logo
Menag Hadiri MTQ Riau ke-44 di Kuansing, Pawai Ta'aruf Meriah, Diwarnai Insiden Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Perang AS-Iran Pecah Lagi, Kedua Negara Saling Serang usai Gencatan Senjata Runt Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi PIALA DUNIA 2026: Wakil Asia Terbelah, Mesir Lolos, Spanyol dan Prancis Perkasa Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Tanggapi Harapan DPRD Riau, Fazar Muhardi: Kita Sedang Jalankan Program Kerja 10 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Update Harga Emas Antam Sabtu 27 Juni 2026: Naik Rp5.000, Buyback Tembus Rp2,378 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BMKG Pantau 17 Hotspot di Riau, Rohil dan Inhu Jadi Wilayah Terbanyak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Efisiensi Anggaran MBG Jadi Sentimen Positif, Rupiah Berbalik Menguat di Akhir P Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Riau Kebut Penerbitan IPR, 34 Wilayah Pertambangan Rakyat di Kuansing Segera Dil Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / LINGKUNGAN
Seekor Tapir Jantan Ditemukan Mati Mengenaskan di Jalan Koridor RAPP, Diduga Tertabrak Kendaraan
Bangkai tapir jantan yang ditemukan di jalan koridor RAPP dan diduga akibat tertabrak kendaraan. (Foto: Wahyu)
Seekor Tapir Jantan Ditemukan Mati Mengenaskan di Jalan Koridor RAPP, Diduga Tertabrak Kendaraan
Editor: Arya Mahendra | Penulis: wahyu falatehan
19 Juni 2026 | 21:53:34

PEKANBARU – Seekor tapir jantan dewasa ditemukan mati mengenaskan di tepi jalan koridor areal PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) Estate Baserah, Kecamatan Logas Tanah Darat, Kabupaten Kuantan Singingi. Kematian satwa langka yang dilindungi itu kembali menjadi pengingat bahwa ruang hidup satwa liar di Riau semakin terdesak oleh aktivitas manusia.

Tapir dengan bobot sekitar 300 kilogram tersebut ditemukan pada Selasa (16/6/2026), hanya sekitar dua kilometer dari kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), salah satu benteng terakhir habitat satwa liar di Sumatera.

Informasi penemuan bangkai tapir pertama kali diterima Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau dari aparat kepolisian dan pihak perusahaan. Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) kemudian diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan di lokasi.

Hasil pemeriksaan dokter hewan BBKSDA Riau menunjukkan adanya luka serius pada bagian pinggul atau paha kiri, perut sebelah kanan, serta darah yang keluar dari hidung. Sejumlah tanda trauma fisik lain juga ditemukan pada tubuh satwa tersebut.

iklan-view

Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau, Ujang Holisudin, mengatakan berdasarkan hasil observasi lapangan, kematian tapir diduga kuat akibat benturan keras setelah tertabrak kendaraan yang melintas di jalan koridor tersebut.

"Tapir ditemukan di pinggir jalan dengan luka benturan pada bagian belakang tubuh. Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan indikasi perburuan seperti luka tembak maupun luka akibat senjata tajam," ujarnya, Jumat (19/6/2026).

Menurut Ujang, lokasi penemuan berada di jalur yang selama ini diketahui sebagai lintasan alami tapir. Satwa tersebut diduga berasal dari kantong habitat di kawasan Tesso Nilo dan sedang melakukan pergerakan alami ketika insiden terjadi.

Fakta bahwa tapir ditemukan mati di jalur koridor yang digunakan kendaraan operasional maupun masyarakat menyoroti persoalan yang lebih besar, yakni semakin menyempitnya ruang aman bagi satwa liar untuk berpindah antarhabitat. Jalan-jalan yang membelah kawasan hutan tidak hanya mempermudah mobilitas manusia, tetapi juga meningkatkan risiko tabrakan yang mengancam keberlangsungan satwa dilindungi.

Tapir (Tapirus indicus) merupakan salah satu spesies kunci dalam ekosistem hutan Sumatera. Perannya penting dalam penyebaran biji dan menjaga regenerasi hutan. Hilangnya satu individu tapir bukan sekadar kehilangan satwa langka, tetapi juga bagian dari rantai ekologis yang menopang keseimbangan alam.

Sebagai tindak lanjut, bangkai tapir dikuburkan di lokasi sesuai prosedur untuk mencegah potensi penyebaran penyakit. BBKSDA Riau juga mengingatkan seluruh pihak, termasuk perusahaan yang beroperasi di sekitar habitat satwa liar, agar memperkuat langkah mitigasi di jalur-jalur yang menjadi lintasan satwa.

Kematian tapir di Kuantan Singingi menambah daftar panjang ancaman yang dihadapi satwa liar di Riau. Di tengah terus berkurangnya tutupan hutan dan meningkatnya aktivitas manusia, perlindungan habitat serta pembangunan koridor satwa menjadi kebutuhan mendesak agar tragedi serupa tidak terus berulang. (why)

Home / News
Seekor Tapir Jantan Ditemukan Mati Mengenaskan di Jalan Koridor RAPP, Diduga Tertabrak Kendaraan
Editor: Arya Mahendra | Penulis: wahyu falatehan
Rubrik: news | 19 Juni 2026 | 21:53:34
Seekor Tapir Jantan Ditemukan Mati Mengenaskan di Jalan Koridor RAPP, Diduga Tertabrak Kendaraan
Bangkai tapir jantan yang ditemukan di jalan koridor RAPP dan diduga akibat tertabrak kendaraan. (Foto: Wahyu)

PEKANBARU – Seekor tapir jantan dewasa ditemukan mati mengenaskan di tepi jalan koridor areal PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) Estate Baserah, Kecamatan Logas Tanah Darat, Kabupaten Kuantan Singingi. Kematian satwa langka yang dilindungi itu kembali menjadi pengingat bahwa ruang hidup satwa liar di Riau semakin terdesak oleh aktivitas manusia.

Tapir dengan bobot sekitar 300 kilogram tersebut ditemukan pada Selasa (16/6/2026), hanya sekitar dua kilometer dari kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), salah satu benteng terakhir habitat satwa liar di Sumatera.

Informasi penemuan bangkai tapir pertama kali diterima Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau dari aparat kepolisian dan pihak perusahaan. Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) kemudian diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan di lokasi.

Hasil pemeriksaan dokter hewan BBKSDA Riau menunjukkan adanya luka serius pada bagian pinggul atau paha kiri, perut sebelah kanan, serta darah yang keluar dari hidung. Sejumlah tanda trauma fisik lain juga ditemukan pada tubuh satwa tersebut.

Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau, Ujang Holisudin, mengatakan berdasarkan hasil observasi lapangan, kematian tapir diduga kuat akibat benturan keras setelah tertabrak kendaraan yang melintas di jalan koridor tersebut.

"Tapir ditemukan di pinggir jalan dengan luka benturan pada bagian belakang tubuh. Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan indikasi perburuan seperti luka tembak maupun luka akibat senjata tajam," ujarnya, Jumat (19/6/2026).

Menurut Ujang, lokasi penemuan berada di jalur yang selama ini diketahui sebagai lintasan alami tapir. Satwa tersebut diduga berasal dari kantong habitat di kawasan Tesso Nilo dan sedang melakukan pergerakan alami ketika insiden terjadi.

Fakta bahwa tapir ditemukan mati di jalur koridor yang digunakan kendaraan operasional maupun masyarakat menyoroti persoalan yang lebih besar, yakni semakin menyempitnya ruang aman bagi satwa liar untuk berpindah antarhabitat. Jalan-jalan yang membelah kawasan hutan tidak hanya mempermudah mobilitas manusia, tetapi juga meningkatkan risiko tabrakan yang mengancam keberlangsungan satwa dilindungi.

Tapir (Tapirus indicus) merupakan salah satu spesies kunci dalam ekosistem hutan Sumatera. Perannya penting dalam penyebaran biji dan menjaga regenerasi hutan. Hilangnya satu individu tapir bukan sekadar kehilangan satwa langka, tetapi juga bagian dari rantai ekologis yang menopang keseimbangan alam.

Sebagai tindak lanjut, bangkai tapir dikuburkan di lokasi sesuai prosedur untuk mencegah potensi penyebaran penyakit. BBKSDA Riau juga mengingatkan seluruh pihak, termasuk perusahaan yang beroperasi di sekitar habitat satwa liar, agar memperkuat langkah mitigasi di jalur-jalur yang menjadi lintasan satwa.

Kematian tapir di Kuantan Singingi menambah daftar panjang ancaman yang dihadapi satwa liar di Riau. Di tengah terus berkurangnya tutupan hutan dan meningkatnya aktivitas manusia, perlindungan habitat serta pembangunan koridor satwa menjadi kebutuhan mendesak agar tragedi serupa tidak terus berulang. (why)