
GAZA – Situasi di Jalur Gaza kembali mencekam setelah serangan udara Israel menghantam kawasan permukiman warga di Gaza barat, Jumat (15/5/2026) malam. Sedikitnya tujuh warga Palestina dilaporkan tewas, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka dalam serangan tersebut.
Rekaman yang beredar dari sejumlah media lokal Palestina memperlihatkan kepanikan warga usai ledakan mengguncang dua titik berbeda. Sasaran serangan dilaporkan mencakup sebuah gedung perumahan dan kendaraan sipil.
Wilayah Gaza barat sendiri saat ini menjadi lokasi pengungsian bagi ratusan ribu warga sipil yang sebelumnya meninggalkan daerah timur Gaza akibat operasi militer berkepanjangan. Kawasan itu dianggap relatif lebih aman dibanding wilayah lain yang terus dilanda konflik.
Namun kondisi kembali berubah mencekam setelah serangan terbaru terjadi. Warga dilaporkan berhamburan mencari tempat perlindungan saat dentuman keras terdengar di tengah kawasan padat penduduk.
Kantor Media Pemerintah Gaza menuduh Israel terus melanggar kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya telah disepakati kedua pihak. Mereka mengklaim terdapat lebih dari 2.400 pelanggaran yang terjadi selama masa gencatan senjata berlangsung.
Pelanggaran tersebut disebut mencakup serangan udara, penembakan, hingga penghancuran bangunan di wilayah Gaza yang hingga kini masih berada dalam blokade.
Di tengah situasi itu, kondisi kemanusiaan di Gaza dilaporkan semakin memburuk. Meski gencatan senjata telah berlangsung sekitar enam bulan, serangan di berbagai titik masih terus terjadi, termasuk di kawasan permukiman sipil.
Ketegangan pun masih menyelimuti Gaza, dengan warga hidup dalam ancaman serangan yang dapat terjadi sewaktu-waktu. (bnc)
GAZA – Situasi di Jalur Gaza kembali mencekam setelah serangan udara Israel menghantam kawasan permukiman warga di Gaza barat, Jumat (15/5/2026) malam. Sedikitnya tujuh warga Palestina dilaporkan tewas, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka dalam serangan tersebut.
Rekaman yang beredar dari sejumlah media lokal Palestina memperlihatkan kepanikan warga usai ledakan mengguncang dua titik berbeda. Sasaran serangan dilaporkan mencakup sebuah gedung perumahan dan kendaraan sipil.
Wilayah Gaza barat sendiri saat ini menjadi lokasi pengungsian bagi ratusan ribu warga sipil yang sebelumnya meninggalkan daerah timur Gaza akibat operasi militer berkepanjangan. Kawasan itu dianggap relatif lebih aman dibanding wilayah lain yang terus dilanda konflik.
Namun kondisi kembali berubah mencekam setelah serangan terbaru terjadi. Warga dilaporkan berhamburan mencari tempat perlindungan saat dentuman keras terdengar di tengah kawasan padat penduduk.
Kantor Media Pemerintah Gaza menuduh Israel terus melanggar kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya telah disepakati kedua pihak. Mereka mengklaim terdapat lebih dari 2.400 pelanggaran yang terjadi selama masa gencatan senjata berlangsung.
Pelanggaran tersebut disebut mencakup serangan udara, penembakan, hingga penghancuran bangunan di wilayah Gaza yang hingga kini masih berada dalam blokade.
Di tengah situasi itu, kondisi kemanusiaan di Gaza dilaporkan semakin memburuk. Meski gencatan senjata telah berlangsung sekitar enam bulan, serangan di berbagai titik masih terus terjadi, termasuk di kawasan permukiman sipil.
Ketegangan pun masih menyelimuti Gaza, dengan warga hidup dalam ancaman serangan yang dapat terjadi sewaktu-waktu. (bnc)