
PEKANBARU – Suasana dini hari di Jalan Kuau, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Sukajadi, Kota Pekanbaru, mendadak mencekam. Kobaran api yang muncul sekitar pukul 00.22 WIB, Sabtu (2/5/2026), melahap deretan kios permanen dan memicu kepanikan warga sekitar.
Sedikitnya enam kios permanen berdiri berderet dengan ukuran total sekitar 30 x 5 meter. Dari jumlah itu, tiga kios dengan luas sekitar 15 x 5 meter hangus dilalap api, sementara tiga kios lainnya berhasil diselamatkan dari amukan si jago merah.
Kios yang terbakar diketahui digunakan untuk berbagai usaha, mulai dari warung sarapan pagi milik Imron Nofi, tempat pangkas rambut yang disewa Andri, hingga lapak goreng pisang milik Dido. Satu kios lainnya dilaporkan dalam kondisi kosong saat kejadian.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pekanbaru, Zarman Candra, mengungkapkan laporan kebakaran pertama kali diterima dari seorang warga bernama Yusuf pada pukul 00.22 WIB.
“Begitu laporan masuk, personel langsung kami kerahkan. Fokus kami memadamkan api sekaligus melokalisir agar tidak merambat ke bangunan lain,” ujar Zarman seperti dikutip mediacenter riau, Sabtu (2/5/2026).
Hanya berselang tiga menit, armada pemadam sudah bergerak dari pos pada pukul 00.25 WIB dan tiba di lokasi pukul 00.29 WIB. Dalam penanganan tersebut, Damkar menurunkan peleton BRAMA dari Pos 13 dan Pos 13.01, didukung enam unit mobil pemadam dan rescue.
Api yang sempat membesar berhasil dijinakkan sebelum menjalar lebih luas. Petugas juga melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api tersisa.
“Bangunan di bagian belakang serta rumah warga di sisi kanan lokasi berhasil diamankan. Ini yang jadi prioritas kami agar kebakaran tidak meluas,” jelasnya.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini. Namun, kerugian material diperkirakan cukup besar. Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. (mcr)
PEKANBARU – Suasana dini hari di Jalan Kuau, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Sukajadi, Kota Pekanbaru, mendadak mencekam. Kobaran api yang muncul sekitar pukul 00.22 WIB, Sabtu (2/5/2026), melahap deretan kios permanen dan memicu kepanikan warga sekitar.
Sedikitnya enam kios permanen berdiri berderet dengan ukuran total sekitar 30 x 5 meter. Dari jumlah itu, tiga kios dengan luas sekitar 15 x 5 meter hangus dilalap api, sementara tiga kios lainnya berhasil diselamatkan dari amukan si jago merah.
Kios yang terbakar diketahui digunakan untuk berbagai usaha, mulai dari warung sarapan pagi milik Imron Nofi, tempat pangkas rambut yang disewa Andri, hingga lapak goreng pisang milik Dido. Satu kios lainnya dilaporkan dalam kondisi kosong saat kejadian.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pekanbaru, Zarman Candra, mengungkapkan laporan kebakaran pertama kali diterima dari seorang warga bernama Yusuf pada pukul 00.22 WIB.
“Begitu laporan masuk, personel langsung kami kerahkan. Fokus kami memadamkan api sekaligus melokalisir agar tidak merambat ke bangunan lain,” ujar Zarman seperti dikutip mediacenter riau, Sabtu (2/5/2026).
Hanya berselang tiga menit, armada pemadam sudah bergerak dari pos pada pukul 00.25 WIB dan tiba di lokasi pukul 00.29 WIB. Dalam penanganan tersebut, Damkar menurunkan peleton BRAMA dari Pos 13 dan Pos 13.01, didukung enam unit mobil pemadam dan rescue.
Api yang sempat membesar berhasil dijinakkan sebelum menjalar lebih luas. Petugas juga melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api tersisa.
“Bangunan di bagian belakang serta rumah warga di sisi kanan lokasi berhasil diamankan. Ini yang jadi prioritas kami agar kebakaran tidak meluas,” jelasnya.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini. Namun, kerugian material diperkirakan cukup besar. Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. (mcr)