logo
● Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk, Siswa Kembali Belajar dari Rumah Selama Dua H Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Peneliti Dirgantara 14 Negara Berkumpul di Yogyakarta, Bahas Masa Depan Roket hi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Konflik Yaman-Saudi Memanas, Rupiah Melemah ke Rp17.917 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Progres Pengaspalan Tembus 60 Persen, Fraksi Golkar Ingatkan Pemko Pekanbaru Jan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Dugaan Penipuan Rp9,6 Miliar di Polda Riau, Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Buka S Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Udara Tak Sehat, Pemkab Kuansing Berlakukan PJJ Selama Dua Hari Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Tak Terima Anak Sering Keluar Malam, Ayah di Rohul Tikam Anak Kandung Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Empat Pengunjung Positif Narkoba, Polisi Amankan Pria Bawa Samurai Saat Razia TH Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Sepak Bola
Herdman Siapkan Indonesia Hadapi Perubahan Taktik Thailand di Final FIFA ASEAN Cup
Riski Ridho dan Ola Romeney usai mencetak gol ke gawang Timnas Oman dalam sebuah pertandingan yang digelar di di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (5/6/2026) . (Foto: kompas/Antonius Aditya Mahendra)
Herdman Siapkan Indonesia Hadapi Perubahan Taktik Thailand di Final FIFA ASEAN Cup
Editor: putrajaya
Rubrik: news | 5 Oktober 2026 | 09:37:13

PEKANBARU -  John Herdman tidak ingin Timnas Indonesia terlena oleh performa sepanjang FIFA ASEAN Cup 2026. Di hadapan mereka sudah menunggu Thailand, tim yang dinilai memiliki pengalaman lebih matang dan catatan pertemuan yang lebih baik.

Indonesia dan Thailand akan bertemu pada final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026) pukul 20.00 WIB. Laga ini menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk merebut gelar sekaligus mengakhiri catatan kurang baik ketika berhadapan dengan Thailand.

iklan-view

Herdman mengaku telah mempelajari sejarah pertemuan kedua tim. Menurut pelatih asal Inggris tersebut, catatan itu bisa menjadi sumber kepercayaan diri bagi Thailand sebelum pertandingan dimulai.

"Saya sudah melihat sejarah pertandingan antara kedua tim. Saya pikir Thailand telah memenangkan cukup banyak pertandingan melawan Indonesia," kata Herdman dalam konferensi pers di SUGBK, Ahad (4/10/2026).

Thailand memang memiliki pengalaman lebih panjang dalam menghadapi pertandingan internasional. Herdman menilai pengalaman tersebut menjadi salah satu modal penting bagi tim asuhan Anthony Hudson, terutama ketika menghadapi tekanan pertandingan final.

"Mereka adalah tim yang berpengalaman. Mereka lebih berpengalaman daripada kami dalam hal turnamen internasional," ujarnya.

Namun, Herdman tidak melihat Indonesia berada dalam posisi tanpa keunggulan. Ia menilai sejumlah pemainnya memiliki pengalaman bermain di kompetisi dengan level lebih tinggi sehingga kualitas individu menjadi salah satu modal Garuda.

"Secara kualitas, kami memiliki lebih banyak pemain yang bermain di liga dengan level lebih tinggi, sehingga kami memiliki keunggulan secara kualitas," kata Herdman seperti dilansir republika.

Persoalannya, keunggulan tersebut harus diterjemahkan menjadi permainan yang tepat di lapangan. Herdman menyadari Thailand memiliki kemampuan untuk mengubah pendekatan permainan sesuai dengan situasi pertandingan.

Ia bahkan mengenal sosok di balik strategi Thailand. Herdman dan Hudson sama-sama pernah berkarier di sepak bola Amerika Utara. Karena itu, Herdman memahami bahwa Hudson bukan pelatih yang terpaku pada satu pola permainan.

"Dia adalah pelatih yang sangat fleksibel dan adaptif. Dia pelatih top," ujar Herdman.

Menurut Herdman, Thailand bisa mengubah formasi dari pola tiga atau lima pemain belakang ke formasi diamond, kemudian beralih ke 4-2-1-3 atau 4-3-3. Perubahan tersebut membuat Indonesia harus mampu membaca pertandingan dengan cepat dan tidak terpaku pada rencana awal.

"Kami harus siap beradaptasi," tegas Herdman.

Tantangan bagi Indonesia semakin besar karena Thailand juga memiliki pengalaman menghadapi laga-laga penting di level regional. FIFA mencatat Thailand sudah memastikan tempat di final setelah memenangi dua pertandingan awal fase grup, sementara Indonesia harus memastikan tiket final pada pertandingan terakhir Grup A melalui kemenangan besar 9-2 atas Bangladesh.

Namun, situasi tersebut juga memberikan keuntungan tersendiri bagi Indonesia. Skuad Garuda akan tampil di hadapan pendukung sendiri di SUGBK, sementara Thailand harus menghadapi atmosfer stadion yang diperkirakan sangat kuat.

Bagi Herdman, faktor tersebut baru akan berarti jika para pemain mampu menjaga fokus dan menjalankan pertandingan dengan mentalitas yang tepat.

Final Indonesia kontra Thailand bukan hanya pertarungan dua tim terbaik di turnamen. Laga ini juga menjadi ujian bagi kemampuan Herdman membaca perubahan permainan Hudson. Jika Indonesia mampu merespons setiap perubahan Thailand dengan cepat, peluang untuk mengangkat trofi di hadapan publik sendiri akan semakin terbuka. (*)


Home / News
Herdman Siapkan Indonesia Hadapi Perubahan Taktik Thailand di Final FIFA ASEAN Cup
Editor: putrajaya
Rubrik: news | 5 Oktober 2026 | 09:37:13
Herdman Siapkan Indonesia Hadapi Perubahan Taktik Thailand di Final FIFA ASEAN Cup
Riski Ridho dan Ola Romeney usai mencetak gol ke gawang Timnas Oman dalam sebuah pertandingan yang digelar di di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (5/6/2026) . (Foto: kompas/Antonius Aditya Mahendra)

PEKANBARU -  John Herdman tidak ingin Timnas Indonesia terlena oleh performa sepanjang FIFA ASEAN Cup 2026. Di hadapan mereka sudah menunggu Thailand, tim yang dinilai memiliki pengalaman lebih matang dan catatan pertemuan yang lebih baik.

Indonesia dan Thailand akan bertemu pada final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026) pukul 20.00 WIB. Laga ini menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk merebut gelar sekaligus mengakhiri catatan kurang baik ketika berhadapan dengan Thailand.

Herdman mengaku telah mempelajari sejarah pertemuan kedua tim. Menurut pelatih asal Inggris tersebut, catatan itu bisa menjadi sumber kepercayaan diri bagi Thailand sebelum pertandingan dimulai.

"Saya sudah melihat sejarah pertandingan antara kedua tim. Saya pikir Thailand telah memenangkan cukup banyak pertandingan melawan Indonesia," kata Herdman dalam konferensi pers di SUGBK, Ahad (4/10/2026).

Thailand memang memiliki pengalaman lebih panjang dalam menghadapi pertandingan internasional. Herdman menilai pengalaman tersebut menjadi salah satu modal penting bagi tim asuhan Anthony Hudson, terutama ketika menghadapi tekanan pertandingan final.

"Mereka adalah tim yang berpengalaman. Mereka lebih berpengalaman daripada kami dalam hal turnamen internasional," ujarnya.

Namun, Herdman tidak melihat Indonesia berada dalam posisi tanpa keunggulan. Ia menilai sejumlah pemainnya memiliki pengalaman bermain di kompetisi dengan level lebih tinggi sehingga kualitas individu menjadi salah satu modal Garuda.

"Secara kualitas, kami memiliki lebih banyak pemain yang bermain di liga dengan level lebih tinggi, sehingga kami memiliki keunggulan secara kualitas," kata Herdman seperti dilansir republika.

Persoalannya, keunggulan tersebut harus diterjemahkan menjadi permainan yang tepat di lapangan. Herdman menyadari Thailand memiliki kemampuan untuk mengubah pendekatan permainan sesuai dengan situasi pertandingan.

Ia bahkan mengenal sosok di balik strategi Thailand. Herdman dan Hudson sama-sama pernah berkarier di sepak bola Amerika Utara. Karena itu, Herdman memahami bahwa Hudson bukan pelatih yang terpaku pada satu pola permainan.

"Dia adalah pelatih yang sangat fleksibel dan adaptif. Dia pelatih top," ujar Herdman.

Menurut Herdman, Thailand bisa mengubah formasi dari pola tiga atau lima pemain belakang ke formasi diamond, kemudian beralih ke 4-2-1-3 atau 4-3-3. Perubahan tersebut membuat Indonesia harus mampu membaca pertandingan dengan cepat dan tidak terpaku pada rencana awal.

"Kami harus siap beradaptasi," tegas Herdman.

Tantangan bagi Indonesia semakin besar karena Thailand juga memiliki pengalaman menghadapi laga-laga penting di level regional. FIFA mencatat Thailand sudah memastikan tempat di final setelah memenangi dua pertandingan awal fase grup, sementara Indonesia harus memastikan tiket final pada pertandingan terakhir Grup A melalui kemenangan besar 9-2 atas Bangladesh.

Namun, situasi tersebut juga memberikan keuntungan tersendiri bagi Indonesia. Skuad Garuda akan tampil di hadapan pendukung sendiri di SUGBK, sementara Thailand harus menghadapi atmosfer stadion yang diperkirakan sangat kuat.

Bagi Herdman, faktor tersebut baru akan berarti jika para pemain mampu menjaga fokus dan menjalankan pertandingan dengan mentalitas yang tepat.

Final Indonesia kontra Thailand bukan hanya pertarungan dua tim terbaik di turnamen. Laga ini juga menjadi ujian bagi kemampuan Herdman membaca perubahan permainan Hudson. Jika Indonesia mampu merespons setiap perubahan Thailand dengan cepat, peluang untuk mengangkat trofi di hadapan publik sendiri akan semakin terbuka. (*)