logo
● TKD Riau Turun 16,73 Persen, Pemda Diminta Perkuat PAD dan Percepat Belanja Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Ole Romeny Minta Skuad Garuda Tuntaskan Misi Lawan Thailand Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Pertarungan Otak di Area Teknis SUGBK Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● 133 Pedagang Ruko Plaza Sukaramai Pertanyakan Rekomendasi Pemko Pekanbaru untuk Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Ekonomi Riau September 2026: Inflasi Naik, Ekspor Tumbuh, NTP Menguat Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Update Cuaca Jumat 2 Oktober: Hujan Guyur Sejumlah Wilayah Riau, BMKG Ingatkan P Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● BREAKING NEWS: Kebakaran Besar Melanda Bangko Rohil, Saat ini Api Masih Berkobar Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Kemendagri Evaluasi Regulasi Daerah untuk Perkuat Pencegahan Karhutla Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Ekonomi / HORTIKULTURA
 Dampak Kabut Asap Karhutla: Petani Sayur di Pekanbaru Keluhkan Tanaman Tumbuh
Seorang petani di Pekanbaru sedang memanen sayuran yang mengalami hambatan pertumbuhan akibat kabut asap karhutla. (Foto: Wahyu/Pekanbarutv)
Dampak Kabut Asap Karhutla: Petani Sayur di Pekanbaru Keluhkan Tanaman Tumbuh "Bantet"
Editor: Arya Mahendra | Penulis: wahyu falatehan
Rubrik: ekonomi | 1 Oktober 2026 | 18:30:58

PEKANBARU - Dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Kota Pekanbaru dalam beberapa bulan terakhir sangat dirasakan berbagai sektor, termasuk para petani sayur. Kondisi cuaca yang tidak sehat dan minimnya sinar matahari membuat hasil pertanian mengalami penurunan kualitas.

Suhaimi, salah seorang petani sayur lokal, mengaku kecewa dengan kondisi tanamannya saat ini. Sebagian besar sayuran yang ia tanam tidak dapat berkembang dengan baik dan mengalami hambatan pertumbuhan.

"Karena kabut asap ini tanaman gerah, akibatnya ya gini bantet," keluh Suhaimi menggambarkan kondisi tanamannya kepada Pekanbarutv, Kamis (1/9/2026).

iklan-view

Untuk mengantisipasi kerugian yang lebih besar dan memaksimalkan hasil panen di tengah cuaca yang kurang bersahabat, Suhaimi terpaksa melakukan beberapa langkah ekstra dalam perawatan tanaman seperti penambahan pupuk kandang dan penyiraman Intensif agar tanah lebih lembab.

Di tengah tantangan cuaca dan ancaman gagal panen ini, Suhaimi berharap agar kondisi kabut asap di Kota Pekanbaru dapat segera reda. Dengan begitu, aktivitas pertanian dapat kembali normal dan hasil kebun mereka bisa kembali maksimal. (why)

Home / Ekonomi
Dampak Kabut Asap Karhutla: Petani Sayur di Pekanbaru Keluhkan Tanaman Tumbuh "Bantet"
Editor: Arya Mahendra | Penulis: wahyu falatehan
Rubrik: ekonomi | 1 Oktober 2026 | 18:30:58
 Dampak Kabut Asap Karhutla: Petani Sayur di Pekanbaru Keluhkan Tanaman Tumbuh "Bantet"
Seorang petani di Pekanbaru sedang memanen sayuran yang mengalami hambatan pertumbuhan akibat kabut asap karhutla. (Foto: Wahyu/Pekanbarutv)

PEKANBARU - Dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Kota Pekanbaru dalam beberapa bulan terakhir sangat dirasakan berbagai sektor, termasuk para petani sayur. Kondisi cuaca yang tidak sehat dan minimnya sinar matahari membuat hasil pertanian mengalami penurunan kualitas.

Suhaimi, salah seorang petani sayur lokal, mengaku kecewa dengan kondisi tanamannya saat ini. Sebagian besar sayuran yang ia tanam tidak dapat berkembang dengan baik dan mengalami hambatan pertumbuhan.

"Karena kabut asap ini tanaman gerah, akibatnya ya gini bantet," keluh Suhaimi menggambarkan kondisi tanamannya kepada Pekanbarutv, Kamis (1/9/2026).

Untuk mengantisipasi kerugian yang lebih besar dan memaksimalkan hasil panen di tengah cuaca yang kurang bersahabat, Suhaimi terpaksa melakukan beberapa langkah ekstra dalam perawatan tanaman seperti penambahan pupuk kandang dan penyiraman Intensif agar tanah lebih lembab.

Di tengah tantangan cuaca dan ancaman gagal panen ini, Suhaimi berharap agar kondisi kabut asap di Kota Pekanbaru dapat segera reda. Dengan begitu, aktivitas pertanian dapat kembali normal dan hasil kebun mereka bisa kembali maksimal. (why)