logo
Blackout Sumatera, Ditlantas Polda Riau Siaga Penuh: Patroli Blue Light Ditingka Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sumatera Blackout! Pekanbaru Gelap Gulita, Diduga Gangguan Jaringan 275 kV di Mu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Nekat Haji Lewat Jalur Nonprosedural, 6 WNI Dicegah Berangkat di Bandara SSK II Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Tersungkur ke Rp17.673 per Dolar AS, Jadi Mata Uang Terlemah Sepekan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ratusan Mahasiswa Demo Polda Riau, Desak Penindakan Mafia BBM Ilegal dan Copot K Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polresta Pekanbaru Dalami Kasus Dugaan Pengeroyokan di SMK Pertanian, Pihak Seko Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Toko Elektronik Online Palsu Tipu Korban Rp154 Juta, Polresta Pekanbaru Bekuk Pe Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Trump dan Netanyahu Perang Mulut di Telepon Gara-gara AS Tunda Serangan Besar ke Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Pekanbaru
Semenisasi Jalan Lingkungan Jadi Prioritas, Pemko Pekanbaru Targetkan 20 Kilometer
Pemko Pekanbaru memasukan semenisasi jalan lingkungan dalam prioritas pembangunan. (Foto: Istimewa)
Semenisasi Jalan Lingkungan Jadi Prioritas, Pemko Pekanbaru Targetkan 20 Kilometer
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: boy surya hamta
19 Mei 2026 | 14:50:48

PEKANBARU-Di tengah keluhan warga soal jalan lingkungan yang rusak dan berlubang, Pemerintah Kota Pekanbaru mulai menggeser fokus pembangunan ke kawasan permukiman. Tidak lagi sekadar mempercantik jalan protokol, Pemko kini menargetkan pemerataan infrastruktur hingga ke gang-gang padat penduduk.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menegaskan pembangunan infrastruktur pada 2026 akan lebih menyentuh kebutuhan harian masyarakat. Salah satunya melalui program semenisasi jalan lingkungan yang ditargetkan mencapai lebih dari 20 kilometer.

Menurut Agung, akses jalan lingkungan memiliki dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi warga. Jalan yang baik bukan hanya memudahkan mobilitas, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat di kawasan permukiman.

“Pembangunan harus dirasakan merata. Tidak hanya di pusat kota atau jalan utama, tetapi juga sampai ke lingkungan tempat masyarakat tinggal,” kata Agung, Selasa (19/5/2026).

iklan-view

Langkah ini dinilai menjadi sinyal perubahan arah pembangunan di Pekanbaru. Selama beberapa tahun terakhir, keluhan soal jalan lingkungan rusak kerap muncul di berbagai kecamatan. Kondisi itu bahkan menjadi salah satu persoalan paling sering disampaikan warga saat musyawarah pembangunan tingkat kelurahan.

Kini, Pemko Pekanbaru mencoba menjawab persoalan tersebut melalui pendekatan pembangunan berbasis kebutuhan lingkungan. Program semenisasi jalan lingkungan disebut menjadi bagian dari prioritas utama pemerintahan Agung Nugroho.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga menghadapi tantangan baru. Kenaikan harga material bangunan akibat pengaruh harga bahan bakar minyak membuat sejumlah perhitungan anggaran harus disesuaikan ulang.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Pekanbaru, Martin Manouluk, mengatakan pihaknya saat ini masih melakukan finalisasi harga satuan pekerjaan sebelum proyek dijalankan.

Menurut Martin, penyesuaian itu penting agar pelaksanaan proyek tetap berjalan efektif tanpa mengurangi kualitas pekerjaan di lapangan.

“Kita tetap jalankan sesuai arahan wali kota. Namun saat ini harga satuan masih difinalisasi karena ada kenaikan harga material,” ujarnya.

Ia menjelaskan, lonjakan harga material berdampak langsung terhadap volume pekerjaan yang dapat dikerjakan pemerintah dengan anggaran tersedia. Karena itu, penghitungan ulang dilakukan agar target pembangunan tetap realistis dan tepat sasaran.

Meski begitu, Pemko Pekanbaru memastikan program semenisasi jalan lingkungan tidak akan dihentikan. Bahkan, target pembangunan tahun ini disebut harus melampaui capaian tahun sebelumnya.

“Tahun lalu semenisasi jalan lingkungan sekitar 20 kilometer. Tahun ini targetnya harus lebih besar,” jelas Martin.

Tidak hanya jalan lingkungan, Pemko juga menargetkan pembangunan drainase permukiman di berbagai titik rawan genangan. Program tersebut direncanakan tersebar di 15 kecamatan se-Kota Pekanbaru.

Pembangunan drainase dinilai penting karena persoalan banjir dan genangan masih menjadi tantangan serius di sejumlah kawasan padat penduduk. Buruknya saluran air sering memperparah kerusakan jalan lingkungan, terutama saat intensitas hujan tinggi.

Program pembangunan jalan lingkungan ini juga dikaitkan dengan kebijakan bantuan Rp100 juta per RW yang digagas Pemko Pekanbaru. Sebagian besar anggaran bantuan tersebut diarahkan untuk kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat, termasuk semenisasi jalan dan perbaikan saluran drainase.

Kebijakan tersebut dinilai memberi ruang lebih besar bagi masyarakat menentukan kebutuhan pembangunan di lingkungannya masing-masing. Dengan begitu, proyek yang dijalankan pemerintah lebih sesuai kondisi riil di lapangan. (ckc)

Home / News
Semenisasi Jalan Lingkungan Jadi Prioritas, Pemko Pekanbaru Targetkan 20 Kilometer
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: boy surya hamta
Rubrik: news | 19 Mei 2026 | 14:50:48
Semenisasi Jalan Lingkungan Jadi Prioritas, Pemko Pekanbaru Targetkan 20 Kilometer
Pemko Pekanbaru memasukan semenisasi jalan lingkungan dalam prioritas pembangunan. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU-Di tengah keluhan warga soal jalan lingkungan yang rusak dan berlubang, Pemerintah Kota Pekanbaru mulai menggeser fokus pembangunan ke kawasan permukiman. Tidak lagi sekadar mempercantik jalan protokol, Pemko kini menargetkan pemerataan infrastruktur hingga ke gang-gang padat penduduk.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menegaskan pembangunan infrastruktur pada 2026 akan lebih menyentuh kebutuhan harian masyarakat. Salah satunya melalui program semenisasi jalan lingkungan yang ditargetkan mencapai lebih dari 20 kilometer.

Menurut Agung, akses jalan lingkungan memiliki dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi warga. Jalan yang baik bukan hanya memudahkan mobilitas, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat di kawasan permukiman.

“Pembangunan harus dirasakan merata. Tidak hanya di pusat kota atau jalan utama, tetapi juga sampai ke lingkungan tempat masyarakat tinggal,” kata Agung, Selasa (19/5/2026).

Langkah ini dinilai menjadi sinyal perubahan arah pembangunan di Pekanbaru. Selama beberapa tahun terakhir, keluhan soal jalan lingkungan rusak kerap muncul di berbagai kecamatan. Kondisi itu bahkan menjadi salah satu persoalan paling sering disampaikan warga saat musyawarah pembangunan tingkat kelurahan.

Kini, Pemko Pekanbaru mencoba menjawab persoalan tersebut melalui pendekatan pembangunan berbasis kebutuhan lingkungan. Program semenisasi jalan lingkungan disebut menjadi bagian dari prioritas utama pemerintahan Agung Nugroho.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga menghadapi tantangan baru. Kenaikan harga material bangunan akibat pengaruh harga bahan bakar minyak membuat sejumlah perhitungan anggaran harus disesuaikan ulang.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Pekanbaru, Martin Manouluk, mengatakan pihaknya saat ini masih melakukan finalisasi harga satuan pekerjaan sebelum proyek dijalankan.

Menurut Martin, penyesuaian itu penting agar pelaksanaan proyek tetap berjalan efektif tanpa mengurangi kualitas pekerjaan di lapangan.

“Kita tetap jalankan sesuai arahan wali kota. Namun saat ini harga satuan masih difinalisasi karena ada kenaikan harga material,” ujarnya.

Ia menjelaskan, lonjakan harga material berdampak langsung terhadap volume pekerjaan yang dapat dikerjakan pemerintah dengan anggaran tersedia. Karena itu, penghitungan ulang dilakukan agar target pembangunan tetap realistis dan tepat sasaran.

Meski begitu, Pemko Pekanbaru memastikan program semenisasi jalan lingkungan tidak akan dihentikan. Bahkan, target pembangunan tahun ini disebut harus melampaui capaian tahun sebelumnya.

“Tahun lalu semenisasi jalan lingkungan sekitar 20 kilometer. Tahun ini targetnya harus lebih besar,” jelas Martin.

Tidak hanya jalan lingkungan, Pemko juga menargetkan pembangunan drainase permukiman di berbagai titik rawan genangan. Program tersebut direncanakan tersebar di 15 kecamatan se-Kota Pekanbaru.

Pembangunan drainase dinilai penting karena persoalan banjir dan genangan masih menjadi tantangan serius di sejumlah kawasan padat penduduk. Buruknya saluran air sering memperparah kerusakan jalan lingkungan, terutama saat intensitas hujan tinggi.

Program pembangunan jalan lingkungan ini juga dikaitkan dengan kebijakan bantuan Rp100 juta per RW yang digagas Pemko Pekanbaru. Sebagian besar anggaran bantuan tersebut diarahkan untuk kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat, termasuk semenisasi jalan dan perbaikan saluran drainase.

Kebijakan tersebut dinilai memberi ruang lebih besar bagi masyarakat menentukan kebutuhan pembangunan di lingkungannya masing-masing. Dengan begitu, proyek yang dijalankan pemerintah lebih sesuai kondisi riil di lapangan. (ckc)