logo
Misteri Paus 8 Meter dan Berat 8 Ton di Hutan Bakau Inhil, Warga Mandah Mendadak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Semakin Terdesak, Tinggal Rp84 dari Level Psikologis Rp18.000 Per-Dolar A Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Razia Gabungan di Lapas Pekanbaru, Senjata Tajam Rakitan hingga Kompor Listrik D Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPD RI Desak Kemenlu Selamatkan Nandiya, TKI Jaksel yang Diduga Jadi Korban TPPO Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Cabai Merah Kian "Pedas", Harga Jual Tembus Rp80 Ribu Per Kilogram, Cuaca Buruk Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Cucu Dilaporkan Curi Sawit Milik Kakek Sendiri, Dugaan Kriminalisasi Ahli Waris Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Massa Fomari-Bebersi Desak Kejati Riau Usut Kasus Dugaan Ijazah Ketua DPRD Siak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Saat Antrean BBM Jadi Rezeki: Kisah Zurbainah, Penjual Pisang Molen di Pekanbaru Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi

Harga Kelapa Terjun Bebas, Ribuan Keluarga Petani Terancam

news | 27 Juli 2026 | 14:28:00
Editor: Adrian Vandora | Videografer: Ade Prasetya | Ditonton: 529 kali

Harga kelapa bulat di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, mengalami penurunan drastis dari Rp2.700 menjadi Rp2.200 per kilogram, bahkan sempat menyentuh Rp1.800 di tingkat petani. Kondisi ini dipicu melimpahnya hasil panen yang bertepatan dengan melemahnya pasar ekspor, sehingga berdampak langsung pada pendapatan ribuan petani yang menggantungkan hidup dari sektor perkebunan kelapa. Petani dan penampung berharap pemerintah segera menetapkan harga acuan serta mempercepat hilirisasi industri kelapa agar nilai tambah dinikmati di daerah dan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga.

LATEST NEWS
SPECIAL REPORT