logo
● Sasar Kabel FO Semraut, Pemko Pekanbaru Lanjutkan Penertiban ke Jalan Paus Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Warga Rumbai Silahkan Kunjungi Pasar Murah, Beras SPHP Dijual Rp60 Ribu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Udara Pekanbaru Kian Mengkhawatirkan, PM2.5 Enam Kali Ambang Batas WHO Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Hujan Lebat Disertai Petir Malam Ini, BMKG Pantau 11 Titik Panas di Riau Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Diduga Dipicu Sengketa Tanah, Adik Bacok Kakak Kandung Hingga Tewas di Ukui Pela Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Rupiah Makin Terpuruk, Ditutup di Level Rp18.060 per Dolar AS Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Kejati Riau Tahan 8 Tersangka Korupsi Dana PI PT SPRH, Kerugian Negara Rp64,22 M Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Polda Riau Sita 2,1 Kg Sabu dan 284 Catridge Etomidate di Pekanbaru, Dua DPO Dib Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi

Karhutla Meluas, Pemerintah Dan Walhi Beda Temuan Titik Api

news | 21 Agustus 2026 | 20:25:00
Editor: Adrian Vandora | Videografer: Wahyu Falatehan | Ditonton: 525 kali

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Riau. Pemerintah menyebut sebagian besar titik api berada di kawasan open access atau lahan masyarakat di luar konsesi perusahaan. Namun, WALHI menyampaikan temuan berbeda dan menyebut masih menemukan titik api di sejumlah kawasan konsesi korporasi di Riau berdasarkan pemantauan satelit dan verifikasi lapangan. Pemerintah juga meminta sekitar 400 perusahaan pemegang konsesi memperkuat mitigasi karhutla, termasuk menjaga tinggi muka air gambut dan membuat sekat kanal untuk mencegah lahan mengering.

LATEST NEWS
SPECIAL REPORT