
PEKANBARU - Pelatih tim nasional Prancis, Zinedine Zidane, memberikan pembelaan terbuka kepada Cristiano Ronaldo yang menuai kritik publik menyusul keputusannya meninggalkan pemusatan latihan skuad Portugal di Kopenhagen. Kepergian sang megabintang dari kamp latihan tersebut sempat memicu berbagai spekulasi mengenai kelanjutan perjalanan karier penyerang berusia 41 tahun itu bersama tim nasional negaranya.
Dalam keterangannya kepada beIN SPORTS pada Senin, Zidane secara tegas menepis pandangan miring yang menyebutkan bahwa pemain bintang tersebut sedang mengalami fase penutupan karier yang mengecewakan. “Tidak, saya pikir dia harus diberi selamat atas kariernya yang hebat. Apa yang telah dia lakukan sungguh luar biasa,” kata Zidane.
Sikap pembelaan yang ditunjukkan juru taktik asal Prancis itu didasari oleh rekam jejak kerja sama mereka di masa lalu. Zidane dan Ronaldo pernah berkolaborasi di Real Madrid pada rentang waktu 2016 hingga 2018, yang dikenang sebagai salah satu era keemasan paling produktif dalam sejarah klub raksasa Spanyol tersebut.

“Saya cukup beruntung dia pernah bersama saya, dan membantu saya meraih hal-hal yang luar biasa. Saya angkat topi untuk Cristiano,” ujar Zidane.
Eks gelandang kreatif Les Bleus itu menekankan bahwa rasa kagum dan hormat mendalam yang ia miliki kepada sang pencetak gol ulung tidak pernah luntur. Ia menilai kontribusi pemain andalannya itu sangat masif dalam mengantarkan Los Blancos menuju tangga kejayaan.
“Terlebih lagi kepada mereka yang menghabiskan waktu bersama saya, dan Cristiano khususnya, karena dia membantu kami meraih begitu banyak kesuksesan,” kata Zidane seperti seperti dikutip Antaranews.
Selama kurun waktu penanganan tersebut, kolaborasi antara sang pelatih dan penyerang andalannya sukses mempersembahkan total sembilan trofi bergengsi bagi Real Madrid. Koleksi gelar tersebut mencakup tiga trofi Liga Champions, satu titel LaLiga, dua piala Piala Dunia Antarklub, dua trofi Piala Super Eropa, serta satu piala Piala Super Spanyol.
Pernyataan pembelaan ini diungkapkan oleh sang juru taktik menjelang pertandingan lanjutan UEFA Nations League antara Prancis kontra Belgia. Duel akbar tersebut dijadwalkan berlangsung di Stade de France pada Selasa, 6 Oktober.
Saat ini, pelatih kepala tersebut kembali fokus memimpin skuad nasional Prancis dalam sesi persiapan matang guna meladeni perlawanan tim nasional Belgia di ajang kompetisi antarnegara Eropa tersebut. (*)




PEKANBARU - Pelatih tim nasional Prancis, Zinedine Zidane, memberikan pembelaan terbuka kepada Cristiano Ronaldo yang menuai kritik publik menyusul keputusannya meninggalkan pemusatan latihan skuad Portugal di Kopenhagen. Kepergian sang megabintang dari kamp latihan tersebut sempat memicu berbagai spekulasi mengenai kelanjutan perjalanan karier penyerang berusia 41 tahun itu bersama tim nasional negaranya.
Dalam keterangannya kepada beIN SPORTS pada Senin, Zidane secara tegas menepis pandangan miring yang menyebutkan bahwa pemain bintang tersebut sedang mengalami fase penutupan karier yang mengecewakan. “Tidak, saya pikir dia harus diberi selamat atas kariernya yang hebat. Apa yang telah dia lakukan sungguh luar biasa,” kata Zidane.
Sikap pembelaan yang ditunjukkan juru taktik asal Prancis itu didasari oleh rekam jejak kerja sama mereka di masa lalu. Zidane dan Ronaldo pernah berkolaborasi di Real Madrid pada rentang waktu 2016 hingga 2018, yang dikenang sebagai salah satu era keemasan paling produktif dalam sejarah klub raksasa Spanyol tersebut.
“Saya cukup beruntung dia pernah bersama saya, dan membantu saya meraih hal-hal yang luar biasa. Saya angkat topi untuk Cristiano,” ujar Zidane.
Eks gelandang kreatif Les Bleus itu menekankan bahwa rasa kagum dan hormat mendalam yang ia miliki kepada sang pencetak gol ulung tidak pernah luntur. Ia menilai kontribusi pemain andalannya itu sangat masif dalam mengantarkan Los Blancos menuju tangga kejayaan.
“Terlebih lagi kepada mereka yang menghabiskan waktu bersama saya, dan Cristiano khususnya, karena dia membantu kami meraih begitu banyak kesuksesan,” kata Zidane seperti seperti dikutip Antaranews.
Selama kurun waktu penanganan tersebut, kolaborasi antara sang pelatih dan penyerang andalannya sukses mempersembahkan total sembilan trofi bergengsi bagi Real Madrid. Koleksi gelar tersebut mencakup tiga trofi Liga Champions, satu titel LaLiga, dua piala Piala Dunia Antarklub, dua trofi Piala Super Eropa, serta satu piala Piala Super Spanyol.
Pernyataan pembelaan ini diungkapkan oleh sang juru taktik menjelang pertandingan lanjutan UEFA Nations League antara Prancis kontra Belgia. Duel akbar tersebut dijadwalkan berlangsung di Stade de France pada Selasa, 6 Oktober.
Saat ini, pelatih kepala tersebut kembali fokus memimpin skuad nasional Prancis dalam sesi persiapan matang guna meladeni perlawanan tim nasional Belgia di ajang kompetisi antarnegara Eropa tersebut. (*)