
PEKANBARU - Seorang narapidana kasus pencurian dengan pemberatan (curat) kabur dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pekanbaru. Hingga Selasa (26/5/2026), petugas gabungan masih memburu tahanan yang diketahui bernama Nasriyatno alias Cili bin Rakiman (35).
Informasi yang dihimpun, aksi pelarian itu terjadi pada Minggu (24/5/2026) menjelang Maghrib. Nasriyatno diduga melarikan diri saat berada di area luar blok tahanan.
Kepala Rutan Kelas I Pekanbaru, Erwin Siregar membenarkan insiden kaburnya warga binaan tersebut. Saat ini, tim internal rutan bersama aparat eksternal masih fokus melakukan pengejaran.
“Benar, kami masih fokus melakukan pengejaran, baik tim internal maupun eksternal. Mudah-mudahan segera tertangkap. Kami juga sedang melakukan pendekatan persuasif kepada pihak keluarganya,” kata Erwin saat dikonfirmasi, Selasa (26/5/2026).
Erwin belum merinci kronologi lengkap kaburnya napi tersebut. Namun berdasarkan informasi awal, Nasriyatno disebut kabur tanpa menggunakan alat bantu dengan cara memanjat lalu melompati pagar tembok rutan.
Akibat aksinya itu, napi tersebut dikabarkan mengalami luka-luka saat melompat dari pagar pembatas rutan.
“Yang bersangkutan mengalami luka-luka akibat lompat. Untuk sementara ini dulu, kami masih di lapangan,” ujarnya.
Hingga kini, petugas masih melakukan penyisiran di sejumlah titik dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempersempit ruang gerak napi kabur tersebut. (ric)
PEKANBARU - Seorang narapidana kasus pencurian dengan pemberatan (curat) kabur dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pekanbaru. Hingga Selasa (26/5/2026), petugas gabungan masih memburu tahanan yang diketahui bernama Nasriyatno alias Cili bin Rakiman (35).
Informasi yang dihimpun, aksi pelarian itu terjadi pada Minggu (24/5/2026) menjelang Maghrib. Nasriyatno diduga melarikan diri saat berada di area luar blok tahanan.
Kepala Rutan Kelas I Pekanbaru, Erwin Siregar membenarkan insiden kaburnya warga binaan tersebut. Saat ini, tim internal rutan bersama aparat eksternal masih fokus melakukan pengejaran.
“Benar, kami masih fokus melakukan pengejaran, baik tim internal maupun eksternal. Mudah-mudahan segera tertangkap. Kami juga sedang melakukan pendekatan persuasif kepada pihak keluarganya,” kata Erwin saat dikonfirmasi, Selasa (26/5/2026).
Erwin belum merinci kronologi lengkap kaburnya napi tersebut. Namun berdasarkan informasi awal, Nasriyatno disebut kabur tanpa menggunakan alat bantu dengan cara memanjat lalu melompati pagar tembok rutan.
Akibat aksinya itu, napi tersebut dikabarkan mengalami luka-luka saat melompat dari pagar pembatas rutan.
“Yang bersangkutan mengalami luka-luka akibat lompat. Untuk sementara ini dulu, kami masih di lapangan,” ujarnya.
Hingga kini, petugas masih melakukan penyisiran di sejumlah titik dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempersempit ruang gerak napi kabur tersebut. (ric)