
GAZA – Serangan militer Israel ke Jalur Gaza terus berlangsung dan memicu jatuhnya korban jiwa baru di tengah situasi kemanusiaan yang semakin memburuk. Dalam beberapa jam terakhir, Minggu (17/5/2026), pasukan Israel kembali menggempur sejumlah wilayah di Gaza dengan tembakan artileri dan senjata berat.
Serangan dilaporkan menyasar kawasan timur dan selatan Khan Younis. Kendaraan militer Israel yang berada di dekat perbatasan juga melepaskan tembakan bertubi-tubi ke area permukiman warga.
Tidak hanya itu, wilayah timur kamp pengungsi Al-Bureij turut dihantam bombardir artileri secara intensif. Dentuman ledakan yang terus terjadi membuat warga dilanda kepanikan dan ketakutan.
Di Gaza City, kapal perang Israel dilaporkan menembaki kawasan pesisir pantai. Meski belum ada laporan resmi terkait korban dalam serangan tersebut, situasi di wilayah itu disebut semakin mencekam.
Sumber medis setempat menyebutkan, total korban tewas akibat agresi Israel sejak 7 Oktober 2023 kini mencapai 72.736 orang, sementara 172.535 lainnya mengalami luka-luka.
Dalam 24 jam terakhir saja, rumah sakit yang masih beroperasi di Jalur Gaza menerima sedikitnya lima jenazah dan 15 korban luka akibat serangan terbaru.
Sementara itu, sejak gencatan senjata diberlakukan pada 11 Oktober 2025, tercatat sedikitnya 850 warga Palestina tewas dan 2.433 lainnya terluka. Tim penyelamat juga menemukan sekitar 770 jasad dari reruntuhan bangunan yang hancur.
Kondisi di lapangan disebut masih sangat sulit. Banyak korban dilaporkan masih tertimbun reruntuhan atau tergeletak di jalanan karena ambulans dan tim evakuasi belum mampu menjangkau seluruh lokasi terdampak akibat situasi keamanan yang belum kondusif. (ntr)
GAZA – Serangan militer Israel ke Jalur Gaza terus berlangsung dan memicu jatuhnya korban jiwa baru di tengah situasi kemanusiaan yang semakin memburuk. Dalam beberapa jam terakhir, Minggu (17/5/2026), pasukan Israel kembali menggempur sejumlah wilayah di Gaza dengan tembakan artileri dan senjata berat.
Serangan dilaporkan menyasar kawasan timur dan selatan Khan Younis. Kendaraan militer Israel yang berada di dekat perbatasan juga melepaskan tembakan bertubi-tubi ke area permukiman warga.
Tidak hanya itu, wilayah timur kamp pengungsi Al-Bureij turut dihantam bombardir artileri secara intensif. Dentuman ledakan yang terus terjadi membuat warga dilanda kepanikan dan ketakutan.
Di Gaza City, kapal perang Israel dilaporkan menembaki kawasan pesisir pantai. Meski belum ada laporan resmi terkait korban dalam serangan tersebut, situasi di wilayah itu disebut semakin mencekam.
Sumber medis setempat menyebutkan, total korban tewas akibat agresi Israel sejak 7 Oktober 2023 kini mencapai 72.736 orang, sementara 172.535 lainnya mengalami luka-luka.
Dalam 24 jam terakhir saja, rumah sakit yang masih beroperasi di Jalur Gaza menerima sedikitnya lima jenazah dan 15 korban luka akibat serangan terbaru.
Sementara itu, sejak gencatan senjata diberlakukan pada 11 Oktober 2025, tercatat sedikitnya 850 warga Palestina tewas dan 2.433 lainnya terluka. Tim penyelamat juga menemukan sekitar 770 jasad dari reruntuhan bangunan yang hancur.
Kondisi di lapangan disebut masih sangat sulit. Banyak korban dilaporkan masih tertimbun reruntuhan atau tergeletak di jalanan karena ambulans dan tim evakuasi belum mampu menjangkau seluruh lokasi terdampak akibat situasi keamanan yang belum kondusif. (ntr)