
KUANTAN SINGINGI-Serombongan pemuda pada Selasa malam (7/7/2026) mendatangi rumah seorang Kyai pemilik salah satu pondok pesantren di Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Kyai berinisial I ini diduga telah mencabuli beberapa orang santriwatinya.
Bahkan, seorang santriwati berinisial AF hamil hingga melahirkan. Informasi dilapangan, korban pencabulan ini berjumlah lima orang santriwati.
"Kami panggil I tadi malam di rumah salah satu korban. Korbannya yang ini sudah menikah. Malam itu ia mengaku ada lima korban," kata seorang warga yang ikut dalam menggeruduk rumah sang Kyai.
Terungkapnya kasus pencabulan para santriwati ini, setelah seorang santriwati melahirkan dalam kompleks Pondok Pesantren Nurul Tauchid.

Korban kemudian dilarikan ke klinik terdekat karena mengalami komplikasi medis pascapersalinan. Setelah didesak oleh pihak keluarga dan warga, korban akhirnya mengakui bahwa pimpinan ponpes tersebut adalah ayah dari bayinya.
Pelaku pencabulan saat ini dikabarkan telah diamankan oleh pihak Kepolisian Resor (Polres) Kuansing guna mengantisipasi kemarahan warga. Hingga berita ini diturunkan beluim ada keterangan resmei dari pihak kepolisian. Beberapa nomor kontak yang terkait dengan aparatur pemerintahan saat Pekanbarutv hubungi tak ada yang merespon.(rmh)






KUANTAN SINGINGI-Serombongan pemuda pada Selasa malam (7/7/2026) mendatangi rumah seorang Kyai pemilik salah satu pondok pesantren di Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Kyai berinisial I ini diduga telah mencabuli beberapa orang santriwatinya.
Bahkan, seorang santriwati berinisial AF hamil hingga melahirkan. Informasi dilapangan, korban pencabulan ini berjumlah lima orang santriwati.
"Kami panggil I tadi malam di rumah salah satu korban. Korbannya yang ini sudah menikah. Malam itu ia mengaku ada lima korban," kata seorang warga yang ikut dalam menggeruduk rumah sang Kyai.
Terungkapnya kasus pencabulan para santriwati ini, setelah seorang santriwati melahirkan dalam kompleks Pondok Pesantren Nurul Tauchid.
Korban kemudian dilarikan ke klinik terdekat karena mengalami komplikasi medis pascapersalinan. Setelah didesak oleh pihak keluarga dan warga, korban akhirnya mengakui bahwa pimpinan ponpes tersebut adalah ayah dari bayinya.
Pelaku pencabulan saat ini dikabarkan telah diamankan oleh pihak Kepolisian Resor (Polres) Kuansing guna mengantisipasi kemarahan warga. Hingga berita ini diturunkan beluim ada keterangan resmei dari pihak kepolisian. Beberapa nomor kontak yang terkait dengan aparatur pemerintahan saat Pekanbarutv hubungi tak ada yang merespon.(rmh)