logo
Misteri Paus 8 Meter dan Berat 8 Ton di Hutan Bakau Inhil, Warga Mandah Mendadak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Semakin Terdesak, Tinggal Rp84 dari Level Psikologis Rp18.000 Per-Dolar A Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Razia Gabungan di Lapas Pekanbaru, Senjata Tajam Rakitan hingga Kompor Listrik D Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPD RI Desak Kemenlu Selamatkan Nandiya, TKI Jaksel yang Diduga Jadi Korban TPPO Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Cabai Merah Kian "Pedas", Harga Jual Tembus Rp80 Ribu Per Kilogram, Cuaca Buruk Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Cucu Dilaporkan Curi Sawit Milik Kakek Sendiri, Dugaan Kriminalisasi Ahli Waris Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Massa Fomari-Bebersi Desak Kejati Riau Usut Kasus Dugaan Ijazah Ketua DPRD Siak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Saat Antrean BBM Jadi Rezeki: Kisah Zurbainah, Penjual Pisang Molen di Pekanbaru Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi

Antre Solar 3 Jam, Dugaan Mafia Disorot

news | 18 September 2026 | 20:00:00
Editor: Adrian Vandora | Videografer: Abdul Haris | Ditonton: 174 kali

Antrean kendaraan untuk mendapatkan solar subsidi kembali mengular di salah satu SPBU Jalan SM Amin, Pekanbaru, Riau. Sejumlah sopir mengaku harus menghabiskan waktu hingga dua sampai tiga jam untuk mendapatkan solar, bahkan terkadang sudah mengantre tetapi tidak memperoleh BBM.

Kondisi ini memunculkan dugaan adanya penyalahgunaan distribusi solar subsidi. DPRD Riau meminta pemerintah dan Pertamina membuka data kuota serta distribusi, sementara akademisi menilai transparansi data penting untuk memastikan penyebab sebenarnya dari antrean panjang tersebut.

Simak informasi selengkapnya hanya di Pekanbaru TV.

LATEST NEWS
SPECIAL REPORT