Tenun Pandai Sikek merupakan warisan budaya khas Minangkabau yang berasal dari Nagari Pandai Sikek, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Dijuluki sebagai "ratu kain songket", tenun ini terkenal dengan keindahan benang emas dan perak yang dipadukan di atas kain sutra, menjadikannya simbol kemegahan, kehormatan, dan identitas adat masyarakat Minangkabau.
Keaslian Tenun Pandai Sikek ditandai dengan tiga motif utama yang wajib hadir, yakni Batang Pinang, Bijo Bayam, dan Saluak Laka. Keindahan motif-motif tersebut diperkaya ragam hias pelengkap seperti Saik Kalamai, Buah Palo, dan Tampuak Manggih, dengan warna dasar merah atau hitam yang dipadukan kilau benang keemasan. Hingga kini, para perajin terus mempertahankan teknik menenun secara tradisional sebagai upaya melestarikan salah satu kekayaan budaya Indonesia yang diwariskan turun-temurun.
Harga Kelapa Terjun Bebas, Ribuan Keluarga Petani Terancam
Festival Satwa, Edukasi dan Hiburan Jadi Satu
11,4 Kilo Sabu Dibakar, Jaringan Malaysia Dibongkar!
Penataan Pasar Teratai Dimulai, PKL Pindah ke Lokasi Baru
Antar Anak ke Sekolah, Warga Pekanbaru Tercebur ke Parit Bersama Motor
Ribuan Liter BBM Subsidi Ilegal Disita di Rokan Hilir
Dugaan Korupsi Smart Board Rp9,5 Miliar, Kantor Disdik Riau Digeledah
Sidang Abdul Wahid Memanas, Terdakwa Nilai Replik JPU Tak Jawab Substansi Pledoi
Diduga Tewas Usai Perkelahian, Kematian Pelajar Kini Diusut Polda Riau
Menuju Sekolah Lewat Kubangan, Siswa SMA Negeri 17 Kesulitan
Harimau Sumatera Kembali Menerkam, Pekerja Nyaris Tewas Di Siak
Dua Motor Bertabrakan Di Pekanbaru, Satu Keluarga Jadi Korban





