Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Riau. Pemerintah menyebut sebagian besar titik api berada di kawasan open access atau lahan masyarakat di luar konsesi perusahaan. Namun, WALHI menyampaikan temuan berbeda dan menyebut masih menemukan titik api di sejumlah kawasan konsesi korporasi di Riau berdasarkan pemantauan satelit dan verifikasi lapangan. Pemerintah juga meminta sekitar 400 perusahaan pemegang konsesi memperkuat mitigasi karhutla, termasuk menjaga tinggi muka air gambut dan membuat sekat kanal untuk mencegah lahan mengering.






