
PEKANBARU-Kontingen sepatu roda Kota Pekanbaru menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Medan Inline Skate (MIS) Open 2026 di Medan, Sumatera Utara. Dalam kejuaraan yang berlangsung pada 23–25 Oktober 2026 tersebut, atlet Pekanbaru berhasil membawa pulang total 54 medali.
Prestasi ini menjadi pencapaian positif bagi perkembangan olahraga sepatu roda di Pekanbaru. Keikutsertaan dalam kejuaraan tersebut juga menjadi kesempatan bagi para atlet untuk menguji kemampuan sekaligus bersaing dengan peserta dari berbagai daerah.
MIS Open 2026 digelar di Sport Center Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Utara, Jalan Willem Iskandar, Medan. Kejuaraan yang memperebutkan Piala Gubernur Sumatera Utara ini diikuti sekitar 540 atlet dari sejumlah daerah di wilayah Sumatera bagian utara.

Wakil Sekretaris KONI Pekanbaru sekaligus Ketua Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Porserosi) Kota Pekanbaru, Zulfikri, S.H., mengapresiasi perjuangan para atlet yang telah mengharumkan nama daerah melalui prestasi tersebut.
Menurut Zulfikri, raihan 54 medali harus menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus meningkatkan kemampuan dan menjaga konsistensi latihan. Ia mengingatkan agar atlet tidak cepat berpuas diri, tetapi menjadikan pencapaian tersebut sebagai dorongan untuk meraih hasil yang lebih baik pada kompetisi berikutnya.
“Prestasi ini tentu menjadi kebanggaan bagi olahraga sepatu roda Pekanbaru. Namun, para atlet jangan cepat berpuas diri. Terus tingkatkan latihan, jaga disiplin, dan persiapkan diri untuk menghadapi kompetisi berikutnya agar prestasi yang diraih bisa semakin baik,” ujar Zulfikri.
Ia berharap keberhasilan tersebut dapat mendorong peningkatan pembinaan atlet sepatu roda di Pekanbaru. Dukungan dari pelatih, klub, orang tua, serta pihak terkait dinilai penting untuk mengembangkan potensi atlet agar mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
Selain itu, konsistensi latihan, peningkatan teknik, serta kesiapan fisik dan mental menjadi faktor penting dalam mempertahankan prestasi. Evaluasi terhadap hasil kejuaraan juga diperlukan agar atlet dan pelatih dapat mengidentifikasi aspek yang masih perlu ditingkatkan.
Raihan 54 medali di MIS Open 2026 diharapkan menjadi bekal berharga bagi atlet sepatu roda Pekanbaru untuk menghadapi kejuaraan selanjutnya. Prestasi ini sekaligus menjadi dorongan bagi pembinaan olahraga di daerah agar semakin berkembang dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama Pekanbaru di tingkat nasional.(*)







PEKANBARU-Kontingen sepatu roda Kota Pekanbaru menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Medan Inline Skate (MIS) Open 2026 di Medan, Sumatera Utara. Dalam kejuaraan yang berlangsung pada 23–25 Oktober 2026 tersebut, atlet Pekanbaru berhasil membawa pulang total 54 medali.
Prestasi ini menjadi pencapaian positif bagi perkembangan olahraga sepatu roda di Pekanbaru. Keikutsertaan dalam kejuaraan tersebut juga menjadi kesempatan bagi para atlet untuk menguji kemampuan sekaligus bersaing dengan peserta dari berbagai daerah.
MIS Open 2026 digelar di Sport Center Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Utara, Jalan Willem Iskandar, Medan. Kejuaraan yang memperebutkan Piala Gubernur Sumatera Utara ini diikuti sekitar 540 atlet dari sejumlah daerah di wilayah Sumatera bagian utara.
Wakil Sekretaris KONI Pekanbaru sekaligus Ketua Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Porserosi) Kota Pekanbaru, Zulfikri, S.H., mengapresiasi perjuangan para atlet yang telah mengharumkan nama daerah melalui prestasi tersebut.
Menurut Zulfikri, raihan 54 medali harus menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus meningkatkan kemampuan dan menjaga konsistensi latihan. Ia mengingatkan agar atlet tidak cepat berpuas diri, tetapi menjadikan pencapaian tersebut sebagai dorongan untuk meraih hasil yang lebih baik pada kompetisi berikutnya.
“Prestasi ini tentu menjadi kebanggaan bagi olahraga sepatu roda Pekanbaru. Namun, para atlet jangan cepat berpuas diri. Terus tingkatkan latihan, jaga disiplin, dan persiapkan diri untuk menghadapi kompetisi berikutnya agar prestasi yang diraih bisa semakin baik,” ujar Zulfikri.
Ia berharap keberhasilan tersebut dapat mendorong peningkatan pembinaan atlet sepatu roda di Pekanbaru. Dukungan dari pelatih, klub, orang tua, serta pihak terkait dinilai penting untuk mengembangkan potensi atlet agar mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
Selain itu, konsistensi latihan, peningkatan teknik, serta kesiapan fisik dan mental menjadi faktor penting dalam mempertahankan prestasi. Evaluasi terhadap hasil kejuaraan juga diperlukan agar atlet dan pelatih dapat mengidentifikasi aspek yang masih perlu ditingkatkan.
Raihan 54 medali di MIS Open 2026 diharapkan menjadi bekal berharga bagi atlet sepatu roda Pekanbaru untuk menghadapi kejuaraan selanjutnya. Prestasi ini sekaligus menjadi dorongan bagi pembinaan olahraga di daerah agar semakin berkembang dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama Pekanbaru di tingkat nasional.(*)