logo
● 4 Tersangka Baru Masuk Bui, Eks Anggota DPRD Kampar Terancam Dijemput Paksa Kasu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Pemko Pekanbaru Segera Bagikan Seragam Gratis untuk 20 Ribu Siswa SD dan SMP Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Polsek Kubu Ungkap Dugaan Pencabulan Anak di Rokan Hilir, Satu Tersangka Diamank Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Pilpeng Rantau Panjang Kiri Berlangsung Tertib, Dua Kandidat Bersaing Rebut Kepe Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● SMK Pertanian Terpadu Pekanbaru Jadikan Budidaya Bebek Petelur sebagai Laborator Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Atlet Sepatu Roda Pekanbaru Borong 54 Medali di MIS Open 2026 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Bangun Kepercayaan Publik, Kejati Riau Pererat Komunikasi dengan Media Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Kapolda Riau Rangkul Insan Pers, Dorong Kolaborasi Cegah Narkoba dan Konflik Sos Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / RIAU
Mahasiswa Desak SF Hariyanto Temui Massa Aksi, Presma UIR Terjatuh dalam Bentrokan dengan Polisi
Presma UIR tergeletak di sisi jalan setelah terlibat bentrok dengan polisi dalam demonstrasi di depan Kantor Gubernur Riau pada Senin (26/10/2026). (Foto: Abdul Haris/Pekanbarutv.com)
Mahasiswa Desak SF Hariyanto Temui Massa Aksi, Presma UIR Terjatuh dalam Bentrokan dengan Polisi
Editor: Arya Mahendra | Penulis: Abdul Haris
Rubrik: news | 26 Oktober 2026 | 17:53:44

PEKANBARU - Bentrokan antara mahasiswa dan aparat kepolisian pecah di depan Kantor Gubernur Riau, Senin (26/10/2026). 

Insiden ini menyebabkan salah satu Presiden Mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR), Muhammad Ramadhanu terjatuh dan mendapatkan perawatan medis.

iklan-view

Bentrokan terjadi ketika massa aksi berupaya menerobos gerbang Kantor Gubernur Riau menggunakan mobil komando. 

Di tengah ketegangan, mahasiswa mendesak Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto untuk keluar dan menemui massa secara langsung.

"Kami meminta Pak SF Hariyanto untuk keluar, jumpa dengan kami. Jangan jadi pengecut," ujar salah seorang mahasiswa dalam orasinya.

Namun, hingga pukul 17.00 WIB, massa aksi masih menunggu kehadiran SF Hariyanto. 

Desakan tersebut terus disuarakan mahasiswa yang menginginkan aspirasi mereka didengar secara langsung oleh pimpinan Pemerintah Provinsi Riau.

Terjatuhnya salah satu Presiden Mahasiswa UIR dalam bentrokan itu menjadi sorotan tersendiri. 

Usai bentrokan, massa aksi juga berupaya memblokade jalan di simpang Tugu Zapin. 

Situasi kemudian berangsur mereda setelah koordinator aksi meminta peserta demonstrasi untuk tetap kondusif.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa turut membawa celana dalam berwarna merah sebagai simbol protes terhadap SF Hariyanto.

Mereka tidak hanya menyoroti penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetapi juga mendesak pemerintah menindak dan mengadili korporasi yang diduga merusak hutan serta menyebabkan kebakaran. (har)

Home / News
Mahasiswa Desak SF Hariyanto Temui Massa Aksi, Presma UIR Terjatuh dalam Bentrokan dengan Polisi
Editor: Arya Mahendra | Penulis: Abdul Haris
Rubrik: news | 26 Oktober 2026 | 17:53:44
Mahasiswa Desak SF Hariyanto Temui Massa Aksi, Presma UIR Terjatuh dalam Bentrokan dengan Polisi
Presma UIR tergeletak di sisi jalan setelah terlibat bentrok dengan polisi dalam demonstrasi di depan Kantor Gubernur Riau pada Senin (26/10/2026). (Foto: Abdul Haris/Pekanbarutv.com)

PEKANBARU - Bentrokan antara mahasiswa dan aparat kepolisian pecah di depan Kantor Gubernur Riau, Senin (26/10/2026). 

Insiden ini menyebabkan salah satu Presiden Mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR), Muhammad Ramadhanu terjatuh dan mendapatkan perawatan medis.

Bentrokan terjadi ketika massa aksi berupaya menerobos gerbang Kantor Gubernur Riau menggunakan mobil komando. 

Di tengah ketegangan, mahasiswa mendesak Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto untuk keluar dan menemui massa secara langsung.

"Kami meminta Pak SF Hariyanto untuk keluar, jumpa dengan kami. Jangan jadi pengecut," ujar salah seorang mahasiswa dalam orasinya.

Namun, hingga pukul 17.00 WIB, massa aksi masih menunggu kehadiran SF Hariyanto. 

Desakan tersebut terus disuarakan mahasiswa yang menginginkan aspirasi mereka didengar secara langsung oleh pimpinan Pemerintah Provinsi Riau.

Terjatuhnya salah satu Presiden Mahasiswa UIR dalam bentrokan itu menjadi sorotan tersendiri. 

Usai bentrokan, massa aksi juga berupaya memblokade jalan di simpang Tugu Zapin. 

Situasi kemudian berangsur mereda setelah koordinator aksi meminta peserta demonstrasi untuk tetap kondusif.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa turut membawa celana dalam berwarna merah sebagai simbol protes terhadap SF Hariyanto.

Mereka tidak hanya menyoroti penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetapi juga mendesak pemerintah menindak dan mengadili korporasi yang diduga merusak hutan serta menyebabkan kebakaran. (har)