logo
Tragedi Banjir Bandang Nepal-Tibet: Korban Tewas Tembus 469 Orang, 1.500 Lebih M Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Manjakan Lidah Warga Pekanbaru, Dawik Toast Tawarkan Roti Panggang Kekinian Mula Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Padamkan Karhutla dengan Tepung Singkong, BRIN Kaji Metode Penyebaran: Kan Tak M Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Menguat di Akhir Pekan, Ditutup ke Rp17.693 per Dolar AS, Sentimen BI Jad Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Danantara Setor Rp120 Triliun ke APBN 2026, Menkeu: Pendapatan Negara Meningkat Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kasus Bupati Kuansing: Menhut Raja Juli Kembali Bungkam Saat Ditanya Selisih Uan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kebakaran Lahan Gambut Dekati Permukiman di Tembilahan, Tim Gabungan Berjibaku P Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Digempur Konten Medsos, Wabup Rohil Jhony Charles Tetap Fokus Tangani Karhutla Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi

Ayam Makin Mahal, Pedagang Rela Korban Untung

news | 21 Agustus 2026 | 20:05:00
Editor: Adrian Vandora | Videografer: Wahyu Falatehan | Ditonton: 268 kali

Harga ayam potong di Kota Pekanbaru, Riau, mengalami kenaikan dari sekitar Rp30 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram. Kondisi ini membuat pelaku usaha kuliner harus menghadapi kenaikan biaya operasional dan penurunan pendapatan. Meski demikian, sejumlah pedagang memilih tidak menaikkan harga menu demi mempertahankan pelanggan. Mereka berharap pemerintah segera mengambil langkah agar harga ayam potong kembali stabil dan usaha kuliner kecil dapat terus bertahan

LATEST NEWS
SPECIAL REPORT