logo
PIALA AFF 2026: Indonesia Pesta Gol ke Gawang Timor Leste, Thom Haye Bersinar da Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Ditutup Menguat 89 Poin Jelang Agustus 2026, Berikut Proyeksi Nilai Tukar Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Fakta Baru Mangkraknya Pasar Bawah Pekanbaru: Kontraktor Diklaim Mundur Saat Pro Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Titik Api di Riau Bertambah Jadi 10, Manggala Agni Berjibaku Padamkan Karhutla 1 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Tiga Dapur MBG di Riau Dihentikan, BGN Temukan Pelanggaran Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pengelola Pasar Bawah Siap Audiensi, Klaim Masih Sanggup Lanjutkan Revitalisasi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pendeta Diduga Bunuh Istri demi Uang Asuransi Rp10 Miliar, Dana Dipakai Biayai S Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi KPK Periksa Istri Suhardiman Amby, Mantan Sekda hingga 7 Tenaga Ahli dalam Kasus Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi

Petugas Avsec Bandara Sultan Syarif Kasim II Gagalkan Penyelundupan 22 Ekor Buaya Muara

news | 27 Februari 2026 | 10:05:08
Editor: Yudi Saputra | Videografer: | Ditonton: 270 kali

Pekanbaru, Riau – Petugas Avsec Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 22 ekor buaya muara, saat melakukan pemeriksaan menggunakan mesin X-ray.

Satwa langka tersebut diketahui akan dikirim melalui jasa pengiriman kilat. Saat pemeriksaan, petugas mencurigai salah satu paket dan setelah diperiksa lebih lanjut, ditemukan bahwa paket tersebut berisi 22 ekor buaya yang dikemas dalam delapan kantong plastik. Dari jumlah itu, tujuh ekor dalam kondisi mati dan 15 ekor lainnya masih hidup.

Dari alamat yang tercantum pada paket, rencananya seluruh buaya tersebut akan dikirim ke Jakarta Timur. Namun, hasil penyelidikan mengungkap bahwa alamat pada paket merupakan alamat perorangan, bukan alamat resmi tujuan pengiriman.

Pihak BBKSDA Riau segera melakukan perawatan sementara terhadap buaya yang masih hidup di Klinik Transit Satwa. Sementara tujuh ekor yang mati disimpan dalam pendingin. Buaya yang masih hidup akan dilepasliarkan ke salah satu kawasan konservasi di Provinsi Riau.

Kejadian ini menunjukkan pentingnya pengawasan ketat terhadap pengiriman satwa langka dan upaya serius aparat bandara dalam mencegah perdagangan ilegal satwa dilindungi.

LATEST NEWS
SPECIAL REPORT