logo
THM Pekanbaru Digerebek, 13 Orang Positif Narkotika Termasuk Diduga Anak Bupati Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polsek Peranap Ungkap Sindikat Curanmor KLX di Inhu, Motor Karyawan Tambang Diju Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polisi Bongkar Jaringan Curanmor Terorganisir di Inhu, 63 Motor Diamankan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Amblas ke Level Terburuk Sepanjang Sejarah, Hampir Sentuh Rp17.800/Dolar Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Jemaah Haji Siak Jalani Wukuf di Arafah, Cuaca Ekstrem dan Antrean Panjang Tak S Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Panen Jagung Pipil Segera Tiba, Polsek Payung Sekaki Pekanbaru Dorong Ketahanan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rutan Pekanbaru Bobol, Napi Kasus Curat Kabur, Sudah Dua Hari Petugas Lakukan Pe Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Shalat Idul Adha di Pekanbaru Digelar di 349 Titik, Walikota Agung Siapkan Hadia Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Ekonomi / Keuangan
Rupiah Amblas ke Level Terburuk Sepanjang Sejarah, Hampir Sentuh Rp17.800/Dolar AS
Ilustrasi. Rupiah terpuruk lagi dan nyaris sentuh Rp17.800/dolar AS.
Rupiah Amblas ke Level Terburuk Sepanjang Sejarah, Hampir Sentuh Rp17.800/Dolar AS
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
26 Mei 2026 | 16:29:49
JAKARTA - Nilai tukar rupiah kembali tertekan dan menutup perdagangan Selasa (26/5/2026) di level Rp17.789 per dolar AS, melemah 0,26% sekaligus menjadi posisi terlemah sepanjang sejarah. Pelemahan ini menandai empat hari berturut-turut rupiah berada di zona merah, meski Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga acuan secara agresif.

Sepanjang perdagangan, rupiah bergerak volatil. Setelah dibuka di Rp17.749 per dolar AS, mata uang Garuda terus melemah hingga menyentuh Rp17.794 per dolar AS pada sore hari.

Tekanan terhadap rupiah dipicu lonjakan harga minyak dunia. Minyak mentah Brent melonjak 3,22% ke level US$99,33 per barel setelah ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas menyusul serangan militer AS ke Iran.

Pasar khawatir konflik tersebut mengganggu pembukaan Selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak dunia. Jika penutupan berlangsung lama, pasokan minyak global dikhawatirkan menyusut dan memicu lonjakan harga energi.

Dikutip dari Bloomberg Technoz, sentimen global turut menekan mayoritas mata uang Asia. Baht Thailand tercatat melemah paling dalam, disusul ringgit Malaysia dan rupiah. Sementara won Korea Selatan justru menguat 0,81%.

Bank Indonesia melalui kurs Jisdor juga mencatat rupiah berada di level Rp17.789 per dolar AS, turun dibanding penutupan sebelumnya di Rp17.743 per dolar AS.

Selain faktor eksternal, rupiah juga dibayangi kekhawatiran arus keluar modal asing, isu tata kelola, hingga kebijakan pengendalian ekspor yang dinilai membebani sentimen pasar domestik. Sejalan dengan pelemahan rupiah, IHSG terkoreksi lebih dari 1% pada perdagangan hari ini.

Mengutip Reuters, optimisme pasar terhadap meredanya konflik Iran mulai memudar setelah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut negosiasi dengan Iran masih membutuhkan waktu. Pernyataan itu muncul sehari setelah AS melancarkan serangan yang disebut sebagai operasi defensif di wilayah selatan Iran. (btc)

Home / Ekonomi
Rupiah Amblas ke Level Terburuk Sepanjang Sejarah, Hampir Sentuh Rp17.800/Dolar AS
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
Rubrik: ekonomi | 26 Mei 2026 | 16:29:49
Rupiah Amblas ke Level Terburuk Sepanjang Sejarah, Hampir Sentuh Rp17.800/Dolar AS
Ilustrasi. Rupiah terpuruk lagi dan nyaris sentuh Rp17.800/dolar AS.
JAKARTA - Nilai tukar rupiah kembali tertekan dan menutup perdagangan Selasa (26/5/2026) di level Rp17.789 per dolar AS, melemah 0,26% sekaligus menjadi posisi terlemah sepanjang sejarah. Pelemahan ini menandai empat hari berturut-turut rupiah berada di zona merah, meski Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga acuan secara agresif.

Sepanjang perdagangan, rupiah bergerak volatil. Setelah dibuka di Rp17.749 per dolar AS, mata uang Garuda terus melemah hingga menyentuh Rp17.794 per dolar AS pada sore hari.

Tekanan terhadap rupiah dipicu lonjakan harga minyak dunia. Minyak mentah Brent melonjak 3,22% ke level US$99,33 per barel setelah ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas menyusul serangan militer AS ke Iran.

Pasar khawatir konflik tersebut mengganggu pembukaan Selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak dunia. Jika penutupan berlangsung lama, pasokan minyak global dikhawatirkan menyusut dan memicu lonjakan harga energi.

Dikutip dari Bloomberg Technoz, sentimen global turut menekan mayoritas mata uang Asia. Baht Thailand tercatat melemah paling dalam, disusul ringgit Malaysia dan rupiah. Sementara won Korea Selatan justru menguat 0,81%.

Bank Indonesia melalui kurs Jisdor juga mencatat rupiah berada di level Rp17.789 per dolar AS, turun dibanding penutupan sebelumnya di Rp17.743 per dolar AS.

Selain faktor eksternal, rupiah juga dibayangi kekhawatiran arus keluar modal asing, isu tata kelola, hingga kebijakan pengendalian ekspor yang dinilai membebani sentimen pasar domestik. Sejalan dengan pelemahan rupiah, IHSG terkoreksi lebih dari 1% pada perdagangan hari ini.

Mengutip Reuters, optimisme pasar terhadap meredanya konflik Iran mulai memudar setelah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut negosiasi dengan Iran masih membutuhkan waktu. Pernyataan itu muncul sehari setelah AS melancarkan serangan yang disebut sebagai operasi defensif di wilayah selatan Iran. (btc)