logo
● Ahli Ekonomi :Program MBG Gerakkan Ekonomi Desa dan Buka Lapangan Pekerjaan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● KPK Telusuri Kasus Dana Bencana Rp148 Miliar, Dua Anggota TNI Jadi Perhatian Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Rupiah Kembali Tersungkur di Atas Rp18.000, Sentimen Global Membayangi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Diduga Selundupkan Narkoba, Kapal Tanker Mongolia Diamankan di Belawan, 8 Orang Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● El Niño Pengaruhi Jadwal Musim Hujan, BMKG Minta Warga Bersiap Hadapi Cuaca Ekst Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Antisipasi Dampak Kabut Asap, Sekdaprov Riau Tinjau Posko Kesehatan dan Rumah Ok Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● AKP Zulhendra Resmi Jabat Kapolsek Pangkalan Kerinci, Kompol Shilton ke Polresta Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Antrean Solar Picu Kemacetan di Pekanbaru, Dishub Peringatkan Pengelola SPBU Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi

Karhutla Meluas, Pemerintah Dan Walhi Beda Temuan Titik Api

news | 21 Agustus 2026 | 20:25:00
Editor: Adrian Vandora | Videografer: Wahyu Falatehan | Ditonton: 522 kali

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Riau. Pemerintah menyebut sebagian besar titik api berada di kawasan open access atau lahan masyarakat di luar konsesi perusahaan. Namun, WALHI menyampaikan temuan berbeda dan menyebut masih menemukan titik api di sejumlah kawasan konsesi korporasi di Riau berdasarkan pemantauan satelit dan verifikasi lapangan. Pemerintah juga meminta sekitar 400 perusahaan pemegang konsesi memperkuat mitigasi karhutla, termasuk menjaga tinggi muka air gambut dan membuat sekat kanal untuk mencegah lahan mengering.

LATEST NEWS
SPECIAL REPORT