logo
Intan Sari Terpilih Jadi Ketua RT 02 Tobekgodang, Partisipasi Warga Capai 90 Per Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Hujan Lebat Hari Ini Guyur Rohul dan Kuansing Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPRD Riau Desak Pemprov Tetapkan Standar Harga Kelapa, Harga di Inhil Anjlok ke Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi KPU Pekanbaru dan PWI Teken MoU, Perkuat Publikasi Kepemiluan hingga Tangkal Hoa Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Uji Kekuatan Tanah, Bandara SSK II Pekanbaru Ubah Jam Operasional Sementara Mula Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ditjenpas Riau Akui Kelalaian Pengawal Jadi Pemicu Napi Kabur, Usul Hukuman Bera Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pengakuan Tangan Kanan Ibnu: Napi Kabur Diduga Rutin Keluar Lapas, Sipir Disebut Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Terungkap! Napi Kabur dari Lapas Pekanbaru Diduga "Otak" Penyelundupan Sabu ke B Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi

Mahakarya Songket Minangkabau yang Tetap Lestari

news | 5 Juli 2026 | 15:33:00
Editor: Adrian Vandora | Videografer: Aldian | Ditonton: 350 kali

Tenun Pandai Sikek merupakan warisan budaya khas Minangkabau yang berasal dari Nagari Pandai Sikek, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Dijuluki sebagai "ratu kain songket", tenun ini terkenal dengan keindahan benang emas dan perak yang dipadukan di atas kain sutra, menjadikannya simbol kemegahan, kehormatan, dan identitas adat masyarakat Minangkabau.

Keaslian Tenun Pandai Sikek ditandai dengan tiga motif utama yang wajib hadir, yakni Batang Pinang, Bijo Bayam, dan Saluak Laka. Keindahan motif-motif tersebut diperkaya ragam hias pelengkap seperti Saik Kalamai, Buah Palo, dan Tampuak Manggih, dengan warna dasar merah atau hitam yang dipadukan kilau benang keemasan. Hingga kini, para perajin terus mempertahankan teknik menenun secara tradisional sebagai upaya melestarikan salah satu kekayaan budaya Indonesia yang diwariskan turun-temurun.

LATEST NEWS
SPECIAL REPORT