logo
Pengawasan Diperketat, Satops Patnal Geledah Petugas dan Barang Bawaan di Lapas Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Usai Direhabilitasi, Kucing Hutan hingga Owa Ungko Dilepasliarkan di Taman Nasio Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Jaksa KPK Sebut Kesaksian Ahli Psikologi Forensik Menguatkan Pembuktian Kasus Ab Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi JMSI Riau Anugerahkan Amanah Leadership Award kepada Bupati Pelalawan Zukri Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Mutasi Polri: Kombes Pandra Tinggalkan Polda Riau, Kombes Akmadi Gantikan Posisi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BMKG Prediksi Hujan Masih Guyur Sejumlah Wilayah Riau Hari Ini Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ahli Psikologi Forensik: Atasan Tak Bisa Dipidana Hanya Karena Bawahan Berbuat K Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ahli Forensik Ungkap Titik Lemah Dakwaan Abdul Wahid: Motif dan Niat Jahat Belum Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Dumai
Bocah 6 Tahun Tenggelam di Dermaga TPI Purnama Dumai Ditemukan Meninggal
Tim SAR mengevakuasi jasad korban tenggelam. (Foto: Istimewa)
Bocah 6 Tahun Tenggelam di Dermaga TPI Purnama Dumai Ditemukan Meninggal
Editor: Yob Ayrus | Penulis: riko saputra
24 Juni 2026 | 11:53:59

DUMAI-Tim SAR Gabungan berhasil menemukan Nurfazira (6), bocah yang dilaporkan terjatuh dan tenggelam di perairan sekitar Dermaga TPI Purnama, Kota Dumai. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (24/6/2026) pagi, sekitar 13 meter dari lokasi awal kejadian.

Penemuan korban mengakhiri operasi pencarian yang dilakukan sejak Selasa (23/6/2026) setelah Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru menerima laporan adanya seorang anak yang jatuh ke perairan di kawasan dermaga tersebut.

Informasi awal diterima dari Hendra, petugas KKP Dumai. Berdasarkan laporan yang diterima, korban saat itu sedang berjalan di area Dermaga TPI Purnama bersama tiga orang saudaranya.

Diduga korban kehilangan keseimbangan hingga terjatuh ke perairan. Kondisi arus yang cukup kuat menyebabkan korban hanyut dan tenggelam. Warga dan nelayan setempat sempat melakukan pencarian segera setelah kejadian, namun korban belum berhasil ditemukan.

iklan-view

Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Siaga SAR (USS) Dumai langsung mengerahkan lima personel rescue menuju lokasi kejadian. Tim kemudian berkoordinasi dengan berbagai unsur terkait untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan.

Pada hari pertama operasi, tim melakukan penyelaman di sekitar lokasi korban dilaporkan jatuh dengan kedalaman mencapai sekitar empat meter. Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil.

Memasuki hari kedua pencarian, Tim SAR Gabungan menggelar briefing dan evaluasi sebelum melanjutkan operasi. Strategi pencarian difokuskan pada penyisiran permukaan perairan serta penyelaman apabila kondisi memungkinkan.

Area pencarian yang disasar mencapai sekitar 0,038 nautical mile persegi. Penentuan titik pencarian dilakukan berdasarkan analisis arus serta lokasi terakhir korban terlihat.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Sekitar pukul 08.30 WIB, Tim SAR Gabungan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia. Lokasi penemuan berada sekitar 13 meter dari titik awal korban dilaporkan terjatuh ke perairan.

Setelah ditemukan, korban segera dievakuasi menuju RSUD Dumai untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga dan dibawa ke rumah duka.

Penemuan korban sekaligus mengakhiri operasi SAR yang dilakukan terhadap insiden tersebut. Seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian selanjutnya dikembalikan ke kesatuan masing-masing.

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur SAR dan pihak terkait yang bekerja sama selama dua hari untuk menemukan korban. Sinergi antarinstansi serta dukungan masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan operasi di lapangan.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap anak-anak saat berada di kawasan perairan maupun dermaga. Area pelabuhan dan dermaga memiliki risiko tinggi karena kondisi arus, kedalaman air, serta minimnya pengaman di beberapa titik yang dapat membahayakan keselamatan, terutama bagi anak-anak.

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas di sekitar perairan guna mencegah kejadian serupa terulang. Sementara itu, keluarga korban telah menerima jenazah untuk dimakamkan.

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi diusulkan untuk ditutup dan dinyatakan selesai. (riko)

Home / News
Bocah 6 Tahun Tenggelam di Dermaga TPI Purnama Dumai Ditemukan Meninggal
Editor: Yob Ayrus | Penulis: riko saputra
Rubrik: news | 24 Juni 2026 | 11:53:59
Bocah 6 Tahun Tenggelam di Dermaga TPI Purnama Dumai Ditemukan Meninggal
Tim SAR mengevakuasi jasad korban tenggelam. (Foto: Istimewa)

DUMAI-Tim SAR Gabungan berhasil menemukan Nurfazira (6), bocah yang dilaporkan terjatuh dan tenggelam di perairan sekitar Dermaga TPI Purnama, Kota Dumai. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (24/6/2026) pagi, sekitar 13 meter dari lokasi awal kejadian.

Penemuan korban mengakhiri operasi pencarian yang dilakukan sejak Selasa (23/6/2026) setelah Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru menerima laporan adanya seorang anak yang jatuh ke perairan di kawasan dermaga tersebut.

Informasi awal diterima dari Hendra, petugas KKP Dumai. Berdasarkan laporan yang diterima, korban saat itu sedang berjalan di area Dermaga TPI Purnama bersama tiga orang saudaranya.

Diduga korban kehilangan keseimbangan hingga terjatuh ke perairan. Kondisi arus yang cukup kuat menyebabkan korban hanyut dan tenggelam. Warga dan nelayan setempat sempat melakukan pencarian segera setelah kejadian, namun korban belum berhasil ditemukan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Siaga SAR (USS) Dumai langsung mengerahkan lima personel rescue menuju lokasi kejadian. Tim kemudian berkoordinasi dengan berbagai unsur terkait untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan.

Pada hari pertama operasi, tim melakukan penyelaman di sekitar lokasi korban dilaporkan jatuh dengan kedalaman mencapai sekitar empat meter. Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil.

Memasuki hari kedua pencarian, Tim SAR Gabungan menggelar briefing dan evaluasi sebelum melanjutkan operasi. Strategi pencarian difokuskan pada penyisiran permukaan perairan serta penyelaman apabila kondisi memungkinkan.

Area pencarian yang disasar mencapai sekitar 0,038 nautical mile persegi. Penentuan titik pencarian dilakukan berdasarkan analisis arus serta lokasi terakhir korban terlihat.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Sekitar pukul 08.30 WIB, Tim SAR Gabungan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia. Lokasi penemuan berada sekitar 13 meter dari titik awal korban dilaporkan terjatuh ke perairan.

Setelah ditemukan, korban segera dievakuasi menuju RSUD Dumai untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga dan dibawa ke rumah duka.

Penemuan korban sekaligus mengakhiri operasi SAR yang dilakukan terhadap insiden tersebut. Seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian selanjutnya dikembalikan ke kesatuan masing-masing.

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur SAR dan pihak terkait yang bekerja sama selama dua hari untuk menemukan korban. Sinergi antarinstansi serta dukungan masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan operasi di lapangan.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap anak-anak saat berada di kawasan perairan maupun dermaga. Area pelabuhan dan dermaga memiliki risiko tinggi karena kondisi arus, kedalaman air, serta minimnya pengaman di beberapa titik yang dapat membahayakan keselamatan, terutama bagi anak-anak.

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas di sekitar perairan guna mencegah kejadian serupa terulang. Sementara itu, keluarga korban telah menerima jenazah untuk dimakamkan.

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi diusulkan untuk ditutup dan dinyatakan selesai. (riko)