logo
● Koalisi Sipil Tantang Substansi Ranperda Lingkungan Riau, Green Policing Diminta Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● 65 Orang Jadi Tersangka, Karhutla Riau Hanguskan 3.394 Hektare Lahan, Pelalawan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Pajak Sawit Rp 23 Miliar Tak Disetor, Pemasok TBS asal Pelalawan Ditahan Kajari Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Puluhan Peserta Ikuti Pekan Riset Internasional 2026 di UIN Suska Riau Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Satreskrim Polres Kampar Bongkar Penimbunan Solar Bersubsidi, 308 Liter Disita Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Perketat Pengawasan Disiplin Internal, Polda Riau Periksa Kendaraan Personel Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● KPK Limpahkan Berkas Perkara Suhardiman Amby ke Jaksa, Sidang di Pekanbaru Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Menteri Pertanian Copot Belasan Pegawai Buntut Kasus Pengoplosan Beras SPHP Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Pekanbaru
DPKP Pekanbaru Catat 166 Kasus Kebakaran  hingga 20 Oktober 2026
Salah satu kasus Kebakaran yang terjadi di Kota Pekanbaru (foto:dok Pekanbaru TV)
DPKP Pekanbaru Catat 166 Kasus Kebakaran hingga 20 Oktober 2026
Editor: Ridho Haztil | Penulis: Raka Sagara
Rubrik: news | 28 Oktober 2026 | 15:58:42

PEKANBARU-Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Pekanbaru mencatat 166 kejadian kebakaran bangunan sejak Januari hingga 20 Oktober 2026. Di sisi lain, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut berhasil ditekan hingga mencapai zero fire atau nihil kejadian.

Kepala DPKP Pekanbaru, Zarman Candra, mengatakan keberhasilan mengendalikan kebakaran lahan tidak terlepas dari kerja sama lintas instansi. Penanganan dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

“Terakhir, pada Agustus lalu, ada 28 kasus kebakaran lahan yang kami tangani. Sampai saat ini, kebakaran lahan sudah zero fire,” kata Zarman di rumah dinas wali kota, Selasa (27/10/2026).

iklan-view

Menurutnya, koordinasi antarlembaga menjadi salah satu faktor penting dalam menekan kejadian karhutla. Selain penanganan saat kebakaran terjadi, upaya pencegahan juga terus dilakukan melalui pengawasan kawasan yang berpotensi terbakar.

Pengawasan terutama difokuskan pada lahan gambut dan semak belukar yang rentan terbakar ketika kondisi cuaca panas dan kering. Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru juga meminta seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan agar kebakaran lahan tidak kembali terjadi.

Zarman menyebutkan, langkah tersebut sejalan dengan arahan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho yang meminta jajarannya menjaga kawasan rawan kebakaran.

“Wali kota mengarahkan kami untuk selalu menjaga lahan, baik gambut maupun semak belukar agar tidak terbakar. Sebab, dampak kebakaran di sejumlah provinsi di Sumatra juga dirasakan oleh Kota Pekanbaru,” ujarnya.

Pekanbaru sebelumnya turut merasakan dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Sumatra. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat serta menurunkan kualitas udara.

Karena itu, pencegahan karhutla di wilayah Pekanbaru menjadi perhatian pemerintah daerah. Selain untuk melindungi lingkungan, langkah tersebut juga bertujuan mencegah munculnya sumber asap baru yang dapat memperburuk kondisi udara.(*) 

Home / News
DPKP Pekanbaru Catat 166 Kasus Kebakaran hingga 20 Oktober 2026
Editor: Ridho Haztil | Penulis: Raka Sagara
Rubrik: news | 28 Oktober 2026 | 15:58:42
DPKP Pekanbaru Catat 166 Kasus Kebakaran  hingga 20 Oktober 2026
Salah satu kasus Kebakaran yang terjadi di Kota Pekanbaru (foto:dok Pekanbaru TV)

PEKANBARU-Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Pekanbaru mencatat 166 kejadian kebakaran bangunan sejak Januari hingga 20 Oktober 2026. Di sisi lain, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut berhasil ditekan hingga mencapai zero fire atau nihil kejadian.

Kepala DPKP Pekanbaru, Zarman Candra, mengatakan keberhasilan mengendalikan kebakaran lahan tidak terlepas dari kerja sama lintas instansi. Penanganan dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

“Terakhir, pada Agustus lalu, ada 28 kasus kebakaran lahan yang kami tangani. Sampai saat ini, kebakaran lahan sudah zero fire,” kata Zarman di rumah dinas wali kota, Selasa (27/10/2026).

Menurutnya, koordinasi antarlembaga menjadi salah satu faktor penting dalam menekan kejadian karhutla. Selain penanganan saat kebakaran terjadi, upaya pencegahan juga terus dilakukan melalui pengawasan kawasan yang berpotensi terbakar.

Pengawasan terutama difokuskan pada lahan gambut dan semak belukar yang rentan terbakar ketika kondisi cuaca panas dan kering. Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru juga meminta seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan agar kebakaran lahan tidak kembali terjadi.

Zarman menyebutkan, langkah tersebut sejalan dengan arahan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho yang meminta jajarannya menjaga kawasan rawan kebakaran.

“Wali kota mengarahkan kami untuk selalu menjaga lahan, baik gambut maupun semak belukar agar tidak terbakar. Sebab, dampak kebakaran di sejumlah provinsi di Sumatra juga dirasakan oleh Kota Pekanbaru,” ujarnya.

Pekanbaru sebelumnya turut merasakan dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Sumatra. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat serta menurunkan kualitas udara.

Karena itu, pencegahan karhutla di wilayah Pekanbaru menjadi perhatian pemerintah daerah. Selain untuk melindungi lingkungan, langkah tersebut juga bertujuan mencegah munculnya sumber asap baru yang dapat memperburuk kondisi udara.(*)