logo
● Bila Menemukan Tambang Diduga Ilegal di Riau, Begini Cara Lapor ke Dinas ESDM Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● BMKG Ingatkan Warga Soal Hujan Lebat dan Petir di Riau Hari Ini Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Dua Perempuan Diamankan di Kafe Dumai, Polisi Sita 8 Pil Ekstasi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Ribuan Warga Riau Terserang DBD, 23 Meninggal Dunia hingga Juli 2026 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Razia Satpol PP di Jondul Pekanbaru, 15 Orang Diamankan dari Lima Rumah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Titik Api Karhutla Riau Nihil, OMC Terus Digencarkan untuk Cegah Api Kembali Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Saat Negara Berhemat, Mengapa Birokrasi Bertambah? Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Terseret Arus 459 Km dari Lokasi Tenggelam, Dua Korban KM Virgo Ditemukan di Suk Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Lingkungan / Karhutla
Kabut Asap Mulai Kepung Pekanbaru, Papan ISPU Depan Kantor BI Malah Mati
Papan Indeks StandarPencemaran Udara (ISPU) yang ada di Jalan Sudirman depan Gedung BI Pekanbaru.(ft:Ferdy)
Kabut Asap Mulai Kepung Pekanbaru, Papan ISPU Depan Kantor BI Malah Mati
Editor: Ridho Haztil | Penulis: ferdy mahdavikia
Rubrik: lingkungan | 11 Agustus 2026 | 15:45:15

PEKANBARU-Kabut asap mulai terlihat menyelimuti sejumlah wilayah Kota Pekanbaru, Riau, pada Selasa pagi hingga siang, 11 Agustus 2026. Kondisi tersebut mulai menimbulkan kekhawatiran masyarakat, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan akan informasi kualitas udara secara akurat dan real-time.

Ironisnya, saat kabut asap mulai tampak, papan informasi Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang berada di depan Kantor Bank Indonesia (BI) Pekanbaru justru terpantau tidak berfungsi.

Pantauan di lapangan menunjukkan, papan informasi ISPU berlogo Bapedal tersebut dalam kondisi mati. Panel digital berwarna hitam yang seharusnya menampilkan angka indikator kualitas udara dari sejumlah parameter polutan tampak kosong tanpa informasi.

iklan-view

Kondisi ini cukup disayangkan mengingat papan ISPU merupakan salah satu fasilitas publik yang dibutuhkan masyarakat untuk mengetahui kondisi udara di wilayah Pekanbaru. Terlebih, kemunculan kabut asap mulai terlihat pada pagi hingga siang hari.

Matinya papan pemantau kualitas udara tersebut juga menjadi sorotan karena terjadi di tengah momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Di saat berbagai fasilitas publik dihiasi dengan nuansa perayaan kemerdekaan, fasilitas yang berkaitan langsung dengan informasi kesehatan lingkungan justru tidak dapat memberikan informasi kepada masyarakat.

Informasi mengenai ISPU dinilai sangat penting ketika kondisi udara mulai memburuk. Data tersebut dapat menjadi acuan bagi masyarakat, sekolah, perkantoran, maupun instansi terkait dalam menentukan langkah antisipasi, terutama untuk melindungi kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.

Masyarakat pun berharap pemerintah segera memastikan penyebab tidak berfungsinya papan ISPU tersebut dan melakukan perbaikan secepatnya. Ketersediaan informasi kualitas udara yang mudah diakses dinilai penting agar warga dapat mengetahui kondisi terkini dan mengambil langkah pencegahan.

Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari instansi terkait, khususnya Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), mengenai penyebab matinya papan informasi ISPU tersebut.

Warga berharap fasilitas tersebut segera kembali berfungsi, sehingga masyarakat Pekanbaru tidak harus menebak-nebak kondisi udara saat kabut asap mulai menyelimuti kota.

Kabut Asap Mulai Kepung Pekanbaru, Papan ISPU Depan Kantor BI Malah Mati
Editor: Ridho Haztil | Penulis: ferdy mahdavikia
Rubrik: lingkungan | 11 Agustus 2026 | 15:45:15
Kabut Asap Mulai Kepung Pekanbaru, Papan ISPU Depan Kantor BI Malah Mati
Papan Indeks StandarPencemaran Udara (ISPU) yang ada di Jalan Sudirman depan Gedung BI Pekanbaru.(ft:Ferdy)

PEKANBARU-Kabut asap mulai terlihat menyelimuti sejumlah wilayah Kota Pekanbaru, Riau, pada Selasa pagi hingga siang, 11 Agustus 2026. Kondisi tersebut mulai menimbulkan kekhawatiran masyarakat, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan akan informasi kualitas udara secara akurat dan real-time.

Ironisnya, saat kabut asap mulai tampak, papan informasi Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang berada di depan Kantor Bank Indonesia (BI) Pekanbaru justru terpantau tidak berfungsi.

Pantauan di lapangan menunjukkan, papan informasi ISPU berlogo Bapedal tersebut dalam kondisi mati. Panel digital berwarna hitam yang seharusnya menampilkan angka indikator kualitas udara dari sejumlah parameter polutan tampak kosong tanpa informasi.

Kondisi ini cukup disayangkan mengingat papan ISPU merupakan salah satu fasilitas publik yang dibutuhkan masyarakat untuk mengetahui kondisi udara di wilayah Pekanbaru. Terlebih, kemunculan kabut asap mulai terlihat pada pagi hingga siang hari.

Matinya papan pemantau kualitas udara tersebut juga menjadi sorotan karena terjadi di tengah momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Di saat berbagai fasilitas publik dihiasi dengan nuansa perayaan kemerdekaan, fasilitas yang berkaitan langsung dengan informasi kesehatan lingkungan justru tidak dapat memberikan informasi kepada masyarakat.

Informasi mengenai ISPU dinilai sangat penting ketika kondisi udara mulai memburuk. Data tersebut dapat menjadi acuan bagi masyarakat, sekolah, perkantoran, maupun instansi terkait dalam menentukan langkah antisipasi, terutama untuk melindungi kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.

Masyarakat pun berharap pemerintah segera memastikan penyebab tidak berfungsinya papan ISPU tersebut dan melakukan perbaikan secepatnya. Ketersediaan informasi kualitas udara yang mudah diakses dinilai penting agar warga dapat mengetahui kondisi terkini dan mengambil langkah pencegahan.

Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari instansi terkait, khususnya Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), mengenai penyebab matinya papan informasi ISPU tersebut.

Warga berharap fasilitas tersebut segera kembali berfungsi, sehingga masyarakat Pekanbaru tidak harus menebak-nebak kondisi udara saat kabut asap mulai menyelimuti kota.