB, karena semua kasus masih tetap terkendali oleh seluruh dinas kesehatan kabupaten kota," katanya.
Berdasarkan catatan bulanan, kasus DBD sempat menurun pada awal tahun. Januari terdapat 457 kasus, kemudian turun menjadi 402 kasus pada Februari dan 370 kasus pada Maret.
Memasuki April, jumlah kasus kembali naik menjadi 554 kasus dan meningkat tajam pada Mei dengan 827 kasus.(*) 

Home / News
Ribuan Warga Riau Terserang DBD, 23 Meninggal Dunia hingga Juli 2026
Editor: Ridho Haztil | Penulis: raka sagara
Rubrik: news | 27 September 2026 | 18:27:16
Ribuan Warga Riau Terserang DBD, 23 Meninggal Dunia hingga Juli 2026
Nyamuk Aides Aygepti (ft:dok Pekanbaru)

PEKANBARU-Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Provinsi Riau mencapai 4.614 kasus sepanjang Januari hingga Juli 2026. Dari ribuan kasus tersebut, sebanyak 23 orang dilaporkan meninggal dunia.
Data Dinas Kesehatan Provinsi Riau menunjukkan, kasus DBD telah ditemukan di seluruh kabupaten dan kota di Riau.
Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) mencatat jumlah kasus paling banyak dengan 992 penderita. Dari jumlah tersebut, enam orang meninggal dunia.
Kabupaten Bengkalis berada di urutan berikutnya dengan 701 kasus dan dua kematian. Sementara Kota Dumai mencatat 610 kasus dengan dua korban meninggal dunia.
Di Kota Pekanbaru, tercatat 566 kasus DBD dengan satu kematian.
Kasus juga ditemukan di sejumlah daerah lainnya. Kuantan Singingi mencatat 399 kasus tanpa kematian, sedangkan Kampar sebanyak 297 kasus dengan empat kematian.
Kemudian Indragiri Hilir mencatat 250 kasus dan dua kematian, sementara Rokan Hulu terdapat 228 kasus dengan dua penderita meninggal dunia.
Selanjutnya, Indragiri Hulu mencatat 167 kasus dengan satu kematian. Siak sebanyak 162 kasus dengan dua kematian, Pelalawan 131 kasus tanpa kematian, dan Kepulauan Meranti 111 kasus dengan satu kematian.
Secara keseluruhan, angka kejadian DBD atau Incidence Rate (IR) di Riau mencapai 63,2 kasus per 100 ribu penduduk. Sedangkan angka kematian atau Case Fatality Rate (CFR) tercatat 0,5 persen.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli, mengatakan pihaknya terus meminta pemerintah kabupaten dan kota meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan kasus DBD.
"Kabupaten dan kota sudah kami minta agar meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat langkah-langkah pencegahan terhadap perkembangan kasus DBD," ujar Zulkifli, Minggu (27/9/2026).
Menurut Zulkifli, hingga kini belum ada daerah di Riau yang menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD.
"Belum ada yang KLB, karena semua kasus masih tetap terkendali oleh seluruh dinas kesehatan kabupaten kota," katanya.
Berdasarkan catatan bulanan, kasus DBD sempat menurun pada awal tahun. Januari terdapat 457 kasus, kemudian turun menjadi 402 kasus pada Februari dan 370 kasus pada Maret.
Memasuki April, jumlah kasus kembali naik menjadi 554 kasus dan meningkat tajam pada Mei dengan 827 kasus.(*)